Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Buat Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan ChatGPT

Buat Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan ChatGPT
Minat|Tips Praktis AI

Mengapa Guru Perlu Modul Ajar ChatGPT untuk Kurikulum Merdeka

Modul ajar ChatGPT adalah modul pembelajaran Kurikulum Merdeka yang disusun guru dengan memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mengembangkan tujuan pembelajaran, kegiatan belajar, dan rubrik penilaian secara lebih cepat, menggunakan template siap pakai yang kemudian disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan sekolah. Jika selama ini pembuatan modul ajar terasa menguras waktu dan tenaga, pendekatan ini adalah jalan pintas yang masuk akal. Melalui pemanfaatan template Microsoft Word dan kecerdasan buatan (AI), guru dapat menyusun kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran, hingga rubrik penilaian tanpa harus membuat seluruh dokumen dari awal. Cara membuat modul ajar dengan ChatGPT menjadi salah satu alternatif bagi guru untuk menyusun perangkat pembelajaran secara lebih praktis. Namun, kuncinya bukan sekadar memakai AI, melainkan menggunakannya secara kritis agar tetap selaras dengan Kurikulum Merdeka dan karakter peserta didik.

Prasyarat: Template Pembelajaran AI dan Dokumen Pendukung

Sebelum mulai pembuatan modul guru dengan bantuan AI, pastikan fondasinya kuat. Dalam pelatihan, guru diperkenalkan bahan pendukung berupa template untuk PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK, panduan Kurikulum Merdeka, serta dokumen pendukung lainnya. Pemateri menjelaskan bahwa guru dapat mengakses tautan bahan pelatihan yang dibagikan melalui grup Telegram; di dalamnya tersedia template modul ajar, panduan kurikulum, serta sejumlah contoh perencanaan pembelajaran yang bisa diunduh. Setelah membuka tautan template, pengguna bisa mengunduh dokumen dalam format Microsoft Word agar dapat diedit sesuai kebutuhan sekolah. Untuk menggunakannya, guru perlu memilih template sesuai jenjang pendidikan, kemudian mengunduh dokumen dalam format Microsoft Word dan mengaktifkan fitur Enable Editing agar isinya dapat diubah. Tanpa langkah awal ini, modul ajar ChatGPT akan terasa acak dan sulit mengikuti struktur Kurikulum Merdeka.

Buat Modul Ajar Kurikulum Merdeka dengan ChatGPT

Langkah-Langkah Praktis: Dari Template ke Modul Ajar Final

Pendekatan paling efisien adalah menggabungkan template siap pakai dengan prompt yang terstruktur. Setelah dokumen template diunduh dan Enable Editing diaktifkan, identitas sekolah, tujuan pembelajaran, materi, jumlah pertemuan, dan bagian lain dapat disesuaikan. Template tersebut dirancang agar guru cukup melengkapi bagian yang belum tersedia. Di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, bagian yang perlu diperhatikan antara lain pertanyaan pemantik dan kegiatan pembelajaran. Di sinilah ChatGPT masuk: guru dapat meminta bantuan ChatGPT untuk menyusun dua bagian tersebut berdasarkan capaian dan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan, sambil menyebutkan jumlah pertemuan, pendekatan pembelajaran, serta keterampilan yang ingin dikembangkan dalam instruksi. Hasil AI kemudian ditempel ke template, diperiksa, dan disesuaikan agar benar-benar sejalan dengan Kurikulum Merdeka dan konteks kelas.

Prompt Engineering: Contoh untuk PAUD hingga SMA

Kualitas modul ajar ChatGPT sangat bergantung pada kualitas prompt. Untuk PAUD, penyusunan modul ajar memerlukan pendekatan tematik yang mengintegrasikan beberapa elemen capaian pembelajaran dalam satu topik. Sebagai contoh, topik “Aku Bangga Jadi Anak Indonesia” untuk anak usia lima tahun digunakan untuk mengenalkan Indonesia sekaligus menumbuhkan sikap positif dan kebanggaan terhadap bangsa. Guru kemudian dapat meminta ChatGPT menyusun ide kegiatan untuk enam kali pertemuan; instruksi yang diberikan perlu menjelaskan usia peserta didik, topik, tujuan pembelajaran, serta pendekatan bermain yang bermakna. Kegiatan yang dihasilkan dapat mencakup pengenalan Indonesia, Pancasila, lingkungan alam, dan tokoh pahlawan, sekaligus melatih kemampuan pramembaca, pramenulis, berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi. Di jenjang lebih tinggi, guru dapat memilih model discovery learning, inquiry, problem-based learning, atau project-based learning sesuai karakter materi dan menuliskannya jelas dalam prompt.

Kesalahan Umum dan Hasil Akhir yang Seharusnya

Dua kesalahan paling sering terjadi adalah menganggap keluaran AI sudah final dan memberi prompt yang terlalu umum. Padahal, hasil yang dihasilkan AI tetap perlu diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta kurikulum yang berlaku. Pelatihan menegaskan hal serupa: hasil yang diberikan AI tetap perlu diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik serta kurikulum yang digunakan. Selain itu, banyak guru lupa menyebutkan jumlah pertemuan, pendekatan pembelajaran, serta keterampilan yang ingin dikembangkan dalam instruksi, sehingga ide pembelajaran menjadi kurang tajam. Jika langkah-langkah diikuti dengan cermat, hasil akhirnya adalah modul ajar Kurikulum Merdeka yang lengkap: kegiatan pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan rubrik penilaian tersusun rapi, tanpa harus membuat seluruh dokumen dari awal. Dengan kata lain, AI menghemat waktu, guru tetap memegang kendali pedagogis.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!