Verdikt awal: kuat di baterai dan layar, kompromi di prosesor
Tecno Pova 8 adalah smartphone kelas menengah yang mengandalkan baterai 8.000 mAh, layar 144Hz, arsitektur triplechip dan fitur Alive Matrix untuk menarik pengguna muda yang gemar gaming dan butuh ponsel tahan baterai lama sepanjang hari tanpa sering mencari colokan listrik. Dengan harga mulai sekitar Rp4 jutaan dan spesifikasi yang fokus pada daya tahan serta konektivitas, ponsel ini jelas menargetkan pengguna berat, bukan pencinta fotografi atau layar AMOLED premium. Secara keseluruhan, Tecno Pova 8 terasa menarik bagi gamer kasual dan pengguna yang mengutamakan baterai, tetapi nilai totalnya tergerus oleh prosesor Dimensity 7100 yang secara spesifikasi turun dibanding Pova 7 serta kamera belakang yang minim fleksibilitas. Di kelas harga yang sama, banyak pesaing menawarkan layar AMOLED dan konfigurasi kamera lebih lengkap, sehingga Pova 8 lebih cocok sebagai “workhorse” harian daripada ponsel serba bisa.
Kelebihan
- Baterai 8.000 mAh dengan klaim mampu bertahan hingga dua hari penggunaan normal, ideal untuk pengguna berat dan gaming maraton.
- Layar 6,76 inci Full HD+ dengan refresh rate hingga 144Hz memberi pengalaman scroll dan bermain gim yang sangat mulus.
Kekurangan
- Panel IPS LCD, bukan AMOLED, sehingga kontras dan kedalaman hitam kalah dari banyak pesaing di harga serupa.
- Konfigurasi kamera belakang terbatas dengan satu kamera utama 50 MP tanpa lensa ultrawide, kurang fleksibel untuk fotografi sehari-hari.
- Tidak lagi mendukung wireless charging 30W yang ada di Pova 7, sehingga kehilangan salah satu fitur kenyamanan.

Desain futuristis dan Alive Matrix: gimmick yang menyenangkan
Secara desain, Tecno Pova 8 masih membawa gaya semi-industrial dengan pola menyerupai papan sirkuit, garis-garis dan titik yang membuatnya terlihat futuristis di punggung perangkat. Inspirasi desain dari pesawat antariksa terasa cukup kuat, apalagi kini ditemani Alive Matrix Display, panel kecil dot-matrix di bagian belakang yang bisa menampilkan animasi, respons terhadap musik, ikon notifikasi, timer, hingga jam ketika ponsel dibalik. Fitur ini lebih dari sekadar lampu LED yang berkedip tanpa fungsi; pengguna bahkan bisa membuat pola sendiri sehingga ada sisi personalisasi. Namun, bagi pengguna yang peduli performa, Alive Matrix tetap sebuah gimmick kosmetik—menambah karakter, tapi tidak mengubah pengalaman gaming secara nyata. Secara fisik, Pova 8 tetap terasa besar: ketebalan 8,8 mm dengan bobot 225 gram, walau anehnya sedikit lebih tipis dari Pova 7 meski membawa baterai yang jauh lebih besar.

Layar 144Hz dan triplechip: halus saat scroll, stabil saat online
Di bagian depan, Tecno Pova 8 mengusung layar IPS LCD 6,76 inci dengan resolusi 2.344 x 1.080 piksel dan refresh rate hingga 144Hz. Untuk aplikasi bawaan, refresh rate bisa menyentuh 144Hz, sementara aplikasi lain berjalan di 120Hz yang tetap terasa cepat. Dalam penggunaan sehari-hari, layar 144Hz smartphone ini sangat mendukung gaming dan scroll media sosial, walaupun reproduksi warna dan kontras IPS LCD jelas kalah dibanding panel AMOLED yang umum di kelas harga ini. Di sisi konektivitas, arsitektur triplechip menjadi salah satu kartu truf Tecno Pova 8. Chipset MediaTek Dimensity 7100 5G dikombinasikan dengan G1 Signal Enhancement Chip dan SE1 Wi-Fi Enhancement Chip, membentuk sistem triple-chip architecture yang diklaim mampu meningkatkan kualitas sinyal seluler hingga 100 persen di area sulit seperti basement atau lift, serta memperkuat penerimaan Wi-Fi hingga 60 persen. Bagi gamer online dan pengguna yang sering berada di area sinyal lemah, ini memberi nilai tambah yang terasa lebih nyata daripada sekadar hiasan visual.

