Perbedaan utama ROG Xbox Ally X20 dan Ally X biasa ada pada layar, kontrol, kacamata AR, dan isi paket, bukan pada chipset. Kalau tujuanmu cuma main game PC secara handheld, Ally X biasa lebih masuk akal; X20 baru menarik kalau kamu memang ingin OLED yang lebih besar dan akan memakai R1. Harga resmi tercantum di rentang Rp45.999.000–Rp46.999.000 untuk X20 Bundle dan Rp16.999.000–Rp17.999.000 untuk Ally X biasa.
Halaman resmi menampilkan harga yang berbeda, jadi cek nominal sebelum membayar. Yang juga penting, X20 tidak mendapat lompatan performa utama: prosesor, RAM, SSD, dan kapasitas baterainya sama dengan Ally X biasa.
Apa yang berubah dari Ally X biasa?
Keduanya memakai AMD Ryzen AI Z2 Extreme dengan 8 core dan 16 thread, RAM 24GB LPDDR5X, SSD 1TB, serta baterai 80Wh. Jadi X20 bukan upgrade chipset dari Ally X 2025. Kalau yang kamu incar peningkatan FPS, harga bundel yang lebih mahal tidak otomatis menjanjikan game berjalan lebih lancar; perbedaan utamanya ada di panel, kontrol, dan barang bawaan.

Layar OLED atau IPS: apa bedanya?
Ally X biasa memakai panel IPS 7 inci FHD (1920 × 1080) 120Hz dengan kecerahan 500 nit. X20 memakai OLED 7,4 inci FHD 120Hz, 600 nit untuk SDR dan hingga 1.400 nit untuk HDR. Resolusi serta refresh rate tetap sama, jadi kenaikan dari 7 inci ke 7,4 inci bukan berarti detail lebih tajam atau gerakan lebih mulus. Pembeda yang lebih terasa adalah kontras OLED dan hitam yang lebih pekat, terutama pada game dengan suasana gelap.
Kalau kamu banyak bermain langsung di layar handheld, panel OLED merupakan upgrade yang terlihat setiap kali perangkat dipakai. Kalau layar utama yang kamu gunakan justru monitor atau TV, kelebihan panel bawaan X20 akan lebih jarang terasa.
Apakah kontrol dan bobotnya ikut berubah?
X20 membawa TMR Joysticks dan Transforming D-pad. D-pad tersebut bisa diatur untuk input 4 arah atau 8 arah, jadi lebih mudah disesuaikan untuk game yang sering memakai gerakan diagonal atau kombinasi arah. Perubahan ini menyasar rasa kontrol, bukan tenaga pemrosesan game; jangan membelinya dengan harapan FPS ikut naik.
Trade-off lain ada pada bobot: X20 tercatat 756 gram, sedangkan Ally X biasa 715 gram. Selisih 41 gram mungkin tidak terasa saat hanya memegangnya sebentar, tetapi tetap patut dipikirkan kalau kamu sering bermain lama sambil memegang perangkat. Detail lengkapnya bisa dibandingkan di spesifikasi X20 dan spesifikasi Ally X.
Apakah kacamata ROG XREAL R1 benar-benar berguna?
R1 Edition 20 memakai panel Sony Micro OLED 0,55 inci dengan resolusi 1920 × 1080 per mata dan refresh rate 120Hz. Angka 240Hz baru berlaku saat Frame Rate Boost aktif. Kacamata ini bisa menampilkan layar virtual hingga 171 inci pada jarak 4 meter dengan sudut pandang 57 derajat. Ukuran tersebut hanya terlihat oleh pemakai kacamata, bukan layar proyektor di dinding yang bisa ditonton bersama.

