Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gerakan Makan Ikan Masif Mengubah Kebiasaan Konsumsi Keluarga

Gerakan Makan Ikan Masif Mengubah Kebiasaan Konsumsi Keluarga
Minat|Memasak

Gemarikan: Dari Kampanye Gizi Menjadi Gerakan Gaya Hidup

Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) adalah program gemarikan ikan yang mendorong keluarga dan komunitas menjadikan konsumsi ikan sehat sebagai kebiasaan sehari-hari melalui sosialisasi, edukasi gizi, dan contoh menu berbasis ikan, dengan tujuan membangun generasi yang tumbuh optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di berbagai wilayah. Di Sampang, Ketua TP PKK sekaligus Ketua Forikan, Evi Slamet Junaidi, mengajak ibu rumah tangga menjadikan ikan sebagai menu wajib di meja makan keluarga, tanpa memandang besar kecilnya anggaran. Pesannya tegas: pemenuhan gizi anak adalah investasi jangka panjang, sehingga pilihan lauk bukan sekadar soal selera, melainkan arah masa depan generasi. Sikap ini menunjukkan bahwa gerakan makan ikan bukan kampanye seremonial, tetapi upaya mengubah pola pikir konsumsi dari “asal kenyang” menjadi “sadar gizi” yang berpusat pada ikan sebagai sumber protein utama.

Gerakan Makan Ikan Masif Mengubah Kebiasaan Konsumsi Keluarga

Sekolah Sebagai Arena Strategis Gerakan Makan Ikan

Jika di Sampang pusat perubahan diletakkan di meja makan keluarga, di Jakarta Utara pemerintah memilih ruang kelas sebagai front line gerakan makan ikan. Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian setempat menggencarkan program gemarikan ikan dengan menyasar 2.000 siswa TK dan SD di enam kecamatan. Pemerintah tidak hanya datang membawa ceramah, tetapi 2.000 paket makanan olahan ikan: 1.000 paket berisi katsu ikan, bakso ikan, dan bandeng presto untuk siswa SD, dan 1.000 paket fish katsu untuk anak TK/PAUD yang dijadwalkan dibagikan pada 29 September 2026. "Program ini diharapkan dapat membangun kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting," kata Riyadi Akbar, menegaskan bahwa konsumsi ikan sehat di bangku sekolah adalah strategi gizi, bukan sekadar kegiatan hiburan.

PKK, Dinas Pangan, dan Komunitas: Koalisi Ketahanan Pangan

Kekuatan gerakan makan ikan terletak pada jejaring sosial yang memayunginya. Di Sampang, TP PKK, Forikan, kader masyarakat, dan pelaku usaha disebut sebagai mitra yang harus bersinergi untuk meningkatkan angka konsumsi ikan dan kualitas sumber daya manusia. Di Jakarta Utara, penentuan sekolah sasaran dilakukan melalui koordinasi Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama dan Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II. Pola kolaborasi lintas institusi ini menunjukkan bahwa pemerintah melihat ikan sebagai fokus ketahanan pangan masyarakat: bukan komoditas dagang yang habis di pasar, tetapi bahan pangan yang seharusnya kembali ke piring keluarga. Dengan melibatkan struktur formal (dinas, sekolah) dan struktur sosial (PKK, komunitas), program gemarikan ikan mengikat isu gizi dengan tata kelola lokal, sehingga pesan konsumsi ikan sehat menyebar lebih merata.

Ikan Sebagai Simbol Gizi Keluarga dan Investasi Masa Depan

Ada satu benang merah yang terus diulang: ikan adalah sumber protein hewani dengan asam amino esensial yang penting bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Di Sampang, Evi menegaskan bahwa ikan mendukung lahirnya generasi sehat, cerdas, dan berkualitas. Di Jakarta Utara, konsumsi ikan dikaitkan langsung dengan upaya menurunkan stunting. Pemerintah dan TP PKK memilih ikan sebagai ikon gizi keluarga karena posisinya unik: relatif mudah diolah, tersedia di banyak daerah pesisir, dan bisa diolah menjadi pepes, nugget, siomay, bahkan bakso ikan yang dekat dengan selera anak. Dengan menjadikan ikan sebagai wajah konsumsi pangan bergizi di tingkat rumah tangga, program ini menggeser narasi lauk pauk dari "mewah" atau "murah" menjadi "bernilai bagi tumbuh kembang".

Tantangan: Dari Paket Ikan ke Pola Makan Sehari-hari

Keberhasilan gerakan makan ikan tidak diukur dari banyaknya paket olahan yang dibagikan, tetapi dari seberapa jauh kebiasaan baru bertahan di dapur keluarga. Pemerintah Jakarta Utara menegaskan bahwa kegiatan berbagi paket ikan adalah pintu edukasi: orang tua diberi pemahaman cara mengolah ikan menjadi menu menarik agar konsumsi ikan tidak berhenti pada acara Gemarikan, tetapi menjadi bagian pola makan sehari-hari. Di Sampang, peringatan penting muncul: masyarakat pesisir jangan menjadikan ikan hanya komoditas untuk dijual; manfaatnya harus kembali ke keluarga dalam bentuk konsumsi bergizi. Tantangannya jelas: mengubah budaya menjual menjadi budaya menyimpan sebagian untuk dimakan, dan mengatasi kebosanan anak lewat kreativitas olahan. Tanpa perubahan perilaku ini, program gemarikan ikan berisiko berhenti sebagai agenda tahunan, bukan gerakan berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!