Verdict awal: wearable unik, praktis, tapi sangat spesifik
Rollme AirCam adalah earbud open-ear dengan desain melingkar di telinga yang menggabungkan driver audio, kamera 8 MP, asisten AI, dan penerjemah real-time dalam satu perangkat wearable untuk menemani aktivitas harian dan outdoor. Dari kesan pertama, Rollme AirCam earbud ini terasa seperti eksperimen berani: lebih dekat ke wearable kamera AI daripada sekadar TWS. Pada harga sekitar US$80 (sekitar Rp1,4 jutaan), produk ini menarik untuk kreator konten santai, pengguna aktif yang sering berolahraga, dan mereka yang penasaran dengan AI translator earbud praktis. Namun untuk pemakai yang hanya butuh audio berkualitas atau kamera serius, komprominya terasa besar: memori 8 GB, rekaman maksimal 10 menit per klip, dan isu privasi potensial saat memakai earbud dengan kamera di ruang publik.
Kelebihan
- Konsep open-ear headset kamera yang praktis untuk rekam POV hands-free dan aktivitas outdoor.
- Kamera 8 MP dengan EIS dan AI untuk pengenalan objek serta penerjemah bahasa real-time di perangkat.
- Kontrol sentuh cepat untuk foto, video, dan rekaman suara tanpa buka aplikasi.
- Harga relatif terjangkau untuk perangkat wearable kamera AI serba-guna di kisaran US$80 (sekitar Rp1,4 jutaan).
Kekurangan
- Memori internal 8 GB dan batas rekaman 10 menit per klip membatasi penggunaan sebagai kamera utama.
- Potensi masalah privasi saat merekam dengan perangkat yang tampak seperti earbud biasa.
- Hanya ada satu sisi dengan kamera, sudut rekam bergantung posisi kepala dan telinga.
- Belum ada info detail kualitas audio musik dan panggilan di kondisi ramai.

Desain dan kenyamanan: earbud open-ear yang menyamar sebagai kamera
Secara tampilan, AirCam adalah open-ear headset kamera yang melingkar di telinga, bukan kacamata pintar. Sekilas terlihat seperti earbud open-ear biasa, hingga kita menyadari ada kamera 8 MP yang ditanam di salah satu sisinya. Pendekatan ini menarik: lebih ringan dan praktis daripada kacamata pintar, tapi tetap memberi sudut pandang natural dari kepala. AirCam tersedia dalam tiga warna: hitam, oranye, dan putih, yang membantu menyamarkan atau malah menonjolkan perangkat sesuai gaya pengguna. Kontrol sentuh diletakkan di sisi kanan, berfungsi untuk foto, video, dan perekaman suara tanpa perlu membuka aplikasi di ponsel. Untuk penggunaan seharian, desain open-ear punya dua implikasi: telinga tetap lega dan lebih aman di luar ruangan karena suara sekitar masih terdengar, namun isolasi suara untuk musik tentu tidak setenang TWS in-ear klasik.

Kamera 8MP dengan EIS: cocok untuk momen kasual, bukan pengganti action cam
Fitur yang paling menonjol di Rollme AirCam earbud adalah kamera 8 MP dengan sensor Sony yang bisa ambil foto dan merekam video hingga 1080p 30 FPS. Rekaman disimpan ke memori internal 8 GB, dengan batas maksimal 10 menit per klip untuk menjaga suhu dan baterai tetap stabil. "Kamera tersebut mampu merekam video dengan resolusi Full HD 1080p pada kecepatan 30 frame per detik." Ada Electronic Image Stabilization (EIS) untuk mengurangi guncangan saat berlari, bersepeda, atau mendaki, sehingga cocok untuk aktivitas outdoor ringan dan konten POV kasual. Namun, keterbatasan memori dan durasi membuatnya kurang ideal sebagai kamera utama untuk vlog panjang atau dokumentasi profesional. Fungsinya lebih sebagai kamera kedua yang selalu melekat di telinga, siap merekam momen singkat tanpa perlu mengeluarkan ponsel.
