Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

55 Karya Desain Dunia di SaloneSatellite Permanent Collection di IDD PIK2

55 Karya Desain Dunia di SaloneSatellite Permanent Collection di IDD PIK2
Minat|Desain Interior

SaloneSatellite Permanent Collection: Arsip Desain Global Mendarat di IDD PIK2

SaloneSatellite Permanent Collection adalah koleksi kuratorial yang menghimpun ratusan prototipe dan produk dari desainer muda yang tampil di SaloneSatellite, bagian khusus dari Salone del Mobile.Milano, untuk mendokumentasikan perjalanan gagasan desain sejak tahap eksperimen hingga diakui sebagai ikon desain kontemporer, dan kini untuk pertama kalinya dipresentasikan dalam format pameran di IDD PIK2.

Datangnya SaloneSatellite Permanent Collection Exhibition 1998–2026 ke Indonesia Design District PIK2 adalah pernyataan keras: ekosistem desain lokal sudah cukup matang untuk berdialog langsung dengan panggung global. Sebanyak 55 karya terpilih dari total 415 objek koleksi dipamerkan di Townhall IDD PIK2 pada 18 September hingga 18 Oktober 2026, dalam sebuah pameran yang berlangsung selama sebulan penuh. Di luar format pameran, pesan simboliknya jelas: desainer lokal tidak lagi berada di pinggir, melainkan berada di tengah arus gagasan dunia. Ini bukan sekadar pameran desain Indonesia, tetapi sebuah uji nyali dan kepercayaan diri bagi seluruh pelaku industrinya.

55 Karya Desain Dunia di SaloneSatellite Permanent Collection di IDD PIK2

55 Karya, 27 Tahun, Satu Narasi Besar Desain Kontemporer

Pameran ini menampilkan 55 karya desain terpilih dari 415 objek yang selama hampir tiga dekade dikumpulkan sebagai SaloneSatellite Permanent Collection. Ini bukan seleksi acak, melainkan potret kuratorial tentang bagaimana ide liar di meja gambar berevolusi menjadi produk manufaktur, diproduksi massal, lalu mengukuhkan diri sebagai bagian dari perkembangan desain kontemporer dunia. Sejak 2018, koleksi ini disimpan di Artwood Academy, Lentate sul Seveso, kawasan Brianza, Italia, sebelum melakukan tur internasional terbaru.

Jakarta menjadi destinasi internasional ketiga pameran ini setelah Hong Kong dan Italian Pavilion pada Expo Osaka, sekaligus pemberhentian pertama dalam rangkaian tur terbaru Salone del Mobile.Milano. "Salone del Mobile sudah 64 tahun mengadakan pameran desain terbesar di dunia dan menjadi kiblat untuk industri desain," ujar CEO IDD PIK2, Ipeng Widjojo. Ketika kiblat itu memutuskan untuk mampir, membawa karya desain dunia ke satu distrik yang masih muda, jelas ada kepercayaan bahwa konteks lokal siap memberi respons yang setara, bukan sekadar menjadi penonton pasif.

Indonesia Design District PIK2: Dari Distrik Ritel ke Hub Ekosistem Desain

Indonesia Design District PIK2 bukan sekadar pusat ritel desain; dengan area 32 ribu meter persegi dan mayoritas tenant yang bergerak di bidang desain, IDD sudah membangun ekosistemnya sendiri selama sekitar tiga tahun. Kolaborasi antara toko, desainer lokal, dan desainer luar menjadikannya titik temu yang logis ketika Salone del Mobile.Milano memutuskan menggelar SaloneSatellite Permanent Collection di sini. Pameran ini sekaligus menjadi salah satu program utama Indonesia Design Week, mengikat agenda lokal dengan ritme kalender desain global.

Kehadiran pameran desain internasional bergengsi di IDD PIK2 menggeser standar pameran desain Indonesia: bar naik, ekspektasi pun ikut naik. Menurut Ipeng Widjojo, menghadirkan Salone del Mobile.Milano melalui Indonesia Design Week akan membantu memperkuat ekosistem desain di dalam negeri. Di sinilah IDD bergerak dari sekadar tempat jual beli furnitur dan produk desain menuju peran yang lebih strategis sebagai hub pertukaran pengetahuan, jejaring, dan peluang. Ia membuka kontak langsung dengan jaringan global yang sebelumnya hanya dapat dicapai melalui perjalanan ke Milan.

Panggung untuk Talenta Muda: Akses Langsung ke Ekosistem Desain Internasional

SaloneSatellite sejak 1998 dirancang sebagai panggung bagi desainer muda berusia di bawah 35 tahun untuk memperkenalkan gagasan dan karya mereka. Di Milan, ajang ini mempertemukan ide-ide baru dengan industri, menghubungkan prototipe dengan produsen, dan mengarsipkan perjalanan tersebut melalui SaloneSatellite Permanent Collection. Ketika arsip ini tiba di IDD PIK2, pesan implisitnya kepada desainer muda lokal jelas: inilah standar global yang harus dikejar, tetapi juga pintu yang kini sedikit lebih terbuka bagi mereka.

Founder sekaligus Kurator SaloneSatellite, Marva Gricin Wilshire, mengaku terkesan dengan perkembangan ekosistem desain di Jakarta dan tingginya minat terhadap desain Italia. Di sisi lain, Ipeng Widjojo berharap ekosistem yang dibangun melalui IDD PIK2 tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran; ia membayangkan karya dan desainer lokal bisa masuk ke katalog produsen besar dunia. Ini bukan ambisi kosong: dengan pameran desain Indonesia yang terhubung langsung ke Salone del Mobile, peluang kolaborasi, residensi, hingga produksi massal jadi lebih masuk akal ketimbang sebelumnya.

Dampak Jangka Panjang: Dari Pameran Sebulan ke Strategi Ekosistem

Pameran sebulan, dari 18 September hingga 18 Oktober, mungkin terdengar singkat untuk sebuah agenda besar. Namun dampak simbolik dan strukturalnya berpotensi panjang. Kehadiran 55 karya desain dunia yang memuat perjalanan dari eksperimen hingga ikon membuka ruang pembelajaran yang konkret tentang bagaimana sebuah produk dapat lahir, diuji, lalu diterima pasar global. Ini jenis referensi yang sulit digantikan hanya dengan menonton dokumentasi atau membaca katalog.

Pertanyaannya kini bukan lagi apakah ekosistem desain lokal siap, melainkan apakah para pelakunya berani mengklaim kursi di meja global. Pameran ini sudah menghapus sebagian besar jarak: Salone del Mobile tidak lagi sekadar "di sana". Tugas berikutnya adalah mengawal agar momentum ini berlanjut menjadi program terstruktur—mulai dari mentoring, residensi, hingga pengarsipan karya lokal—sehingga mimpian Ipeng tentang nama dan karya desainer lokal masuk ke katalog produsen terbesar di dunia menjadi rencana, bukan sekadar harapan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!