Verdict Singkat: Flagship Serius dengan Fokus Privasi dan Fotografi
Samsung Galaxy S26 Ultra adalah smartphone flagship dengan fitur unggulan Privacy Display, sistem kamera beresolusi tinggi, performa chipset Snapdragon kelas atas, serta integrasi S Pen untuk produktivitas dan kreativitas sehari-hari, yang dirancang untuk pengguna profesional maupun kasual yang mengutamakan keamanan tampilan dan kemampuan fotografi mobile.
Kesimpulan langsung: Galaxy S26 Ultra adalah upgrade menarik tetapi bukan lompatan besar di semua sisi. Privacy Display terasa seperti fitur bintang yang benar-benar mengubah cara memakai layar di ruang publik, sementara Samsung Galaxy S26 Ultra kamera tetap andal meski tidak lagi otomatis memimpin kelasnya. Dengan harga resmi di kisaran Rp 24.499.000 sampai Rp 31.999.000, ini jelas perangkat premium yang menuntut alasan kuat sebelum dibeli. Buat pengguna S25 Ultra, peningkatannya terasa lebih seperti penyempurnaan halus daripada revolusi, terutama jika Anda tidak peduli pada fitur privasi layar.
Kelebihan
- Privacy Display fitur paling berbeda, membuat layar samar dari sudut tertentu untuk menjaga privasi konten.
- Kamera utama menghasilkan foto dan video tajam dengan noise lebih terkontrol di kondisi minim cahaya.
- Performa Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy memberi lonjakan skor multi-core hingga sekitar 11.000 di Geekbench.
- Desain lebih tipis dan sedikit lebih ringan, dengan bodi lebih membulat yang nyaman digenggam.
Kekurangan
- Viewing angle dan brightness layar turun dibanding Galaxy S25 Ultra akibat kompromi teknologi Privacy Display.
- Upgrade kamera flagship lebih banyak di aperture, bukan sensor baru; kompetisi Android lain mulai menyusul.
- Harga melonjak dibanding generasi sebelumnya, membuat value terasa lebih sempit untuk sebagian besar pengguna.
Privacy Display: Keamanan Layar yang Nyata, dengan Kompromi Nyata
Privacy Display fitur adalah alasan utama Galaxy S26 Ultra terasa berbeda dari flagship lain. Teknologi ini membuat tampilan layar menjadi samar ketika dilihat dari sudut tertentu, sehingga orang di samping Anda hanya melihat semacam kabut warna, bukan isi pesan atau aplikasi. Fitur ini bisa diaktifkan atau dimatikan manual, termasuk lewat shortcut dengan menekan tombol power dua kali, sehingga praktis dipakai saat Anda berpindah dari ruang privat ke area publik.
Yang lebih menarik, Privacy Display dapat diatur aktif otomatis untuk aplikasi tertentu: perbankan, chat, media sosial, hingga aplikasi investasi. Bahkan notifikasi, PIN di lock screen, dan bagian menu pengaturan bisa dibuat samar hanya dari sudut pandang luar. Dalam praktik sehari-hari, ini ideal untuk pekerja kantoran di ruang terbuka atau sering kerja di kafe. Namun ada konsekuensi: viewing angle ketika fitur dimatikan tidak sebaik Galaxy S25 Ultra dan tingkat brightness terasa sedikit turun. Ini berarti pengalaman menonton film atau bermain gim di luar ruangan tidak seterang generasi sebelumnya. Jadi, keamanan layar di sini dibayar dengan sedikit penurunan kenyamanan visual.
Review Fotografi Mobile: Kamera Andal, tapi Bukan Lagi Raja
Secara konfigurasi, upgrade kamera flagship di Galaxy S26 Ultra lebih fokus pada peningkatan aperture ketimbang resolusi sensor. Kamera utama 200 MP kini memakai aperture f/1.4, lebih besar dari f/1.7 di Galaxy S25 Ultra. Kamera periscope telephoto juga mendapat aperture f/2.9 dibanding f/3.4, membuat foto zoom di malam hari lebih terang dan detail. Dalam pemakaian, bukaan yang lebih besar berarti kamera bisa menangkap lebih banyak cahaya, dan hasilnya terasa terutama ketika merekam video di kondisi minim cahaya: noise lebih terkendali dan detail lebih baik dibanding pendahulunya.