AI assistant dan translator: nilai jual terbesar AirCam
Sebagai wearable kamera AI, AirCam tidak berhenti di fungsi rekam. Kamera terintegrasi mendukung asisten AI berbasis LLM yang bisa mengenali objek atau lingkungan sekitar, lalu memberikan informasi relevan ke pengguna. Di atas kertas, ini membuka banyak skenario: bantuan identifikasi benda, membaca teks, hingga panduan sederhana saat pengguna beraktivitas. Nilai jual lain adalah fitur AI translator earbud dengan penerjemah bahasa real-time yang berjalan langsung di perangkat, tanpa harus terus-menerus mengandalkan ponsel. Untuk pelancong atau pekerja yang sering berinteraksi lintas bahasa, konsep ini sangat menggoda. Namun, tanpa data lapangan, kita belum tahu seberapa cepat dan akurat terjemahannya, terutama di lingkungan bising. Tetap ada juga kekhawatiran privasi: earbud dengan kamera yang bisa menganalisis lingkungan melalui AI berpotensi menimbulkan kecurigaan jika digunakan di ruang privat atau pertemuan sensitif.
Audio, baterai, dan konektivitas: cukup untuk harian, bukan fokus utama
Di sisi audio, AirCam menggunakan driver 16 mm yang relatif besar untuk kelas earbud, ditambah dua mikrofon dengan teknologi ENC agar suara panggilan lebih jelas. Artinya, headset ini didesain untuk komunikasi dan pendamping aktivitas, bukan mengejar kualitas audio audiofil. Rollme mengklaim baterai 220 mAh mampu memutar musik hingga 10 jam, angka yang memadai untuk satu hari aktivitas campuran antara mendengar musik, menerima panggilan, dan sesekali merekam. Transfer data mengandalkan Wi-Fi 6 dual-band, yang memungkinkan foto dan video dipindahkan ke smartphone dengan lebih cepat daripada hanya mengandalkan Bluetooth. Keterbatasan nyata tetap pada kapasitas 8 GB: pengguna harus rajin mengosongkan penyimpanan jika sering merekam. Pada harga US$80 (sekitar Rp1,4 jutaan), paket audio dan baterainya terasa wajar, tetapi jelas bukan faktor pembeda utama dibanding earbud biasa.
| Spesifikasi | Rollme AirCam |
|---|---|
| Tipe | Headset open-ear dengan kamera 8 MP dan AI |
| Resolusi kamera | Foto, video hingga 1080p 30 FPS (sensor Sony) |
| Stabilisasi | Electronic Image Stabilization (EIS) |
| Durasi per klip | Maksimal 10 menit |
| Penyimpanan internal | 8 GB |
| Driver audio | 16 mm |
| Mikrofon | 2 mic dengan teknologi ENC |
| Konektivitas | Wi-Fi 6 dual-band |
| Baterai | 220 mAh, klaim hingga 10 jam pemutaran musik |
| Warna | Hitam, oranye, putih |
| Harga rilis | US$80 (sekitar Rp1,4 jutaan) |
Buy if / Skip if
- Buy the Rollme AirCam if Anda ingin earbud dengan kamera open-ear yang bisa merekam momen POV singkat tanpa repot mengeluarkan ponsel.
- Skip the Rollme AirCam if Anda mencari earbud murni untuk musik dengan fokus kualitas suara dan isolasi, bukan fitur kamera dan AI.
- Buy the Rollme AirCam if Anda sering beraktivitas outdoor, berolahraga, atau berpetualang dan butuh wearable kamera AI ringan untuk dokumentasi sederhana.
- Skip the Rollme AirCam if Anda butuh kamera dengan rekaman panjang, memori besar, dan kontrol framing presisi seperti action cam atau kamera vlog.
- Buy the Rollme AirCam if Anda tertarik mengeksplorasi AI translator earbud dan asisten AI visual untuk membantu komunikasi lintas bahasa dan pengenalan objek.
- Skip the Rollme AirCam if Anda khawatir dengan isu privasi ketika menggunakan earbud dengan kamera di tempat umum atau situasi profesional sensitif.
- Buy the Rollme AirCam if Anda ingin perangkat wearable unik seharga sekitar US$80 (sekitar Rp1,4 jutaan) yang menggabungkan audio, kamera, dan AI dalam satu paket.
- Skip the Rollme AirCam if Anda jarang merekam momen sehari-hari dan merasa fitur kamera plus AI translator berisiko menjadi gimmick yang tidak terpakai.





