Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mi Sagu Goreng dan Cireng Sagu Buka Peluang UMKM Fakfak

Mi Sagu Goreng dan Cireng Sagu Buka Peluang UMKM Fakfak
Minat|Memasak

Sagu lokal, pilihan produk yang lebih luas

Olahan sagu adalah produk pangan yang dibuat dengan mengembangkan sagu menjadi bentuk dan sajian berbeda, sehingga bahan lokal yang telah dikenal masyarakat dapat menawarkan pilihan konsumsi sekaligus peluang usaha baru. Bagi UMKM Fakfak, pelatihan membuat mi sagu goreng dan cireng sagu memberi contoh konkret bagaimana bahan pangan akrab dapat diolah menjadi produk yang lebih beragam. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Padjadjaran Kelompok 13 mengadakan pelatihan itu di SMK Negeri 2 Fakfak pada Selasa, 3 November 2026. Sebanyak 28 peserta, termasuk pelaku UMKM, pihak sekolah, dan kepala kampung, mengikuti kegiatan tersebut. Nilai pelatihan ini bukan semata-mata pada resep baru. Yang lebih penting, peserta diajak melihat sagu sebagai bahan yang bisa dikembangkan, bukan hanya dikonsumsi dalam bentuk yang sudah biasa.

Praktik langsung, bukan sekadar pengenalan

Pelatihan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman peserta, dilanjutkan praktik membuat mi sagu goreng dan cireng sagu, lalu ditutup dengan post-test untuk mengevaluasi hasil belajar. Susunan ini tepat: keterampilan mengolah pangan lebih mudah dibawa pulang ketika peserta mencoba sendiri, bukan hanya mendengar penjelasan. Dua menu yang diperkenalkan juga menunjukkan bahwa sagu dapat masuk ke bentuk makanan yang berbeda—mi goreng sebagai sajian utama dan cireng sebagai camilan. Siti, salah satu peserta dari kalangan UMKM, mengatakan kegiatan itu memberi bekal untuk mencoba produksi secara mandiri. Harapan tersebut penting, tetapi pelatihan baru menjadi berarti bagi usaha bila pengetahuan dapat diterapkan dengan konsisten. Peserta memerlukan ruang untuk menguji resep, menjaga mutu, dan menentukan cara produksi yang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Nilai tambah perlu diikuti langkah pemasaran

Tujuan yang lebih luas dari pelatihan ini adalah menambah pilihan pangan berbasis sagu dan mendorong pengembangan sagu sebagai komoditas lokal bernilai tambah ekonomi. Arah itu menjanjikan, tetapi nilai tambah tidak otomatis muncul hanya karena bahan diolah menjadi menu baru. UMKM Fakfak tetap perlu memastikan produk disukai konsumen, dibuat dengan mutu yang terjaga, dan dapat dipasarkan secara berkelanjutan. Muhammad berharap peserta dapat segera memproduksi sekaligus memasarkan olahan sagu setelah pelatihan. Harapan itu memperlihatkan bahwa tahap berikutnya harus melampaui demonstrasi: produksi dan pemasaran perlu menjadi tindak lanjut nyata. Dengan mengembangkan mi sagu goreng dan cireng sagu secara mandiri, pelaku usaha berpeluang memperluas penggunaan bahan pangan yang telah dikenal masyarakat Papua. Pelatihan ini merupakan awal yang berguna; keberhasilannya akan ditentukan oleh kemampuan peserta mengubah keterampilan menjadi produk yang hadir di pasar.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!