Satu Dekade CATCHPLAY+: Dari Kurator Film ke Destinasi Hiburan Mobile-First
Drama vertikal streaming adalah format serial dan film pendek yang diproduksi dengan rasio layar 9:16, dirancang khusus untuk ditonton di smartphone sehingga mendukung kebiasaan konsumsi hiburan singkat, cepat, dan on-the-go di dalam aplikasi nonton drama modern yang berfokus pada pengguna mobile-first. Tren menonton drama vertikal tumbuh seiring kebiasaan masyarakat yang kian menjadikan ponsel sebagai layar utama hiburan mereka. Pada momentum ulang tahun ke-10, platform streaming regional CATCHPLAY+ memanfaatkan perubahan ini sebagai titik balik strategi bisnis dengan meluncurkan CATCHPLAY LITE, memperluas layanan ke kendaraan pintar, dan menyiapkan gelombang baru film blockbuster dan serial premium paruh kedua 2026. Sejak masuk pasar pada 2016, mereka mengklaim sudah menjangkau jutaan pengguna lewat aplikasi langsung dan kerja sama dengan operator besar.
CATCHPLAY LITE: Drama Vertikal sebagai Medan Pertarungan Baru
Keputusan CATCHPLAY+ memperkenalkan CATCHPLAY LITE adalah pengakuan terbuka bahwa masa depan aplikasi nonton drama ada di layar vertikal ponsel. Layanan ini menghadirkan hub hiburan vertikal premium dengan format 9:16 yang dirancang untuk pengalaman menonton di smartphone, dari perjalanan harian hingga sela aktivitas kerja. Ini bukan sekadar memindahkan video horizontal ke layar sempit; ini upaya mendekati kebiasaan scroll singkat ala media sosial, tapi dengan kualitas cerita lebih tinggi. Melalui kemitraan dengan CJ ENM HK, b.able, dan platform Korea Sero, CATCHPLAY+ konten eksklusif berupa serial dan film pendek vertikal digelontorkan sebagai senjata pembeda. Versi vertikal On Your Wedding Day dan Double Patty menjadi amunisi awal, diikuti horor, aksi, dan variety yang diperbarui tiap pekan.
Di sini, strategi mereka jelas: menggabungkan kecepatan produksi micro drama dengan nilai produksi lebih tinggi demi menahan penonton yang mudah bosan. Daphne Yang menekankan bahwa meski format berubah, kualitas cerita tetap pusatnya. Ini berbeda dari pendekatan banyak platform yang sekadar mendaur ulang konten horizontal ke format vertikal. Dengan memberikan beberapa episode gratis sebelum berlangganan atau mengakses lewat bundel operator, CATCHPLAY+ sedang menguji sejauh mana penonton bersedia membayar khusus untuk drama vertikal, bukan hanya menjadikannya bonus kecil di dalam aplikasi nonton drama mereka.
Drama Vertikal, Hollywood, dan Konten Lokal: Strategi Tiga Lajur
CATCHPLAY+ tidak bertaruh pada drama vertikal saja; mereka membangun strategi tiga lajur: drama vertikal, film Hollywood terbaru, dan konten original lokal. Untuk paruh kedua 2026, platform ini menyiapkan Greenland: Migration 2, Shelter, Mortal Kombat II, dan The Mummy karya Lee Cronin, yang dijanjikan hadir sekitar 45 hari setelah rilis bioskop. Kutipan resmi mereka menyebut, “Film-film tersebut dijanjikan hadir di platform paling cepat 45 hari setelah penayangan di bioskop”. Ini sinyal kuat bahwa penonton yang dulunya menunggu berbulan-bulan kini dimanjakan akses cepat. Di sisi serial, mereka membawa M.I.A, Special Ops: Lioness Season 3 bersama Nicole Kidman, dan dua musim The Agency: Central Intelligence dengan Michael Fassbender.
Bagi pasar Asia yang fanatik drama, mereka menyiapkan Bloody Smart, adaptasi karya horor Junji Ito, In the Moonlight, dan Love in Red Dust. Tak berhenti di lisensi, CATCHPLAY+ memperkenalkan first look proyek film original Indonesia garapan Mike Wiluan, sementara sebuah film yang masih dalam produksi dibintangi Alexandra Gottardo, Dwi Sasono, Hannah Al Rashid, dan Samo Rafael dengan jadwal tayang bioskop di waktu mendatang. Variety show original Vakation yang merekam perjalanan Audi Marissa dan Fita Anggriani di Korea menambah lapis personalitas platform. Kombinasi ini memperlihatkan ambisi: menjadi rumah bagi penonton Hollywood, K-Drama, sekaligus pencinta konten lokal dalam satu platform streaming regional.
Ekosistem Anywhere: Dari Ponsel ke Kendaraan Pintar
Strategi CATCHPLAY+ semakin menarik ketika mereka memperluas pengalaman drama vertikal streaming dan film panjang ke kendaraan pintar. Melalui integrasi dengan platform DTS AutoStage, layanan mereka akan hadir di sejumlah model kendaraan premium mulai Juli 2026. Ini memperluas konsep ‘anywhere’: dari ruang tamu, ke ponsel, hingga layar dasbor dan kursi belakang kendaraan. Bagi penumpang, ini berarti satu akun yang sama bisa dipakai untuk melanjutkan film Hollywood, serial thriller, atau drama vertikal yang sebelumnya ditonton di rumah. Pengalaman lintas perangkat ini memberi keunggulan kompetitif, karena banyak aplikasi nonton drama lain masih fokus pada TV dan smartphone saja. Dengan menjadikan mobil sebagai layar ketiga, CATCHPLAY+ menyasar waktu perjalanan yang selama ini diisi musik atau radio. Jika berhasil, perjalanan jauh akan berubah menjadi sesi maraton drama yang terkurasi.
Apa Makna Transformasi Ini bagi Masa Depan Streaming?
Transformasi CATCHPLAY+ menunjukkan bahwa perang platform streaming regional tidak lagi soal siapa punya katalog paling banyak, tetapi siapa paling mengerti konteks layar penonton. Drama vertikal bukan gimmick; ia adalah jawaban terhadap cara baru orang mengonsumsi cerita berformat pendek di aplikasi nonton drama yang terpasang permanen di ponsel mereka. Saat platform lain mengandalkan algoritma rekomendasi, CATCHPLAY+ mencoba membedakan diri lewat format, eksklusivitas, dan ekosistem lintas perangkat. Kolaborasi dengan SLL Joongang untuk mengembangkan serial vertikal original premium memperlihatkan bahwa mereka ingin menjadi produsen, bukan sekadar penyalur konten[Keterangan:.
Pada akhirnya, penonton yang diuntungkan: akses gratis beberapa episode, pilihan antara drama vertikal atau film panjang, dan kemampuan pindah layar tanpa kehilangan jejak cerita. Namun ada harga yang harus dibayar: perhatian mereka bakal terkuras ke layar vertikal yang semakin dominan. CATCHPLAY+ sudah mengambil sikap jelas bahwa masa depan storytelling akan dibentuk oleh ponsel, bukan sebaliknya. Siapa pun yang ingin bertahan di dunia streaming perlu menerima kenyataan ini dan berinovasi, atau tersisih oleh platform yang berani memelintir ulang format cerita demi layar kecil di tangan pengguna.