Untuk fotografi mobile sehari-hari, Samsung Galaxy S26 Ultra kamera utama tetap menghasilkan foto dan video tajam, dengan dynamic range luas yang cocok untuk street photography atau dokumentasi perjalanan. Zoom 10x masih bisa diandalkan untuk memotret panggung konser atau bangunan jauh, sementara kamera depan 12 MP sanggup merekam video 4K 60 fps yang stabil untuk vlog dan video call. Namun, sektor kamera ini tetap mendapat banyak catatan: kemampuan zoom, kualitas kamera depan, dan transisi antar lensa saat perekaman video masih punya ruang perbaikan. Di saat kompetitor Android lain agresif, Galaxy S26 Ultra kini lebih berada di posisi “aman dan stabil”, bukan lagi nomor satu yang jelas unggul.
Desain, S Pen, dan Performa: Penyempurnaan, Bukan Revolusi
Di sisi desain, Galaxy S26 Ultra tetap terasa premium: frame metal, kaca belakang Corning Gorilla Glass Victus 2, dan layar depan Gorilla Glass Armor 2. Bedanya, karakter bodi kini lebih membulat dibanding generasi sebelumnya yang sangat kotak, membuatnya terasa lebih menyatu dengan lini Galaxy S26 lain dan lebih nyaman digenggam lama. Ketebalan turun menjadi sekitar 7,9 mm dengan berat 214 gram, sedikit lebih tipis dan ringan dibanding S25 Ultra yang 8,2 mm dan 218 gram. Rangka kini memakai Armor Aluminum, bukan titanium, sehingga masih kokoh meski sedikit menurunkan kesan super-premium.
S Pen tetap terintegrasi di bodi, mendukung catatan cepat, menggambar, hingga mengedit dokumen, menjadikannya alat kerja dan kreatif yang serius. Di dapur pacu, peningkatan performa menjadi salah satu aspek paling mencolok: chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 for Galaxy dengan NPU lebih kuat memberi lonjakan skor multi-core Geekbench hingga sekitar 11.000, naik dari 9.700 di S25 Ultra. Dalam aktivitas harian, ini berarti editing foto berat, perekaman 8K, hingga gaming kelas atas berjalan lebih mulus. Dukungan RAM hingga 16 GB untuk varian 1 TB membuatnya siap sebagai perangkat kerja utama, terutama dipadukan dengan fitur seperti Samsung DeX, Wi-Fi 7, NFC, dan 5G. Secara keseluruhan, performa memenuhi ekspektasi flagship untuk pengguna profesional maupun kasual.
Harga dan Pesaing: Masih Masuk Akal atau Terlalu Mahal?
Harga Samsung Galaxy S26 Ultra berkisar antara Rp 24.499.000 hingga Rp 31.999.000, sementara Galaxy S25 Ultra berada di rentang Rp 20.999.000 sampai Rp 26.999.000. Dengan selisih tersebut, pertanyaannya bukan sekadar “apakah S26 Ultra bagus?”, tetapi “apakah upgrade yang Anda dapat sebanding dengan tambahan harga?”. Anda mendapatkan Privacy Display unik, peningkatan aperture kamera, desain lebih nyaman, performa lebih kencang, serta opsi RAM hingga 16 GB.
Di sisi lain, beberapa hal mundur sedikit: viewing angle dan brightness layar kalah dari S25 Ultra, rangka tidak lagi titanium, dan kamera, meski kuat, mulai menghadapi persaingan ketat dari smartphone Android lain. Dalam konteks review fotografi mobile, S26 Ultra adalah perangkat yang sangat bisa diandalkan, tetapi bukan satu-satunya pilihan bagi pemburu kualitas gambar. Bagi banyak pengguna, S25 Ultra atau flagship pesaing mungkin menawarkan value lebih menarik jika fitur seperti Privacy Display dan S Pen bukan prioritas utama Anda.
Buy if / Skip if
- Buy the Samsung Galaxy S26 Ultra if Anda sering bekerja atau beraktivitas di ruang publik dan ingin keamanan visual ekstra berkat Privacy Display fitur.
- Skip the Samsung Galaxy S26 Ultra if Anda sudah memakai Galaxy S25 Ultra dan tidak merasa perlu peningkatan kecil di kamera, desain, serta performa.
- Buy the Samsung Galaxy S26 Ultra if Anda fotografer atau konten kreator yang butuh kombinasi upgrade kamera flagship, S Pen, dan performa tinggi untuk editing di ponsel.
- Skip the Samsung Galaxy S26 Ultra if Anda sensitif terhadap viewing angle dan brightness layar, terutama untuk menonton dan gaming di luar ruangan.
- Buy the Samsung Galaxy S26 Ultra if Anda mencari satu perangkat utama untuk kerja dan hiburan dengan dukungan S Pen, DeX, RAM besar, dan penyimpanan hingga 1 TB.
- Skip the Samsung Galaxy S26 Ultra if anggaran Anda terbatas dan Anda ingin value terbaik per rupiah, bukan fitur privasi layar yang sangat spesifik.