Performa Dimensity 7100 dan HiOS 16: cukup kencang, tapi bukan yang terbaik
Tecno Pova 8 ditenagai prosesor Dimensity 7100 yang menggunakan fabrikasi 6nm dan memiliki empat core performa Cortex-A78 hingga 2,4 GHz serta empat core efisiensi Cortex-A55 2 GHz. Di atas kertas, ini adalah penurunan dari Dimensity 7300 Ultimate di Pova 7 yang memakai proses 4nm dan clock lebih tinggi, sehingga dari sisi prosesor, Pova 8 tidak memberikan lompatan berarti bagi pengguna lama. Kombinasi RAM LPDDR5X dan penyimpanan UFS 2.2 membantu multitasking tetap responsif, dengan pilihan 6/128 GB, 8/128 GB, dan 8/256 GB. Untuk gaming, Tecno mengklaim optimasi khusus agar judul populer seperti Mobile Legends: Bang Bang dan Honor of Kings bisa berjalan stabil hingga 90 FPS. Untuk menjaga suhu, lembaran graphite 15.000 mm² ditanam untuk menyebarkan panas dari chipset. Tecno Pova 8 juga menjalankan HiOS 16 berbasis Android 16, lengkap dengan fitur AI seperti AI Writing dan AI Eraser yang dirancang mendukung produktivitas dan hiburan. Namun, bagi pemburu performa murni, fakta bahwa chipsetnya berada di bawah generasi sebelumnya membuat overall value terasa kurang menggoda.

Baterai 8.000 mAh, kamera 50 MP, dan harga: di mana komprominya?
Sektor baterai adalah alasan utama mengapa Tecno Pova 8 layak dilirik. Kapasitas naik dari 6.000 mAh menjadi 8.000 mAh, bertambah sekitar 33 persen dibanding generasi sebelumnya. Tecno mengklaim baterai 8.000 mAh ponsel ini mampu bertahan hingga dua hari penggunaan normal, dengan lebih dari 60 jam panggilan telepon, 85 jam memutar musik, 29 jam menonton YouTube, 26 jam menggunakan WhatsApp, dan hingga 14 jam bermain Mobile Legends: Bang Bang. Fast charging 45W memungkinkan pengisian dari 1 persen hingga 50 persen dalam sekitar 35 menit, didukung fitur Bypass Charging agar ponsel tidak terlalu panas saat gaming sambil di-charge, dan reverse wired charging 10W yang membuatnya bisa berperan sebagai power bank dadakan. Di sisi kamera, modul belakang tampak ramai, tetapi sejatinya hanya ada satu kamera utama 50 MP; tidak ada lensa ultrawide, yang cukup disayangkan mengingat beberapa pesaing di kisaran harga serupa sudah menawarkan setup lebih lengkap. Di depan, tersedia kamera selfie 13 MP. Dari sisi harga, Tecno Pova 8 6/128 GB dijual Rp4.299.000, 8/128 GB Rp4.999.000, dan 8/256 GB Rp5.599.000, dengan promosi sementara yang menurunkannya menjadi Rp3.999.000, Rp4.699.000, dan Rp5.299.000. Dengan harga ini, daya tahan baterai luar biasa menjadi nilai jual utama, sedangkan kamera dan panel IPS LCD adalah kompromi yang harus diterima.

Buy if / Skip if
- Buy the Tecno Pova 8 if Anda butuh ponsel tahan baterai lama dengan kapasitas 8.000 mAh untuk dua hari penggunaan dan gaming panjang tanpa cemas kehabisan daya.
- Skip the Tecno Pova 8 if Anda lebih mengutamakan layar AMOLED dengan kontras tinggi dan warna hitam pekat dibanding sekadar refresh rate tinggi.
- Buy the Tecno Pova 8 if Anda sering berada di area bersinyal lemah dan menginginkan konektivitas 5G serta Wi-Fi yang lebih stabil berkat arsitektur triplechip.
- Skip the Tecno Pova 8 if Anda mencari ponsel kamera serbaguna dengan lensa ultrawide dan konfigurasi lengkap untuk fotografi berbagai skenario.
- Buy the Tecno Pova 8 if Anda adalah gamer kasual yang ingin menikmati layar 144Hz smartphone dengan dukungan hingga 90 FPS di gim MOBA populer.
- Skip the Tecno Pova 8 if Anda menginginkan peningkatan signifikan dari Pova 7, karena prosesor Dimensity 7100 di sini secara spesifikasi tidak melampaui Dimensity 7300 Ultimate.






