Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

TUMI Alpine Chalet: Pegunungan Alpen di Jantung Jakarta

TUMI Alpine Chalet: Pegunungan Alpen di Jantung Jakarta
Minat|Rilis Tren

Alpine Chalet di Mal: Ketika Tas Travel Fungsional Menjadi Pengalaman

TUMI Alpine Chalet adalah pop-up Jakarta bertema Pegunungan Alpen yang menghadirkan koleksi Fall Winter 2026 dalam ruang imersif, memadukan interior chalet hangat, elemen gondola ski, dan atmosfer mountain retreat dengan tas travel fungsional yang dirancang untuk mobilitas modern dan semangat eksplorasi, sehingga pengunjung tidak sekadar melihat produk, tetapi merasakan narasi perjalanan yang menginspirasi dari satu sudut ke sudut lain.

Inti dari Alpine Chalet ini sederhana: TUMI ingin membuktikan bahwa tas perjalanan tidak lagi cukup hanya kuat dan tahan lama, tetapi perlu bercerita. Berlokasi di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, pop-up ini hadir 2–20 September sebagai panggung fisik bagi koleksi Fall Winter 2026 yang terinspirasi perjalanan menuju Pegunungan Alpen. Di era di mana travel adalah perpanjangan identitas, pendekatan ini terasa tepat. Alih-alih lembar katalog datar, pengunjung diajak masuk ke dunia yang menempatkan fungsi, gaya, dan pengalaman dalam satu tarikan ritsleting.

Interior Chalet, Langit Penuh Bintang, dan Gondola di Tengah Kota

Begitu melangkah ke TUMI Alpine Chalet, kesan pertama jelas: ini bukan sekadar pop-up, melainkan set film liburan musim dingin yang bisa disentuh. Elemen kayu gelap, pencahayaan yang menyerupai langit malam bertabur bintang, hingga bay windows di area lounge membangun ilusi mountain retreat di tengah hiruk pikuk mal. Gondola ski yang ditempatkan di luar chalet menjadi simbol visual paling kuat—seolah mengundang pengunjung untuk membayangkan diri meluncur di lereng Alpen, dengan koper atau backpack TUMI sebagai teman setia.

TUMI juga menambahkan detail yang menegaskan konsep: Ski Lockers untuk nuansa resor, teras outdoor dengan Star Gazing Corner, F&B Counter, dan Hot Chocolate Kiosk yang menghangatkan tangan sekaligus atmosfer. Pilihan ini menunjukkan bahwa merek memahami psikologi travel; rasa hangat, aman, dan nyaman dibangun bahkan sebelum rencana perjalanan dimulai. Di sini, pengalaman imersif bukan gimmick dekoratif, melainkan alat untuk mengikat emosi pada produk. Saat tangan menggenggam cangkir cokelat panas, tas di rak seolah bukan lagi barang, melainkan calon rekan perjalanan.

Palet Alpen dan Koleksi Ikonis: Fungsi yang Tidak Berisik

Koleksi Fall Winter 2026 meminjam bahasa visual Pegunungan Alpen: warna Deep Pine, glacier blue, slate grey, warm wood, sampai snow white dengan aksen cognac, icy blue, dan burnished tan membentuk palet yang tenang tetapi berkarakter. Pilihan ini bukan sekadar estetika; ia mengisyaratkan tipe traveler yang TUMI bayangkan—global citizen yang lebih suka pernyataan halus ketimbang logo berteriak. Sejumlah lini ikonis seperti 19 Degree, Alpha, Voyageur, dan Harrison kembali dengan interpretasi baru yang menempatkan desain dan performa dalam satu tarikan garis.

"Untuk Fall/Winter 2026, TUMI mengambil inspirasi dari perjalanan menuju Pegunungan Alpen"—bukan hanya soal destinasi, melainkan perjalanan personal tentang keberanian melangkah dan menemukan kemungkinan baru. Hal itu tercermin pada material: kulit premium, fabric berlapis, dan textile teknis yang dirancang menopang aktivitas sehari-hari dan mobilitas tinggi. Koleksi Harrison, misalnya, menawarkan siluet modern dengan detail craftsmanship elevated, jelas ditujukan bagi mereka yang berpindah kota, bahkan negara, sebagai bagian rutinitas. Tas travel fungsional di sini tidak memamerkan teknologi berlebihan; ia hadir sebagai solusi yang quietly confident, seperti jalur berkelok di pegunungan yang menuntun tanpa banyak bicara.

Axis, Voyageur, dan Holiday White: Detail yang Menyentuh Gaya Sehari-hari

Di antara deretan tas, Axis menjadi bintang baru. Backpack ini mengusung konsep quiet innovation—konstruksi nylon ringan, struktur lembut, dan profil minimalis yang membuatnya terasa relevan untuk komuter kota maupun traveler jarak jauh. Tidak ada drama visual berlebihan, tetapi ada kejelasan: ini tas yang ingin dipakai, bukan sekadar dipamerkan. Di sisi lain, Voyageur menghadirkan tote dengan kulit premium dalam warna Deep Pine, Oat, dan Rosewood, menyeimbangkan fungsi dan gaya untuk perempuan yang berpindah dari rapat ke bandara tanpa mengganti tas.

Sentuhan playful datang dari Holiday White capsule collection dalam warna Salt dan Glacier White, dengan motif Snow Monster di beberapa siluet ikonis. Keputusan ini menarik; TUMI yang dikenal serius dan fungsional memberi ruang bagi sisi festive, tanpa mengorbankan identitas travel-focused-nya. Di mata penulis, keberhasilan koleksi ini terletak pada kemampuan mengakomodasi berbagai karakter perjalanan: pekerja lintas zona waktu, pelancong akhir pekan, hingga pencari salju pertama. Semua diikat oleh satu benang merah: tas travel fungsional yang selaras dengan ritme hidup, bukan memaksakan ritme baru.

Deva Mahenra, Adinia Wirasti, dan Semangat Eksplorasi Modern

Peluncuran resmi pada 9 September dihadiri sekitar 50 tamu, namun dua sosok yang paling mencuri perhatian adalah Deva Mahenra dan Adinia Wirasti. Keduanya datang mengenakan koleksi terbaru TUMI, mempresentasikan gaya perjalanan yang modern, berkelas, tetapi tetap effortless. Dalam ruang yang memadukan elemen kayu dan langit penuh bintang, kehadiran mereka terasa seperti perpanjangan cerita merek: figur yang aktif, terus bergerak, dan menjadikan tas sebagai bagian natural dari penampilan, bukan sekadar pelengkap.

Koleksi unisex yang terinspirasi langit terbuka, lanskap bertekstur, transisi musim gugur, dan jalur berkelok di pegunungan menemukan representasi hidup dalam langkah Deva dan Adinia malam itu. Mereka mengisi konsep elegan Alpen dengan bahasa tubuh yang santai, menguatkan pesan bahwa travel kini tentang kenyamanan personal, bukan protokol kaku. Pada akhirnya, TUMI Alpine Chalet menunjukkan bahwa semangat eksplorasi dan travel functionality bisa diterjemahkan ke sebuah pengalaman kota yang hangat dan aspiratif. Di tengah atrium mal, Pegunungan Alpen mungkin hanyalah imajinasi, tetapi kebutuhan akan tas yang bisa mengimbangi perjalanan hidup terasa sangat nyata.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!