Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Kolaborasi Riset Kembangkan AI untuk Kesehatan dan Laut Berkelanjutan

Kolaborasi Riset Kembangkan AI untuk Kesehatan dan Laut Berkelanjutan
Minat|Analisis Data AI

AI Bukan Sekadar Tren, Melainkan Alat Baru Kebijakan Kesehatan dan Lingkungan

Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam kesehatan dan pelestarian lingkungan adalah pendekatan integratif yang menggunakan algoritme belajar-mesin dan analisis data klinis maupun ekologis untuk memantau, memprediksi, dan mengoptimalkan keputusan terapi obat, pemenuhan nutrisi anak, serta pengelolaan ekosistem laut sehingga kualitas hidup dan keberlanjutan lingkungan meningkat secara terukur. Ini bukan sekadar proyek teknologi; ia adalah cara baru memandang kebijakan publik dengan basis data dan pembelajaran berkelanjutan. Ketika universitas dan badan riset mengembangkan AI kesehatan anak, monitoring nutrisi AI, terapi obat berbasis AI, dan teknologi laut berkelanjutan, yang sedang dibangun adalah infrastruktur pengetahuan yang mampu menutup jarak antara laboratorium dan kehidupan sehari-hari. Pertanyaannya bukan apakah AI perlu digunakan, melainkan siapa yang mengendalikan arahnya dan bagaimana manfaat sosialnya dibagikan secara adil.

FeedWise: AI Kesehatan Anak yang Menolak Menjadikan Stunting Sekadar Angka

Keberhasilan tim UNDIP–BRIN–Poltekkes Kemenkes memenangkan Asia-Pacific Global Health Innovation Hackathon dengan aplikasi FeedWise menunjukkan bahwa AI kesehatan anak bisa lahir dari kebutuhan lapangan, bukan semata ambisi teknologi. FeedWise adalah aplikasi monitoring nutrisi AI di smartphone yang membantu orang tua dan tenaga kesehatan memantau perkembangan nutrisi dan tumbuh kembang anak secara terstruktur. Komposisi tim yang menggabungkan peneliti BRIN, akademisi UNDIP, dosen Poltekkes, dan praktisi pekerja sosial adalah pesan politik yang kuat: kesehatan anak bukan urusan satu disiplin. Menurut Prof Rifky Ismail, sinergi perguruan tinggi, lembaga riset, institusi pendidikan kesehatan, dan praktisi lapangan menjadi kekuatan utama dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan yang menjawab persoalan masyarakat secara konkret. Tantangannya sekarang adalah memastikan FeedWise tidak berhenti sebagai prototipe lomba, tetapi masuk ke sistem layanan primer dan program gizi secara luas.

Kolaborasi Riset Kembangkan AI untuk Kesehatan dan Laut Berkelanjutan

Terapi Obat Berbasis AI: Mengoreksi Cara Rumah Sakit Mengambil Keputusan

Di tingkat layanan klinik, gagasan terapi obat berbasis AI yang dibahas dalam konferensi internasional di Fakultas Farmasi Universitas Airlangga mengungkap masalah yang sering diabaikan: sistem digital sudah dipasang, tetapi tidak dimanfaatkan optimal. Integrasi AI ke dalam Computerized Physician Order Entry (CPOE) dan Clinical Decision Support System dirancang untuk menjembatani bukti ilmiah dengan praktik sehari-hari di rumah sakit. Risikonya jelas, keputusan terapi yang tidak ditopang data kuat bisa memperburuk beban pasien. Pendekatan yang diusulkan Baharuddin Ibrahim melalui Focus Group Discussion dengan dokter, apoteker, dan perawat menegaskan bahwa teknologi hanya akan efektif jika alur kerja tenaga kesehatan menjadi pusat desain. Dokter yang mendapat rekomendasi otomatis dari CDSS bukan berarti kehilangan otonomi; sebaliknya, mereka memperoleh konteks tambahan untuk mengurangi kesalahan peresepan. Jika konsep ini gagal diadopsi, yang hilang bukan sekadar efisiensi, tetapi kesempatan menyelamatkan nyawa melalui informasi yang lebih baik.

PlanktoScan dan Teknologi Laut Berkelanjutan: AI Turun ke Dasar Ekosistem

Di ranah lingkungan, PlanktoScan yang dikembangkan BRIN mengubah cara peneliti memandang kerja identifikasi plankton. Selama ini, klasifikasi fitoplankton dilakukan manual, menyita waktu dan rawan bias. Dengan metode deep learning dan fasilitas High Performance Computing, PlanktoScan menjadi contoh teknologi laut berkelanjutan yang menyentuh fondasi ekosistem: produktivitas primer dan rantai makanan. Kepala PRSDI, Esa Prakasa, menegaskan bahwa riset ini diharapkan meningkatkan akurasi penilaian fitoplankton sekaligus memberi pengalaman lebih efektif bagi pengguna dalam analisis. Pengambilan sampel di berbagai titik perairan sekitar Pulau Belitung yang mewakili terumbu karang, mangrove, padang lamun, dan muara menunjukkan keseriusan mendokumentasikan keanekaragaman hayati yang selama ini terabaikan. Jika data plankton dapat dikumpulkan dan dianalisis secara berkelanjutan, kebijakan pesisir dan perikanan punya dasar ilmiah yang kuat, bukan sekadar reaksi terhadap krisis yang sudah telanjur terjadi.

Mengikat Kolaborasi: Dari Laboratorium ke Dampak Sosial Nyata

Benang merah dari FeedWise, sistem terapi obat berbasis AI, dan PlanktoScan adalah komitmen bahwa riset harus berujung pada solusi praktis yang berdampak sosial. Kolaborasi industri dan penelitian dalam konteks ini idealnya bukan sekadar proyek pendanaan, tetapi kemitraan jangka panjang untuk memelihara dan mengembangkan sistem yang sudah dibangun. AI kesehatan anak menuntut integrasi dengan program gizi dan layanan primer; monitoring nutrisi AI perlu dikaitkan dengan intervensi nyata seperti pendampingan keluarga dan dukungan sosial. Di sisi lain, teknologi laut berkelanjutan seperti PlanktoScan memerlukan dukungan kebijakan, transparansi data, dan keterlibatan komunitas pesisir agar hasil riset tidak berhenti dalam publikasi ilmiah. Kesimpulannya tegas: tanpa ekosistem kolaborasi yang memikirkan keberlanjutan, AI di kesehatan dan lingkungan hanya akan menjadi etalase inovasi. Dengan ekosistem yang tepat, ia bisa menjadi tulang punggung keputusan publik yang lebih adil bagi manusia dan alam.

Kolaborasi Riset Kembangkan AI untuk Kesehatan dan Laut Berkelanjutan

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!