R1 bukan perangkat mandiri. Kacamata ini tersambung ke Ally X20 melalui USB-C, berbobot 91 gram, dan tidak memakai baterai terpisah. Buat saya, daya tariknya adalah layar pribadi yang terasa besar saat bermain di ruang sempit atau ketika TV sedang dipakai orang lain. Namun, layar virtual yang lebih lebar bukan berarti kualitas warnanya mengalahkan OLED handheld: saat memainkan Forza Horizon 5, warna merah di R1 tampak lebih pucat daripada di layar OLED Ally X20. Jadi, R1 lebih tepat dilihat sebagai cara memperbesar tampilan, bukan upgrade kualitas panel. Kalau kamu kurang nyaman memakai perangkat di wajah, tidak suka kabel yang tersambung ke handheld, atau sudah punya monitor besar, manfaatnya bisa kecil. Detailnya ada di spesifikasi ROG XREAL R1 dan contoh pemakaian game bisa dilihat pada hands-on R1 bersama Forza Horizon 5.
Berapa selisih harga dan apa saja isi paketnya?
Harga pengumuman X20 Bundle adalah Rp46.999.000, sedangkan ASUS Store mencantumkan Rp45.999.000. Untuk Ally X biasa, halaman spesifikasi mencantumkan Rp16.999.000 dan halaman produk Rp17.999.000. Karena laman resmi menampilkan angka berbeda, cocokkan harga akhir sebelum membeli; tabel ini menunjukkan rentang yang tercantum, bukan satu harga yang pasti berlaku di semua kanal.
| Produk | Harga resmi yang tercantum | Cocok untuk | Kekurangan |
|---|---|---|---|
| ROG Xbox Ally X 2025 | Rp16.999.000–Rp17.999.000 | Gamer yang ingin performa handheld serupa tanpa kacamata AR | Layar IPS 7 inci, bukan OLED 7,4 inci |
| ROG Xbox Ally X20 Bundle | Rp45.999.000–Rp46.999.000 | Pengguna yang memang ingin OLED, kontrol X20, dan aksesori bundel | Jauh lebih mahal bila kacamata AR jarang dipakai |
Jika dibandingkan dari angka yang tercantum, jarak harga kedua paket sekitar Rp28.000.000–Rp30.000.000. Selisih sebesar itu perlu dinilai dari barang yang benar-benar akan kamu pakai, bukan hanya dari sebutan edisi khusus. X20 menawarkan layar OLED, kontrol yang diperbarui, kacamata AR, dan aksesori tambahan, tetapi tidak membawa prosesor, RAM, SSD, atau baterai yang lebih besar.
Apa saja yang masuk dalam bundel?
Di luar handheld dan R1, isi paket X20 mencakup beberapa aksesori yang berguna kalau memang akan dibawa dan dipakai:
- Pelican Protector Case untuk membawa dan melindungi perangkat.
- dbrand Killswitch dengan kickstand, skin bermotif sirkuit, travel cover, dan stick grips.
- Adaptor daya 68W serta PC Game Pass untuk PC selama tiga bulan.
Bonus jam tangan G-Shock edisi 20 tahun ROG juga disebutkan, tetapi persediaannya terbatas. Buat sebagian pembeli, case dan pelindung tambahan bisa berguna untuk membawa handheld; bagi yang sudah punya aksesori atau tidak tertarik pada kacamata AR, banyak isi bundel ini mungkin bukan alasan kuat untuk membayar selisihnya.

Kalau kamu akan menggunakan kacamata dan pelindungnya, aksesori itu memang memberi fungsi tambahan. Tapi saya tidak akan menyamakan daftar isi paket dengan nilai uang yang otomatis kembali. Pembanding yang paling fair tetap: apakah kamu membutuhkan semua barang itu, atau hanya ingin handheld dengan chip yang sama?
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah X20 lebih kencang daripada Ally X biasa?
Tidak ada peningkatan chipset utama: Ryzen AI Z2 Extreme, RAM 24GB, SSD 1TB, dan baterai 80Wh sama. Upgrade X20 ada pada layar OLED, kontrol TMR, D-pad yang bisa diubah, serta aksesori bundel.
Apakah layar 171 inci bisa dilihat bersama?
Tidak. Itu ukuran layar virtual yang dilihat melalui kacamata pada jarak 4 meter, bukan gambar proyektor yang muncul di dinding. Orang lain tidak bisa ikut melihatnya tanpa memakai perangkat yang menampilkan layar tersebut.
Apakah kacamata R1 bisa dipakai tanpa handheld?
Tidak sebagai perangkat mandiri. R1 perlu disambungkan melalui USB-C ke handheld atau perangkat kompatibel yang menjadi sumber gambar.
Kalau saya yang memilih
Kalau saya hanya mencari handheld Windows untuk game PC, saya akan memilih Ally X biasa dan menyimpan selisihnya untuk game atau aksesori yang memang dibutuhkan. Chip, RAM, SSD, dan baterai utamanya sama; karena itu, tambahan biaya Rp28.000.000–Rp30.000.000 sulit dibenarkan kalau kacamata AR hanya akan dicoba sesekali.
X20 lebih cocok kalau layar OLED 7,4 inci memang jadi prioritas, kontrol barunya sesuai dengan jenis game yang dimainkan, dan R1 akan rutin dipakai sebagai layar pribadi. Singkatnya, Ally X biasa lebih rasional untuk pemain yang hanya perlu handheld, sedangkan X20 adalah paket premium untuk orang yang punya alasan jelas memakai layar dan aksesori tambahannya.

![Jual [READY STOCK] ASUS ROG XBOX Ally X20 Bundle with XREAL R1 Edition 20 AR Glasses | Shopee Indonesia](https://img2.kuybeli.com/product/2026/11/03/09973dd8-31e3-435d-ab91-80e9ac5ac4bf.jpg)





