Babak Baru: Kontrak dengan UNCORE dan Makna Kebebasan
Perpindahan VIVIZ ke UNCORE entertainment merujuk pada penandatanganan kontrak eksklusif oleh Eunha, SinB, dan Umji dengan agensi baru tersebut pada 5 Oktober 2026, setelah mereka memenangkan sengketa hukum atas kontrak lama dengan Big Planet Made Entertainment dan memperoleh kebebasan untuk kembali mengatur arah karier grup sebagai satu tim. Langkah ini bukan sekadar berita perpindahan agensi; ini adalah pernyataan bahwa girl group generasi GFriend menolak dikubur oleh kegagalan manajemen. VIVIZ pindah agensi dengan kepala tegak, membawa hasil kemenangan di pengadilan sebagai bukti bahwa idol tidak selalu harus tunduk pada agensi yang abai. UNCORE entertainment kini menjadi “rumah” baru, dan cara mereka mengelola babak ini akan menentukan apakah kebebasan hukum tersebut berubah menjadi kebebasan kreatif yang nyata.
Dari Konflik ke Pengadilan: Mengapa VIVIZ Pergi
Keputusan hengkang dari Big Planet Made Entertainment bukan langkah impulsif, melainkan respons terhadap serangkaian pelanggaran yang menyentuh inti hubungan agensi–artis. Pada Maret 2026, VIVIZ menyampaikan pemberitahuan penghentian kontrak eksklusif dengan alasan keterlambatan pembayaran dana hasil penjualan dan berhentinya pembayaran sama sekali, ditambah pembatalan sepihak mini album Januari serta fan meeting domestik dan internasional yang sudah dijadwalkan. Bagi idol, ini bukan sekadar angka di laporan; ini menyangkut kepercayaan dan masa depan. Ketiganya tetap menuntaskan jadwal hingga akhir Maret sebagai bentuk tanggung jawab kepada penggemar, tetapi di balik panggung, mereka sedang menantang pola lama di industri yang kerap menormalisasi penundaan hak. Kemenangan di Pengadilan Distrik Pusat Seoul pada Juni 2026, yang menangguhkan efektivitas kontrak eksklusif, menjadi preseden penting bahwa idol dapat mengakhiri hubungan yang merugikan.

Nama Grup VIVIZ: Identitas, Merek, atau Sekadar Label?
Ironisnya, setelah menang atas kontrak, VIVIZ kini berhadapan dengan pertarungan lebih simbolik: nasib nama grup VIVIZ. Meski VIVIZ pindah agensi ke UNCORE entertainment, status penggunaan nama grup VIVIZ untuk aktivitas ke depan belum final karena negosiasi dengan agensi lama masih buntu. Di sinilah ketegangan klasik K‑pop muncul: agensi memegang merek dagang, sementara para member memegang jiwa dari nama itu. UNCORE mengaku mempertimbangkan opsi tampil dengan nama tim baru demi kelancaran dan stabilitas comeback jika kesepakatan tidak tercapai. Secara bisnis, pergantian nama bisa terasa logis, tetapi secara emosional, penggemar yang sudah mengikuti Eunha, SinB, Umji sejak GFriend akan melihatnya sebagai penghapusan sejarah kedua. Pengalaman sebelumnya, ketika nama GFriend tak bisa lagi dipakai, menunjukkan bahwa bagi sistem, nama adalah aset; bagi fans dan idol, nama adalah memori.
Eunha, SinB, Umji: Konsistensi Trio di Tengah Gonta-Ganti Label
Di tengah kegaduhan hukum dan negosiasi merek, satu hal justru terasa paling stabil: komitmen Eunha, SinB, dan Umji untuk tetap bersama. UNCORE menegaskan bahwa ketiganya akan melanjutkan aktivitas sebagai sebuah grup, terlepas dari perubahan agensi maupun kemungkinan penggantian nama. Jika menelusuri perjalanan mereka—debut sebagai GFriend pada 2015, kemudian membentuk trio VIVIZ di bawah BPM pada 2022 dengan lagu seperti “BOP BOP!” dan “MANIAC”—terlihat pola yang jelas: manajemen boleh berganti, tapi formasi trio tetap dipertahankan. Secara naratif, ini menggeser fokus dari “kisah agensi” menjadi “kisah persahabatan profesional”. Fans tidak lagi sekadar mengikuti label, melainkan mengikuti tiga nama pribadi: Eunha, SinB, Umji. Pilihan UNCORE untuk menekankan dukungan tim, bukan hanya proyek individu, adalah sinyal positif bahwa agensi mengerti nilai kolektif yang sudah dibangun trio ini.
Apa Artinya Pindah ke UNCORE bagi Masa Depan Trio?
Masuknya VIVIZ ke UNCORE entertainment empat bulan setelah putusan pengadilan Seoul adalah titik balik yang akan menguji apakah kebebasan kontraktual bisa diubah menjadi karier jangka panjang. UNCORE berjanji memberi dukungan penuh agar mereka kembali aktif sebagai tim, dan akan mengumumkan nama grup serta rencana kegiatan setelah seluruh persiapan dan pembahasan selesai. Namun, dukungan yang bermakna tidak berhenti pada press release; yang diperlukan adalah jadwal yang realistis, promosi yang serius, dan transparansi manajemen—kebalikan dari masalah yang memicu sengketa dengan BPM. Jika agensi baru mampu mengelola realitas hukum dan merek tanpa mengorbankan identitas kreatif, perpindahan ini bisa menjadi contoh bagaimana idol keluar dari siklus toxic kontrak. Jika tidak, VIVIZ pindah agensi hanya akan tercatat sebagai perpindahan alamat bisnis lain, bukan revolusi kecil dalam cara girl group diperlakukan. Masa depan trio ini kini bergantung pada bagaimana UNCORE menerjemahkan kata “babak baru” menjadi kerja konkret.






