Penerus C85 dengan fokus pada daya tahan
POCO C95 Pro adalah ponsel kelas pemula penerus POCO C85 yang mengutamakan baterai tahan lama, layar besar, dan fitur praktis untuk pemakaian harian, bukan performa kelas atas. POCO memperkenalkannya pada akhir Oktober 2026, dengan harga POCO C95 Pro mulai Rp3.299.000 untuk varian 6/128 GB; konfigurasi 8/256 GB dibanderol Rp3.999.000. Posisi ini terasa jelas: ponsel ditujukan bagi orang yang ingin mengurangi frekuensi mengisi daya dan menikmati konten di layar lega. Baterai 7.500 mAh serta panel 120Hz menjadi alasan terkuat untuk meliriknya, sementara kompromi pada resolusi dan tenaga perlu dipertimbangkan sebelum membeli. Penjualan perdana dijadwalkan pada 9 November 2026 pukul 10.00 WIB.

Baterai dan layar: unggul untuk pemakaian panjang
Baterai POCO C95 Pro berkapasitas 7.500 mAh, mendukung pengisian kabel 45W dan reverse charging 22,5W. POCO mengklaim daya tersebut dapat memutar video hingga 28 jam atau musik sampai 91 jam. Kapasitas besar berarti lebih sedikit kecemasan soal mencari stopkontak, dan kemampuan mengisi perangkat lain dapat berguna saat bepergian. Namun, pengisian penuh yang diklaim memerlukan sekitar 96 menit, sedangkan bobot 232 gram membuat ponsel ini terasa berat untuk sebagian pengguna. Layar IPS LCD 6,9 inci dengan refresh rate adaptif 120Hz terasa lapang untuk membaca, menonton, dan menggulir media sosial. Kekurangannya nyata: resolusi hanya HD+ 1.600 x 720 piksel. Jadi, gerakan memang lebih mulus, tetapi ketajaman gambar bukan keunggulannya. Kecerahan mencapai 825 nit dalam mode HBM, dengan Gorilla Glass 7i dan teknologi Wet Touch.

Performa dan kamera cukup untuk kebutuhan dasar
Spesifikasi POCO C95 Pro mencakup MediaTek Helio G91-Ultra, RAM LPDDR4X, dan penyimpanan eMMC 5.1, dengan pilihan memori 6/128 GB atau 8/256 GB. Kombinasi ini lebih cocok untuk pesan, penelusuran web, media sosial, dan permainan ringan daripada gim berat dengan grafis tinggi. Jangan membeli ponsel ini dengan harapan dapat menjalankan gim modern pada pengaturan maksimal dengan mulus. Kamera utama 50 MP dengan bukaan f/1.8 dan PDAF terdengar menarik di lembar spesifikasi, tetapi angka megapiksel saja tidak menjamin hasil foto unggul; kamera ini lebih masuk akal dinilai sebagai alat dokumentasi harian. Fitur Dual Video menambah pilihan rekaman, sementara NFC, jack audio 3,5 mm, speaker stereo, dan sensor sidik jari samping memberi manfaat praktis. Catatan lain: perangkat ini hanya mendukung 4G, tanpa 5G dan eSIM.

Siapa yang sebaiknya memilihnya?
Kelebihan POCO C95 Pro paling terasa bagi pelajar, pekerja lapangan, pengemudi daring, atau orang tua yang membutuhkan ponsel awet untuk komunikasi, media sosial, dan hiburan. Baterai jumbo, layar luas dengan refresh rate tinggi, pengisian 45W, reverse charging, serta perlindungan Gorilla Glass 7i membentuk paket praktis yang kuat. Sebaliknya, bobot 232 gram, resolusi HD+, chipset yang bukan untuk gim berat, dan konektivitas 4G menunjukkan batas komprominya. Jika prioritas Anda adalah layar tajam, fotografi yang lebih meyakinkan, atau performa gim berat, pertimbangkan ponsel lain dengan anggaran sedikit lebih tinggi. Kesimpulannya, POCO C95 Pro layak untuk pembeli yang mengutamakan daya tahan dan kenyamanan layar besar, tetapi bukan pilihan terbaik bagi mereka yang mengejar kualitas visual atau tenaga.
Kelebihan
- Baterai 7.500 mAh dengan pengisian 45W dan reverse charging 22,5W.
- Layar 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz, Wet Touch, dan Gorilla Glass 7i.
- NFC, speaker stereo, dan jack audio 3,5 mm.
Kekurangan
- Resolusi layar hanya HD+ meski ukurannya besar.
- Helio G91-Ultra kurang cocok untuk gim berat.
- Bobot 232 gram dan hanya mendukung jaringan 4G.







