Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pertalite Rp100 Ribu Hanya Terisi Rp80.800: Kronologi dan PHK Operator SPBU Bintaro

Pertalite Rp100 Ribu Hanya Terisi Rp80.800: Kronologi dan PHK Operator SPBU Bintaro
Minat|Perawatan Mobil Bensin

Pengisian terhenti sebelum nominal permintaan

Pengisian Pertalite yang tidak sesuai nominal adalah ketika jumlah bahan bakar yang tercatat di dispenser berbeda dari permintaan pelanggan, sehingga layar dan komunikasi petugas menjadi kunci untuk memastikan transaksi dipahami kedua pihak. Di SPBU 34.152.06 Bintaro, Pondok Aren, Tangerang Selatan, seorang pelanggan meminta pengisian senilai Rp100.000 pada Minggu, 25 Oktober 2026, tetapi angka pada dispenser berhenti di Rp80.800.

Menurut pengawas SPBU, Pardan, operator diduga kurang fokus dan mengangkat nosel sebelum pengisian mencapai nominal yang diminta. Pelanggan baru menyadari selisih itu ketika hendak membayar, lalu menegur operator. Urutan ini penting: persoalan bermula dari pengisian BBM tidak sesuai, tetapi tidak dengan sendirinya membuktikan adanya niat menipu. Meski demikian, pelanggan wajar mempertanyakan proses ketika pengisian berhenti tanpa penjelasan lebih dahulu.

Pertalite Rp100 Ribu Hanya Terisi Rp80.800: Kronologi dan PHK Operator SPBU Bintaro

Pembayaran sesuai angka di dispenser

Setelah melihat angka pada layar, operator meminta maaf dan menawarkan untuk menambah bahan bakar hingga sesuai permintaan. Pelanggan menolak penambahan dan memilih membayar melalui QRIS sesuai jumlah yang sudah masuk. Karena pembayaran dilakukan setelah pengisian, transaksi yang tercatat adalah Rp80.800, bukan Rp100.000.

Pertamina menyampaikan bahwa hasil pengecekan sistem digital tidak menemukan manipulasi atau kerugian finansial bagi konsumen; pembayaran memang sesuai dengan BBM yang dikeluarkan. Penjelasan ini meredakan dugaan bahwa pelanggan membayar lebih, tetapi tidak menghapus masalah layanan. Petugas semestinya menyampaikan dengan jelas bahwa pengisian terhenti dan menawarkan langkah berikutnya sebelum pelanggan harus memeriksa layar sendiri. Ketika komunikasi terlambat, kesalahan yang mungkin bermula dari kelalaian mudah tampak seperti kecurangan.

Video viral, permintaan maaf, dan keputusan PHK

Konsumen kemudian menceritakan pengalamannya di media sosial dan mempertanyakan apakah kejadian serupa juga dialami pengendara lain. Unggahan itu membuat kasus mendapat perhatian publik. Setelah mengetahui video tersebut ramai, manajemen SPBU melakukan pemeriksaan. Pertamina menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan pelanggan, sementara manajemen SPBU menghubungi konsumen untuk menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan akan mengevaluasi pelayanan.

Keputusan pemecatan operator bukan hanya dikaitkan dengan insiden ini. Pardan menyebut operator lalai dan sebelumnya pernah melakukan kesalahan serupa hingga menerima surat peringatan ketiga; manajemen kemudian memutus hubungan kerja. Riwayat pelanggaran itu membuat PHK lebih dapat dipahami sebagai keputusan disipliner, bukan kesimpulan bahwa pelanggan kehilangan uang dalam transaksi tersebut. Namun, dasar tindakan tetap perlu dibedakan dari dugaan awal: penjelasan yang tersedia menyebut kelalaian dan pelanggaran sebelumnya, bukan temuan kerugian finansial.

Pelajaran bagi pelanggan dan SPBU

Kasus SPBU Bintaro menunjukkan bahwa ketepatan transaksi tidak cukup dijaga oleh angka pada mesin. Operator perlu memastikan pengisian mencapai nominal yang diminta atau menjelaskan penghentiannya saat itu juga; pelanggan pun sebaiknya memeriksa layar sebelum menyelesaikan pembayaran. Pemeriksaan sederhana ini tidak memindahkan tanggung jawab layanan dari SPBU, tetapi dapat membantu menemukan selisih sebelum transaksi ditutup.

Pertamina meminta masyarakat melaporkan kendala atau ketidaksesuaian layanan dan penyaluran BBM melalui Pertamina Contact Center 135. Perusahaan juga menyatakan evaluasi pelayanan SPBU akan terus dilakukan dan tindak lanjut diterapkan sesuai ketentuan. Kesimpulannya, transaksi ini dibayar sesuai BBM yang keluar, tetapi kelalaian operator tetap serius—terlebih karena disebut pernah terjadi pelanggaran sebelumnya. Transparansi saat pengisian dan tindak lanjut yang konsisten lebih penting daripada sekadar meredam perhatian setelah video viral.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!