Seleksi sekolah menjadi pintu awal
Kompetisi lari anak adalah kegiatan atletik yang dirancang untuk memberi anak kesempatan bergerak, menguji kemampuan, dan merasakan perlombaan dengan jarak serta tantangan sesuai usia mereka. Di Manguharjo, seleksi atletik sekolah untuk Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada 13 April mempertemukan 50 siswa SD—25 putra dan 25 putri—dari sejumlah sekolah dasar di kecamatan tersebut. Peserta mengikuti nomor Formula 1 dan lari gawang, bukan hanya sprint biasa. Formula 1 menggabungkan lari cepat, slalom, dan rintangan dalam lintasan sepanjang 60–80 meter yang dibagi menjadi tiga etape; lari gawang menguji kecepatan sekaligus kendali gerak. Format ini masuk akal untuk anak: kemampuan atletik dinilai lewat kelincahan dan kerja sama, bukan semata-mata siapa yang berlari paling cepat. Seleksi mengacu pada petunjuk teknis nasional, lalu 10 peserta putra dan 10 putri terbaik akan mewakili Manguharjo di tingkat kota.
Festival membuat lomba terasa dekat
Festival lari anak-anak memperluas kesempatan itu di luar jalur seleksi sekolah. Depok Kids Run Festival dijadwalkan menghadirkan Kids Dash 40 meter untuk siswa SD di Depok Open Space, Balai Kota Depok, pada 1 November 2026. Nomor lari 40 meter anak ini dibagi menurut kelas 1–2, 3–4, dan 5–6, dengan kategori putra dan putri; tiga pelari tercepat dari tiap kategori penyisihan melaju ke final. Jaraknya disesuaikan dengan lintasan dan mengutamakan keselamatan, sementara panitia menyiapkan jalur yang tertata, ruang setelah garis finis, serta kamera photo finish. Anak-anak juga mendapat nomor dada resmi dan medali partisipasi. Detail seperti ini penting: suasana lomba resmi dapat membangun percaya diri, tetapi fasilitas aman dan kategori sesuai usia harus menjadi syarat, bukan aksesori. Festival semacam ini memberi keluarga ruang untuk mendukung olahraga tanpa tekanan seleksi prestasi.

Antusiasme tumbuh ketika olahraga terasa menyenangkan
Roadshow perdana KidsDash Trenggalek pada 25 Oktober diikuti sekitar 70 anak, jauh melampaui target awal 20–30 peserta; mayoritas berusia di bawah tujuh tahun, bahkan ada peserta berumur tiga tahun. Angka itu mengisyaratkan bahwa minat bisa tumbuh ketika anak diajak bergerak tanpa langsung dibebani tuntutan menang. Acara tersebut menggabungkan fun run dengan Kanga’s Escape, lari bolak-balik sejauh 80 meter, termasuk lintasan rintangan sepanjang 40 meter. Tinggi rintangan disesuaikan dengan usia: sekitar 20 sentimeter untuk anak tujuh tahun ke bawah dan sekitar 50 sentimeter bagi peserta di atas tujuh hingga 11 tahun; tiap lintasan menyiapkan tiga rintangan. Inisiatif guru olahraga ini juga mengenalkan aktivitas yang berkaitan dengan materi O2SN. Panitia berencana mengadakan roadshow kedua sebelum acara utama pada 6 Desember, meski jadwalnya belum ditetapkan. Gabungan jalur sekolah dan festival menunjukkan ekosistem yang makin terbuka. Agar bertahan, pertumbuhan ini perlu menjaga keselamatan, kegembiraan, dan kesempatan berkembang secara berjenjang.






