Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

25.000 Pelari Memenuhi Gelora Bung Karno di Jakarta International 10K

25.000 Pelari Memenuhi Gelora Bung Karno di Jakarta International 10K
Minat|Lari Jalanan

MILO ACTIV Indonesia Race: Ketika Lari Jalanan Menjadi Perayaan Massal

MILO ACTIV Indonesia Race Jakarta International 10K adalah sebuah event lari jalanan berskala besar yang mempertemukan 25.000 pelari dari berbagai daerah dan mancanegara di kawasan Gelora Bung Karno, dengan rute 10K tersertifikasi internasional dan format lomba yang ramah pelari kompetitif sekaligus keluarga yang ingin berolahraga bersama.

Kekuatan utama gelaran ini bukan sekadar angka 25.000 peserta, melainkan cara event lari 25000 pelari itu mengubah kawasan Gelora Bung Karno menjadi ruang publik yang hidup dan penuh energi. Pada Minggu, 13 September 2026, lautan pelari start dari GBK bersamaan dengan perayaan Hari Olahraga Nasional, menjadikan lari bukan kegiatan eksklusif komunitas, tetapi perayaan massal gaya hidup aktif. Momentum flag-off yang dihadiri Menpora Erick Thohir, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, dan berbagai perwakilan lembaga publik serta Nestlé MILO menunjukkan satu hal: lari jalanan telah naik kelas menjadi agenda kota, bukan lagi sekadar hobi pinggiran.

25.000 Pelari Memenuhi Gelora Bung Karno di Jakarta International 10K

Rute Tersertifikasi AIMS dan World Athletics: Standar Dunia di Tengah Kota

Keunggulan paling strategis dari Jakarta International 10K ini terletak pada rute tersertifikasi World Athletics dan Association of International Marathons and Distance Races (AIMS). Rute 10K MILO ACTIV Indonesia Race telah melalui pengukuran resmi, sehingga jaraknya akurat dan diakui secara internasional. Di sini, lari jalanan urban tidak lagi dianggap ‘sekadar fun run’, melainkan ajang serius yang bisa dijadikan acuan catatan waktu resmi, termasuk bagi pelari mancanegara.

Konsekuensinya besar. Pelari kompetitif lokal mendapat kesempatan berlari di event berstandar sama dengan lomba internasional terkenal, tanpa harus ke luar negeri. Pada kategori 10K Open International Putra, Genta Saputra menang dengan waktu 34 menit 24 detik, sementara Liavoga Lucy dari Kenya memimpin kategori 10K Open International Putri dengan 35 menit 51 detik. Kutipan waktu ini bukan sekadar data; ini bukti bahwa rute tersertifikasi menarik pelari kuat dari luar dan memberi tantangan nyata bagi pelari dalam negeri.

25.000 Pelari, Dari Kompetitor Serius Hingga Keluarga di Family Run

Event lari 25000 pelari ini menunjukkan satu pola penting: lari jarak menengah sedang menjadi gaya hidup baru di kalangan masyarakat urban. Peserta tidak hanya datang dari Jakarta; pelari dari berbagai daerah dan mancanegara ikut meramaikan start di GBK. Empat kategori yang disiapkan—10K Open, 10K Closed, 5K, dan Family Run 2,5K—membuat format MILO ACTIV Indonesia Race menjangkau spektrum luas, dari pemburu podium hingga mereka yang sekadar ingin bergerak bersama keluarga.

Menariknya, penyelenggara berani menegaskan bahwa event ini bukan hanya soal kejar catatan waktu. Family Run 2,5K didesain tanpa tekanan kompetisi, memberi ruang bagi anak-anak dan orang tua menikmati pengalaman lari pertama mereka bersama. Seorang peserta, Shermy, mengakui Family Run 2,5K memberinya cara berbeda menghabiskan akhir pekan, tetap aktif sambil menikmati suasana lomba di tengah banyak keluarga lain. Di sinilah kekuatan konsep: lari diposisikan sebagai aktivitas sosial, bukan ritual individual yang kaku.

Dari Yogyakarta ke Jakarta: Ekosistem Lari dan Dampak Ekonomi Kota

Gelaran Jakarta International 10K ini menutup rangkaian MILO ACTIV Indonesia Race yang sebelumnya menyambangi Yogyakarta, Medan, Bandung, dan Surabaya. Skala nasional tersebut memperlihatkan bahwa lari bukan lagi event sesaat, tetapi bagian dari ekosistem olahraga yang dibangun konsisten. Menpora Erick Thohir menilai ajang ini contoh bagaimana olahraga dapat mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam satu kegiatan, sekaligus memperkuat ekosistem olahraga dan menggerakkan perekonomian.

Dampak turunan paling nyata muncul di sekitar kawasan GBK. Ribuan peserta dari luar daerah dan pelari internasional mengisi hotel, transportasi, kuliner, dan usaha lokal lain di sekeliling venue. Gubernur DKI mencatat efek positif ini sebagai bukti bahwa kota modern butuh event lari besar untuk menghidupkan ruang publik dan ekonomi sekaligus. Di sisi lain, keberhasilan rangkaian ini juga bertumpu pada lebih dari lima dekade dukungan terhadap olahraga anak dan masyarakat yang diklaim telah menjangkau lebih dari 50 juta anak di lebih dari 300 kota dan kabupaten.

Lari Sebagai Bahasa Bersama: Apa Langkah Berikutnya?

Dengan 25.000 pelari yang memenuhi Gelora Bung Karno, Jakarta International 10K bukan lagi sekadar lomba, melainkan pernyataan kolektif bahwa lari adalah bahasa bersama warga kota. Rute tersertifikasi World Athletics memberi standar, sementara kategori beragam memastikan semua orang punya pintu masuk: atlet, pemula, hingga keluarga. Namun keberhasilan ini membawa pekerjaan rumah: bagaimana momentum ini diterjemahkan menjadi budaya lari yang konsisten, bukan hanya euforia tahunan.

Jawabannya ada pada keberlanjutan. Kota butuh lebih banyak ruang aman untuk berlari, komunitas perlu dihidupkan di luar event, dan penyelenggara harus terus mempertahankan standar internasional tanpa kehilangan sisi inklusif. Selama MILO ACTIV Indonesia Race tetap menjadikan lari sebagai sarana menanamkan disiplin, kerja sama tim, percaya diri, sportivitas, dan semangat pantang menyerah, maka setiap start di garis 10K bukan hanya langkah menuju garis finis, tetapi investasi jangka panjang bagi kesehatan dan karakter masyarakat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!