Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Pameran Dagang Surabaya Dongkrak Penjualan UMKM 30 Persen

Pameran Dagang Surabaya Dongkrak Penjualan UMKM 30 Persen
Minat|Asia Tenggara

Pekan Raya Jatim: Dari Ajang Hiburan Menjadi Mesin Pemulihan Ekonomi

Pekan Raya Jatim 2026 adalah sebuah pameran dagang Surabaya berskala besar yang menggabungkan promosi produk, hiburan keluarga, dan program diskon terkurasi untuk mendorong penjualan UMKM meningkat sekaligus menghidupkan kembali optimisme ekonomi Jawa Timur pascapandemi dan perlambatan ekonomi global. Di balik gemerlap stan dan panggung hiburan, inti acara ini sesungguhnya adalah eksperimen kebijakan ekonomi: apakah keramaian terukur bisa diterjemahkan menjadi transaksi riil dan perluasan pasar pelaku usaha lokal. Data awal menjawab “ya”. Hari pertama, PRJ Surabaya 2026 langsung dikunjungi 10.800 orang, melampaui sekitar 9.500 pengunjung pada hari pertama tahun sebelumnya. Lonjakan ini bukan sekadar angka; ia adalah indikator kepercayaan konsumen yang mulai pulih dan keberanian masyarakat kembali membelanjakan uangnya pada produk lokal.

Pameran Dagang Surabaya Dongkrak Penjualan UMKM 30 Persen

Angka Kunjungan Melonjak: Sinyal Kepercayaan Konsumen Kembali

Kekuatan Pekan Raya Jatim 2026 terletak pada skala dan keragamannya. Pameran yang digelar di Grand City Surabaya pada 8–18 Oktober ini menargetkan lebih dari 270.000 pengunjung, naik dari sekitar 260.000 tahun lalu. Di lapangan, 350 stan dan sekitar 600 merek dari makanan-minuman, fesyen, elektronik, otomotif hingga produk perawatan bersaing memperebutkan perhatian pengunjung. Kutipan yang layak dicatat: “Pekan Raya Jatim Surabaya 2026 mencatat 10.800 pengunjung pada hari pertama penyelenggaraan, melampaui kunjungan hari pertama tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 9.500 orang.” Ini bukan sekadar keramaian musiman; ini adalah bukti bahwa daya beli belum mati. Konsep hiburan terpadu, area permainan, aktivitas keluarga, hingga program belanja larut malam membuat pameran dagang Surabaya ini menjadi magnet konsumsi baru yang memperpanjang jam perputaran uang di kota.

Pameran Dagang Surabaya Dongkrak Penjualan UMKM 30 Persen

Mabell dan Kenaikan 30 Persen: Bukti Nyata Penjualan UMKM Meningkat

Dampak ekonomi Pekan Raya Jatim 2026 paling mudah terbaca dari kinerja pelaku usaha yang berani membuka angka. Produk olahan daging beku Mabell mencatat kenaikan penjualan lebih dari 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan target penjualan harian tercapai hingga hari kedelapan pameran. “Kalau dirata-ratakan, peningkatan sell out tahun ini di atas 30 persen dibandingkan tahun lalu,” ujar Agung Septian, Commercial Marketing Lead perusahaan tersebut. Ini bukan promosi kosong; ini adalah indikator bahwa traffic pengunjung benar-benar berubah menjadi transaksi. Operasional stan yang lebih ramai dan tercapainya target setiap hari menunjukkan desain acara yang efektif: lokasi strategis, arus pengunjung stabil, dan program promosi yang tepat sasaran. Ketika satu merek bisa tumbuh di atas 30 persen dalam hitungan hari, kita melihat bagaimana pameran dagang yang dirancang serius dapat bertindak sebagai akselerator penjualan UMKM dan pelaku usaha skala menengah.

Ekosistem UMKM dan Efek Berganda bagi Ekonomi Jawa Timur

Pekan Raya Jatim 2026 tidak berhenti pada transaksi di dalam hall. Penyelenggara secara eksplisit menyebut acara ini sebagai ruang promosi bagi usaha mikro, kecil, dan menengah, dengan dorongan pada kreativitas, produktivitas, dan inovasi pemasaran. Tujuannya jelas: memperluas jangkauan pasar dan mendukung perputaran ekonomi, khususnya di ekonomi Jawa Timur. Program seperti late night sale dengan jam operasional hingga tengah malam memberi kesempatan bagi pekerja yang baru selesai aktivitas harian untuk tetap berbelanja, sekaligus memperpanjang jam kerja sektor pendukung seperti transportasi dan kuliner sekitar. Di sisi lain, pernyataan penyelenggara bahwa kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan ekonomi adalah kunci membangkitkan roda perekonomian daerah menegaskan bahwa pameran ini bagian dari strategi pemulihan yang lebih luas, bukan acara seremonial tahunan belaka.

Momentum yang Jangan Disia-siakan

Jika tren kunjungan dan penjualan seperti yang dialami Mabell bertahan hingga penutupan, Pekan Raya Jatim 2026 layak disebut sebagai salah satu motor pemulihan ekonomi regional yang paling konkret tahun ini. Pameran yang digelar hingga 18 Oktober ini menaruh harapan pada tercapainya target lebih dari 270.000 pengunjung, sementara pelaku usaha berharap tren positif penjualan berlanjut sampai hari terakhir. Tantangannya, bagaimana pemerintah daerah dan penyelenggara mengunci momentum ini: menghubungkan pelaku UMKM dengan jaringan distribusi permanen, memperkuat promosi digital, dan menjadikan acara tahunan ini laboratorium inovasi penjualan, bukan sekadar festival diskon. Jika itu dilakukan, pameran dagang Surabaya ini bisa berkembang menjadi institusi ekonomi yang setiap tahun menyuntikkan optimisme, omzet, dan lapangan kerja baru bagi ekonomi Jawa Timur, jauh melampaui hiruk pikuk sebelas hari pameran.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!