Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Ruang Keluarga Lesehan Tanpa Sofa yang Bikin Rumah Mungil Terasa Lega dan Hangat

Ruang Keluarga Lesehan Tanpa Sofa yang Bikin Rumah Mungil Terasa Lega dan Hangat
Minat|Desain Interior

Ruang keluarga tanpa sofa terdengar seperti kekurangan bagi banyak orang, tapi buat saya justru sebaliknya. Beberapa bulan terakhir hampir semua video rumah mungil yang lewat di layar saya isinya sama: karpet lebar, beberapa dudukan lantai, meja TV rendah, dan lampu berdiri. Ruang TV berukuran 4 x 2,75 meter saja bisa memuat tikar rotan, dua beanbag, meja TV menggantung, dan lampu standing sekaligus, dengan lantai yang masih lega untuk lewat. Konsep lesehan bukan versi murah dari ruang keluarga, melainkan cara lain menata ruangan yang memang tidak dirancang untuk sofa besar. Menariknya lagi, hampir semua elemen utamanya bisa dibeli satuan dengan kisaran harga yang jelas, jadi konsep ini bisa dicicil pelan-pelan.

Kenapa tanpa sofa ruangan justru terasa lega

Ruang keluarga serba putih dengan beanbag di atas karpet abu-abu lebar dan meja TV putih rendah di bawah TV yang menempel di dinding

Sofa adalah barang paling besar di ruang keluarga. Begitu ia hilang, lantai terbaca sebagai satu bidang utuh dan mata tidak lagi terpotong oleh punggung sofa yang tinggi. Ruangan yang sama langsung terasa satu sampai dua meter lebih lapang, apalagi kalau dindingnya berwarna terang seperti contoh di atas.

Alasan kedua, jumlah tempat duduk jadi fleksibel. Di rumah open space yang mungil, lesehan berarti semua orang kebagian tempat duduk saat keluarga berkumpul tanpa perlu menggeser barang apa pun. Kursi permanen membatasi, empat kursi ya hanya untuk empat orang, sedangkan bantal lantai bisa ditambah lima lagi dalam satu menit lalu ditumpuk kembali ke keranjang saat selesai.

Alasan ketiga soal rasa. Duduk sejajar di lantai bikin obrolan lebih hangat karena tidak ada yang bertengger lebih tinggi dari yang lain. Soal suhu juga aman, karena rumah lesehan biasanya pasangan rumah open space dengan pintu dan jendela yang dibiarkan saling terbuka supaya udara mengalir silang dan ruangan tetap adem meski diisi banyak orang.

Mulai dari alas lantai yang gampang dirawat

Ruang TV bernuansa Jepang dengan matras lantai krem, karpet bulat, beanbag, dan meja TV kayu rendah

Alas adalah pondasi konsep lesehan, jadi jangan asal pilih. Kalau lantai rumah masih keramik polos dan ingin suasana kayu yang hangat, karpet vinyl motif kayu bentuk roll ukuran 2 x 10 meter dijual sekitar Rp245.000 sampai Rp605.000 tergantung motif. Tinggal gelar tanpa lem, dan permukaannya mudah dilap kalau ada tumpahan kopi.

Kalau suka nuansa natural, tikar rotan bulat diameter 200 cm seperti Saburina ada di angka Rp558.000, anyamannya rapat dan adem dipakai duduk lama. Untuk versi paling empuk, karpet bulu rasfur polos berada di kisaran Rp69.999 sampai Rp99.999, bahkan ada yang mulai Rp44.999 untuk ukuran kecil, favorit kalau ada anak yang suka berguling di lantai.

Trik menatanya terlihat di foto: pakai satu alas utama yang lebar, lalu tambahkan karpet bulat atau matras tipis sebagai lapisan kedua. Sisakan tepi lantai kosong sekeliling alas supaya ruangan tetap punya napas, dan pilih alas dengan permukaan bawah anti slip supaya tidak bergeser tiap ada yang bangun.

Dudukan lantai dari beanbag sampai sofa custom

Area lesehan di lantai atas dengan karpet permadani bermotif dan bantal duduk sebagai tempat duduk

Setelah alas beres, baru pilih dudukan. Yang paling ramah budget adalah kursi lesehan lipat bersandaran yang mulai Rp95.000, dengan model lebih tebal di kisaran Rp215.800 sampai Rp343.600. Ini jawaban untuk orang tua atau tamu yang tidak nyaman duduk sila terlalu lama karena punggungnya bisa disandarkan.

Beanbag sofa angin ukuran jumbo berada di sekitar Rp212.275 dan bentuknya mengikuti badan saat diduduki. Enaknya beanbag bisa diangkat sendiri ke mana saja, ke teras saat sore atau ke kamar saat mau menonton sendirian.

Kalau mau tampilan yang menyatu dengan ruangan, sofa lesehan custom adalah jawabannya. Model 150 x 50 x 15 cm lengkap dengan bantal ada di sekitar Rp300.000, versi set sandaran premium 150 x 55 x 15 cm sekitar Rp850.000, dan pesanan bentuk L atau U untuk ruangan besar berkisar Rp3.500.000 sampai Rp3.800.000. Sofa model begini yang bikin ruangan terlihat seperti lounge tanpa memakan tinggi visual sofa biasa, plus beberapa bantal lantai polos sebagai cadangan tempat duduk tambahan.

Meja TV rendah dan cahaya yang bikin betah

Ruang keluarga dengan meja TV kayu menggantung di dinding, karpet bulu abu-abu, dan pouf rajut merah muda

Partner lesehan adalah furnitur rendah. Meja TV Napolly CABSULFET 454 W berukuran 130 x 50 x 78 cm tercantum Rp782.000, turun dari Rp850.000, dengan laci dan rongga untuk menyembunyikan remote, konsol, dan kabel yang biasanya berantakan. Untuk ruangan sangat sempit, meja TV menggantung seperti di foto malah lebih cerdas karena kolongnya kosong sehingga lantai mudah disapu dan ruangan terasa ringan.

Patokan sederhana saya, tinggi furnitur di ruang lesehan sebaiknya tidak melebihi pinggang orang dewasa saat berdiri supaya bidang pandang tetap terbuka. Terakhir soal cahaya, lampu standing tripod kayu berada di kisaran Rp249.999 sampai Rp599.999, sedangkan model besi setinggi 155 cm sekitar Rp652.000. Satu lampu hangat di sudut ruangan mengubah karpet biasa jadi spot favorit rumah saat malam, dan cermin berdiri bisa ditambah belakangan untuk memantulkan cahaya supaya ruangan terasa lebih luas.

Kalau ditotal, mulai dari alas vinyl Rp245.000, kursi lesehan Rp95.000, beanbag Rp212.275, sampai lampu standing Rp249.999, ruang keluarga lesehan bisa terbentuk di bawah satu juta rupiah dan tinggal ditambah perlahan sesuai budget. Sebelum checkout, ukur dulu dinding tempat TV berada dan sisakan minimal 60 cm jalan di sekeliling alas supaya ruangan tidak terasa sesak.

Yang saya suka dari konsep ini adalah caranya memaksa kita memilih dengan sengaja. Setiap barang duduk terbuka di lantai dan terlihat tiap saat, jadi tidak ada tempat untuk barang yang dibeli asal-asalan. Lesehan bukan soal menunda membeli sofa, melainkan soal memilih ruangan yang bisa menampung semua orang tanpa membuat siapa pun merasa sempit.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!