Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Bagaimana Bank Membuka Peluang Emas Pedagang Kuliner Lokal di Ajang MotoGP Mandalika

Bagaimana Bank Membuka Peluang Emas Pedagang Kuliner Lokal di Ajang MotoGP Mandalika
Minat|Makanan Kaki Lima

MotoGP Mandalika: Panggung Emas UMKM Kuliner Lokal

Dukungan bank terhadap UMKM kuliner Mandalika di event olahraga internasional seperti MotoGP adalah strategi pemberdayaan ekonomi lokal yang menghubungkan pedagang kecil dengan arus besar wisatawan, memperluas akses pasar UMKM, memodernisasi transaksi melalui pembayaran digital, dan menjadikan ajang global sebagai etalase produk kuliner daerah yang sebelumnya hanya dikenal di lingkup terbatas. Langkah ini bukan sekadar program pendampingan, melainkan intervensi langsung pada titik paling krusial: pertemuan antara produk lokal dan kerumunan konsumen lintas daerah. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk mendukung 24 UMKM kuliner lokal untuk berjualan di area Pertamina Mandalika International Circuit selama MotoGP Pertamina Grand Prix of Indonesia pada 9–11 Oktober 2026. Ini berarti 24 dapur kecil diberi tiket masuk ke pasar raksasa yang biasanya dikuasai brand besar. Jika dikelola serius, momentum ini bisa mengubah warung rumahan menjadi usaha yang siap bermain di level nasional, bahkan internasional.

Dari Warung ke Pasar Global: Akses Pasar UMKM yang Nyata

Inti penting dari program ini adalah akses pasar UMKM, bukan sekadar hadir sebagai pelengkap acara. Kehadiran UMKM kuliner Mandalika di sirkuit menjadi bagian dari upaya bank dukung pedagang lokal untuk menjangkau pengunjung dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara. Di satu lokasi, mereka bertemu ribuan calon pelanggan yang sebelumnya mustahil dijangkau lewat kanal konvensional. Kisah Kepiting Mbak Lily milik Lili Herawati menggambarkan dampak konkret. Ia mengaku senang karena bisa mengenalkan menu seafood seperti kepiting, bakso udang, dan cumi kepada pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara, dengan harapan produknya dikenal hingga luar negeri. Antusiasme seperti ini menunjukkan bahwa pelaku usaha memahami nilai strategis event olahraga internasional: bukan hanya soal omzet tiga hari, tetapi tentang membuka pintu reputasi dan jaringan baru.

Transaksi Digital: Senjata Rahasia Pedagang Lokal di Keramaian Global

Di tengah keramaian MotoGP, kecepatan dan kenyamanan transaksi menjadi penentu apakah pelanggan bertahan atau pindah ke stan lain. Di sinilah peran bank menjadi pembeda. Selama MotoGP Mandalika, pelaku UMKM kuliner Mandalika memanfaatkan mesin EDC dan QRIS untuk melayani transaksi pelanggan, yang diakui mudah pengajuannya dan praktis digunakan. Tanpa solusi pembayaran digital, antrian bisa mengular, uang tunai habis, dan peluang penjualan hilang begitu saja. Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menegaskan bahwa bank terus memperkuat dukungan kepada UMKM melalui akses layanan perbankan dan digitalisasi transaksi agar menjadi mitra transaksi pilihan bagi pelaku usaha. Ini bukan detail teknis; ini adalah fondasi daya saing. Pedagang lokal yang melek QRIS dan EDC tampil lebih siap menghadapi lonjakan pengunjung, mengurangi risiko kesalahan hitung, dan memberi pengalaman belanja yang selevel dengan brand besar.

Dampak Ekonomi Lokal dan Tantangan Ke Depan

Keterlibatan UMKM kuliner Mandalika di event olahraga internasional seperti MotoGP mengalirkan dampak ekonomi yang melampaui stan makanan. Penjualan meningkat, suplai bahan baku dari sekitar sirkuit ikut bergerak, dan tenaga kerja lokal mendapat peluang kerja temporer. Pengalaman Lili menunjukkan bagaimana ajang berskala internasional dapat memperluas pasar sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada lebih banyak konsumen. Jika pola ini berulang di berbagai event, ekosistem ekonomi daerah bisa tumbuh lebih cepat. Namun, dukungan bank tidak boleh berhenti di satu event. Okki menyatakan bahwa BNI akan terus memperluas akses layanan perbankan, digitalisasi transaksi, dan ruang promosi di berbagai kegiatan berskala besar, dengan harapan semakin banyak pelaku usaha lokal dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kapasitas usaha. Tantangannya: memastikan UMKM siap secara kualitas, manajemen, dan konsistensi produk, agar peluang emas ini tidak berakhir sebagai euforia sesaat.

Kesimpulan: Event Global, Strategi Lokal

MotoGP Mandalika membuktikan satu hal penting: ketika bank dukung pedagang lokal dengan serius, event olahraga internasional berubah menjadi mesin akses pasar UMKM yang efektif. Dukungan terhadap 24 UMKM kuliner lokal, kemudahan transaksi digital lewat EDC dan QRIS, serta ruang promosi di tengah kerumunan pengunjung lintas daerah dan mancanegara adalah kombinasi yang jarang dimiliki usaha kecil. Ke depan, model ini layak dijadikan standar. Setiap event besar seharusnya memuat strategi jelas untuk melibatkan UMKM sebagai pemain utama, bukan sekadar pengisi dekorasi. Bank dan pelaku usaha sama-sama punya pekerjaan rumah: memperkuat literasi keuangan, kualitas produk, dan kesiapan digital. Jika itu tercapai, panggung global seperti MotoGP akan menjadi titik balik, di mana usaha kecil berhenti dianggap kecil dan mulai diperlakukan sebagai motor ekonomi daerah.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!