Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari Rumah Tak Layak Huni Menjadi Hunian Sehat

Dari Rumah Tak Layak Huni Menjadi Hunian Sehat
Minat|Panduan Renovasi

Bedah Rumah Baznas: Dari Dinding Rapuh ke Hunian Sehat

Program bedah rumah Baznas adalah inisiatif renovasi rumah tidak layak huni bagi keluarga miskin yang menggunakan dana zakat dan donasi masyarakat untuk membangun kembali tempat tinggal menjadi hunian sehat, aman, dan manusiawi, sehingga keluarga berpenghasilan rendah bisa keluar dari lingkaran kemiskinan akibat kondisi rumah yang memprihatinkan dan berbahaya bagi kesehatan mereka sehari-hari. Program ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan intervensi sosial yang langsung menyasar martabat dan kualitas hidup keluarga dhuafa. Di tengah wacana besar tentang hunian sehat program pemerintah, Baznas hadir sebagai penghubung antara kepedulian publik dan realitas di gang-gang sempit yang selama ini luput dari perhatian. Pertanyaannya bukan lagi apakah program ini penting, tetapi bagaimana memperluas dampaknya agar tidak berhenti sebagai cerita sporadis.

Jakarta Timur: 121 Rumah Dhuafa Bertransformasi

Di Jakarta Timur, program bedah rumah Baznas sudah menghasilkan perubahan konkret: 121 rumah tidak layak huni milik keluarga dhuafa berhasil direnovasi menjadi rumah yang lebih layak huni. Targetnya bahkan lebih ambisius: 170 rumah akan diperbaiki menjadi hunian sehat pada 2026. Ini bukan angka kecil, ini peta perubahan sosial yang nyata di tingkat kota. Salah satu kisah paling menyentuh datang dari Maryani, 58 tahun, tulang punggung keluarga yang bekerja sebagai sukarelawan kebersihan di TPU dengan penghasilan tidak menentu. Rumahnya dulu bocor, kebanjiran, dan membuatnya merasa rumah sendiri adalah titik paling kumuh di lingkungannya. Proses renovasi hanya berlangsung sekitar tiga pekan, dari 26 Agustus sampai 14 September, dan mengubah rasa putus asa menjadi syukur dan kelegaan. Rasa "bahagia, sudah tidak merasakan hujan lagi" adalah dampak sosial yang sulit diukur dengan angka.

Mempawah: Harapan Baru Bagi Pedagang Kue Keliling

Di Mempawah, wajah penerima bantuan renovasi keluarga miskin bukan pejabat, melainkan sosok seperti Julita, pedagang kue keliling di Kelurahan Sungai Pinyuh yang puluhan tahun bertahan hidup dari kue yang ia buat sendiri dan jual dengan sepeda dari rumah ke rumah. Hunian yang ia tempati bersama keluarga di Gang Gusti Haidir 2 kini akan mendapat bantuan program bedah rumah Baznas Kabupaten Mempawah. Ini penting: program bedah rumah Baznas menjangkau berbagai profesi yang sering tak terlihat dalam statistik, namun menopang kehidupan kampung sehari-hari. Julita tidak meminta kemewahan, ia hanya berharap rumahnya yang memprihatinkan segera diperbaiki agar keluarganya dapat tinggal dengan lebih nyaman dan aman. Ketua Baznas setempat menegaskan bahwa bantuan akan diproses sesuai ketentuan dan diusahakan secepatnya. Di sinilah program ini membuktikan diri sebagai koreksi nyata terhadap ketimpangan, bukan sekadar slogan.

Bantaeng: Bedah Rumah yang Memperkuat Jaringan Sosial

Kabupaten Bantaeng menunjukkan bagaimana renovasi rumah tidak layak huni bisa menjadi peristiwa komunitas. Baznas di daerah ini meresmikan rumah hasil program bedah rumah milik Sahabuddin, warga kurang mampu di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng. Rumah yang sebelumnya tidak layak huni kini lebih layak dan nyaman ditempati, dan Sahabuddin menyebutkan secara lugas bahwa rumahnya sekarang "sudah layak untuk ditinggali" dan berterima kasih kepada Baznas. Peresmian dihadiri bupati, kepolisian, aparat hukum, dan tokoh masyarakat. Ini menunjukkan bahwa hunian sehat program pemerintah dan lembaga zakat hanya efektif bila dijalankan lewat kolaborasi luas, bukan kerja soliter. Selain bedah rumah, ada pula penyaluran sembako dan layanan kesehatan gratis di momen yang sama. Artinya, intervensi terhadap kemiskinan diarahkan secara menyeluruh: dari atap rumah, isi dapur, sampai akses kesehatan.

Dampak Sosial dan Tanggung Jawab Kolektif

Melihat tiga kisah ini, jelas bahwa program bedah rumah Baznas bukan sekadar bantuan teknis, melainkan pemulih martabat komunitas terpinggir. Ketika Maryani didorong untuk kembali bersemangat karena rumahnya sudah layak huni, ketika Julita tak lagi harus menerima nasib di rumah memprihatinkan, ketika Sahabuddin menyatakan syukur karena rumahnya sudah aman untuk keluarga, yang berubah bukan hanya tembok dan atap, tetapi rasa pantas atas hidup yang lebih baik. Dampak sosialnya menjangkau keluarga berpenghasilan rendah yang sering luput dari prioritas kebijakan formal. Program ini layak didukung dan diperluas, namun publik juga harus jujur: selama zakat, infak, dan sedekah tidak disalurkan secara konsisten, skala bantuan renovasi keluarga miskin akan tetap terbatas. Hunian sehat bukan hak istimewa; ia seharusnya menjadi standar minimum yang kita perjuangkan bersama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!