Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mitos Telur Mentah untuk Demam Bayi yang Berujung Tragis

Mitos Telur Mentah untuk Demam Bayi yang Berujung Tragis
Minat|Pengetahuan Parenting

Ketika Mitos Mengalahkan Nalar: Telur Mentah dan Demam Bayi

Mitos telur mentah bayi adalah kepercayaan keliru bahwa memberi telur mentah pada bayi yang demam dapat menurunkan suhu tubuh dan mempercepat kesembuhan, padahal praktik ini berpotensi memicu tersedak, infeksi berat, dan kematian sehingga sama sekali tidak boleh dilakukan pada bayi baru lahir maupun bayi yang lebih besar. Di Sidoarjo, bayi berinisial A yang belum genap satu bulan meninggal dunia diduga usai diberi telur mentah oleh sang nenek pada Minggu (11/10/2026). Nenek memberikan telur mentah karena A mengalami demam dan berharap suhu tubuhnya turun setelah intervensi tradisional tersebut. Alih-alih membaik, kondisi A memburuk hingga harus dirawat intensif di ruang NICU RSUD dr Soetomo sejak Jumat (9/10/2026). Tiga hari dirawat, bayi A meninggal pada usia 28 hari pukul 07.10 WIB.

Apa yang Sebenarnya Terjadi pada Bayi A

Kronologi singkat kasus ini penting dipahami agar orang tua menyadari betapa berbahayanya mitos kesehatan bayi yang tidak berdasar. Bayi A mengalami demam, lalu sang nenek memberikan telur mentah dengan harapan suhu tubuh turun. Setelah itu, A mengalami kondisi kesehatan yang serius dan harus dibawa ke beberapa layanan kesehatan sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soetomo untuk perawatan intensif di NICU. Pihak rumah sakit menegaskan bahwa pasien telah diberi penanganan medis sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya. Humas rumah sakit menyatakan, “Bayi berinisial A meninggal pada pukul 07.10 WIB, saat berusia 28 hari”. Hingga kini belum ada keterangan medis yang menjelaskan hubungan sebab-akibat langsung antara dugaan pemberian telur mentah dan kematian bayi tersebut, tetapi rangkaian kejadiannya sudah cukup menjadi alarm keras bagi semua keluarga.

Demam Bayi Bukan Ruang Eksperimen Tradisi

Kasus A menunjukkan satu hal tegas: demam bayi penanganan yang tepat bukan dengan telur mentah bayi atau ramuan turun-temurun tanpa dasar ilmiah. Demam pada bayi baru lahir adalah sinyal darurat yang memerlukan evaluasi tenaga kesehatan, bukan percobaan resep keluarga. Dalam kasus ini, nenek memberikan telur mentah karena percaya mitos bahwa langkah itu bisa menurunkan demam. Hasilnya, bayi tidak membaik dan malah mengalami kondisi serius hingga harus dirawat di NICU. Keselamatan bayi seharusnya selalu mengalahkan rasa takut dianggap “tidak manut orang tua” atau “tidak menghargai tradisi”. Ketika tubuh bayi yang baru 28 hari saja belum kuat menghadapi infeksi biasa, memaksanya menelan makanan yang bahkan orang dewasa pun berisiko bila dikonsumsi mentah adalah bentuk kelalaian, meski niat awalnya adalah kasih sayang.

Mengakhiri Mitos dan Menguatkan Komunikasi Keluarga

Kisah A menyentuh sisi paling sensitif: banyak nenek dan pengasuh merasa sedang menolong ketika menerapkan mitos kesehatan bayi yang mereka yakini sejak lama. Namun, tanpa dialog terbuka, orang tua bisa tidak tahu bahwa bayi dicekoki sesuatu yang berbahaya, termasuk telur mentah bayi. Di kasus ini, informasi soal pemberian telur mentah bahkan pertama kali ramai di media sosial sebelum keluarga angkat bicara. Harapan semua pihak, “kejadian seperti ini tidak terulang lagi”. Itu hanya mungkin terjadi jika orang tua berani menetapkan aturan jelas: apa pun yang masuk ke mulut bayi harus sepengetahuan mereka dan sesuai anjuran tenaga kesehatan. Mengedukasi kakek-nenek bukan berarti menolak mereka, tetapi mengajak mereka menjadi bagian dari gerakan keselamatan bayi yang lebih modern dan berbasis ilmu.

Penutup: Demam Bayi Perlu Dokter, Bukan Telur Mentah

Pelajaran paling pahit dari kematian bayi A adalah bahwa satu keputusan keliru saat panik menghadapi demam bisa berujung kehilangan nyawa. Nenek A memberikan telur mentah dengan niat menolong, tetapi yang terjadi, bayi mengalami kondisi serius dan akhirnya meninggal setelah tiga hari perawatan intensif di rumah sakit rujukan. Walau hubungan sebab-akibat medis belum dijelaskan resmi, praktik ini jelas tidak punya tempat dalam penanganan demam bayi penanganan yang aman. Demam pada bayi baru lahir harus selalu dianggap darurat dan dibawa ke fasilitas kesehatan, bukan diobati dengan mitos. Orang tua perlu berani berkata “tidak” pada intervensi tradisional yang berisiko dan berkata “ya” pada konsultasi medis. Keselamatan bayi lebih penting daripada mempertahankan kebiasaan yang sudah terbukti berpotensi tragis.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!