Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Rekening Gratis untuk 25,16 Juta Warga Ditargetkan Meluncur Akhir 2026

Rekening Gratis untuk 25,16 Juta Warga Ditargetkan Meluncur Akhir 2026
Minat|Asia Tenggara

Akses rekening bagi warga yang belum terlayani

Program rekening gratis adalah inisiatif pemerintah untuk memberi warga dewasa yang belum memiliki rekening bank akses ke rekening baru dengan saldo awal, sebagai langkah memperluas kepemilikan rekening dan inklusi keuangan. Program satu orang satu rekening ini masih dalam tahap pematangan, tetapi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan pelaksanaannya selesai sebelum 2026 berakhir. Sasaran 25,16 juta warga desil 1–4 berusia di atas 17 tahun membuat program ini berpotensi menjangkau kelompok yang paling membutuhkan akses ke layanan keuangan.

Kebutuhannya nyata: sekitar 25 juta orang dewasa berusia di atas 17 tahun belum memiliki rekening bank. Karena itu, kebijakan ini layak dinilai dari kemampuannya membuka akses yang bisa dipakai, bukan hanya dari jumlah rekening yang berhasil dibuat. Rekening baru dapat mempermudah penerimaan dan pengelolaan uang, tetapi manfaatnya akan terbatas bila pemiliknya tidak mendapat informasi yang jelas tentang cara menggunakan rekening dengan aman.

Rekening Gratis untuk 25,16 Juta Warga Ditargetkan Meluncur Akhir 2026

Anggaran dan peran bank pelaksana

Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun dan saldo awal Rp50 ribu untuk setiap rekening dalam program ini. Skala sasaran yang besar membuat ketepatan pendataan penting: anggaran harus benar-benar menjangkau warga yang memenuhi kriteria, tanpa rekening ganda atau penerima yang keliru. Sebelumnya, proyeksi anggaran disebut sempat berubah dari Rp11 triliun menjadi Rp3,8 triliun sebelum ditetapkan Rp1,28 triliun. Perubahan itu memperkuat alasan agar pemerintah terbuka mengenai dasar perhitungan dan rincian pelaksanaannya.

BRI dan Bank Syariah Indonesia disiapkan sebagai penyedia rekening massal, sementara pendataan calon penerima dilakukan berdasarkan DTSEN. Dukungan kedua bank memberi program kapasitas untuk menjangkau banyak orang, tetapi keberhasilan tidak cukup ditentukan oleh pembukaan rekening. Proses verifikasi, kemudahan aktivasi, dan akses layanan setelah rekening dibuat juga perlu diperhatikan. Bagi penerima, rekening BRI BSI hanya akan bernilai bila mudah diakses dan tidak berhenti sebagai nomor rekening tanpa penggunaan.

Target tinggi, persiapan perlu terukur

Pemerintah membidik kenaikan inklusi keuangan dari 93 persen menjadi 99 persen melalui program ini. Target tersebut memberi arah yang jelas, tetapi jumlah rekening baru bukan ukuran keberhasilan yang memadai. Pemerintah perlu memastikan penerima mengetahui cara memakai rekening, memahami keamanan transaksi, serta bisa mengakses layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tanpa pendampingan dan proses yang sederhana, pembukaan rekening berisiko menjadi capaian administratif, bukan perubahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Peluncuran ditargetkan pada akhir 2026, sementara program masih dimatangkan dan data calon penerima sedang disiapkan oleh BRI dan BSI berdasarkan DTSEN. Artinya, jadwal yang diumumkan masih bergantung pada kesiapan pendataan dan pelaksanaan. Pemerintah sebaiknya menjelaskan bagaimana warga dapat mengetahui status kelayakan, kapan rekening diaktifkan, dan apa yang perlu dilakukan jika data mereka tidak sesuai. Kejelasan seperti itu akan lebih berarti bagi calon penerima daripada target besar semata.

Pada akhirnya, program satu rekening punya tujuan yang tepat: menjangkau jutaan warga yang belum memiliki rekening dan memperluas akses keuangan. Namun, sasaran 25,16 juta orang hanya akan bermakna bila anggaran digunakan tepat, prosesnya mudah, dan rekening benar-benar dapat dipakai. Menjelang akhir 2026, ukuran keberhasilan semestinya bukan sekadar berapa rekening dibuka, melainkan berapa banyak warga yang memperoleh akses keuangan yang berguna dan berkelanjutan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!