Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

PM-AAS dan Tabela Diuji untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

PM-AAS dan Tabela Diuji untuk Meningkatkan Produktivitas Petani
Minat|Solusi Pintar

Dua inovasi, tujuan yang saling melengkapi

Teknologi pertanian adalah metode atau alat yang membantu petani mengelola budidaya secara lebih efisien, meningkatkan hasil, dan menyesuaikan produksi dengan kondisi lahan. Uji sistem PM-AAS di Kepulauan Riau dan teknologi Tabela di Kota Tangerang menunjukkan bahwa inovasi harus menjawab kebutuhan setempat, bukan sekadar menghadirkan alat baru.

Pada 16 Oktober 2026, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengajak petani berinovasi melalui kegiatan tanam padi bersama dengan sistem PM-AAS di Kelompok Tani Poyotomo Makmur, Bintan. Uji coba itu menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong produktivitas pertanian. Dua pekan kemudian, pada 30 Oktober, Pemkot Tangerang melalui Dinas Ketahanan Pangan menguji alat PMAS untuk menerapkan Tabela di Karangsari. Keduanya masih berupa uji atau percontohan, sehingga keberhasilannya perlu dinilai dari manfaat nyata bagi petani, bukan dari kebaruan teknologi.

PM-AAS dan Tabela Diuji untuk Meningkatkan Produktivitas Petani

PM-AAS menjawab tantangan wilayah kepulauan

Di Kepulauan Riau, alasan menguji sistem PM-AAS berangkat dari tantangan pangan yang lebih luas daripada teknik tanam semata. Bentang wilayah kepulauan, variasi lahan dan iklim, serta akses distribusi yang beragam membuat peningkatan produksi lokal menjadi prioritas. Kegiatan pada Hari Pangan Sedunia 2026 mengusung tema “Berinovasi Hari Ini, Memberi Makan Masa Depan” dan mendorong pertanian yang lebih efisien, terukur, serta sesuai karakter lahan setempat.

Nyanyang menekankan bahwa teknologi hanya berguna jika disertai pengelolaan air dan tanah yang baik, benih bermutu, pemupukan berimbang, dan pengendalian hama yang tepat. Itu pendekatan yang lebih meyakinkan daripada menganggap alat sebagai solusi tunggal. Pemerintah juga merencanakan bantuan sarana produksi untuk sembilan kelompok tani cabai dan dua kelompok tani padi. Langkah berikutnya adalah mencatat pertumbuhan tanaman, efisiensi sarana produksi, hasil panen, dan dampaknya pada pendapatan. Evaluasi itu akan menjadi bahan pertimbangan pengembangan PM-AAS pada musim tanam berikutnya, dengan pendampingan petani dari persiapan lahan hingga pemasaran.

Tabela menawarkan efisiensi di tengah sempitnya lahan

Konteks Tangerang lebih spesifik: lahan sawah terus terbatas, dan sekitar 86 hektare masih dapat ditanami padi. Karena itu, uji teknologi Tabela diarahkan pada efisiensi proses dan peningkatan hasil dari lahan yang tersedia. Tabela, atau Tanam Benih Langsung, menempatkan benih langsung ke lahan dengan alat khusus, menggantikan tahapan penyemaian dan penanaman manual. Uji coba dilakukan pada sekitar satu hektare dari lahan aktif 16 hektare milik Kelompok Tani Harapan Jaya.

Dinas Ketahanan Pangan Kota Tangerang menyebut target berdasarkan riset dapat mencapai 10 ton per hektare, dibanding sekitar 7 hingga 7,5 ton dengan sistem sebelumnya. Angka itu merupakan target, bukan hasil panen uji coba yang sudah terbukti. Potensi pengurangan tenaga kerja dan biaya operasional menarik, terutama bagi petani yang menghadapi keterbatasan pekerja. Namun, Tabela memerlukan kondisi lahan dan cuaca yang mendukung: tanah tidak boleh terlalu basah agar benih tidak mengambang, sementara burung dan bebek perlu diantisipasi. Teknologi ini dapat membantu produktivitas petani, tetapi penerapannya tetap bergantung pada pengelolaan lapangan.

Keberhasilan ditentukan oleh hasil, bukan seremoni

Perbedaan kedua uji coba ini penting. PM-AAS di Bintan diposisikan sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan daerah yang menghadapi kendala kepulauan, lahan, iklim, dan distribusi. Tabela di Tangerang lebih langsung menyasar cara menanam: memangkas tahapan kerja dan menjaga produksi di tengah lahan sawah perkotaan yang terbatas. Informasi yang tersedia belum cukup untuk menyimpulkan bahwa satu sistem lebih unggul; keduanya pun diuji dalam konteks dan skala berbeda.

Ukuran keberhasilan seharusnya mencakup hasil panen yang benar-benar tercapai, kebutuhan tenaga dan sarana produksi, ketahanan tanaman, serta perubahan pendapatan petani. Untuk Bintan, evaluasi dan pendampingan berkelanjutan sudah menjadi bagian dari rencana pengembangan. Di Tangerang, Pemkot berharap uji coba Tabela membantu pertanian tetap berkembang dan memberi nilai tambah bagi petani. Kesimpulannya, teknologi pertanian layak diperluas hanya jika bukti lapangan menunjukkan manfaat yang konsisten. Inovasi bukan tujuan akhir; produktivitas dan kesejahteraan petani adalah ukurannya.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!