Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Investasi Jawa Tengah Menguat, Kawasan Baru Jadi Ujian Target

Investasi Jawa Tengah Menguat, Kawasan Baru Jadi Ujian Target
Minat|Asia Tenggara

Capaian besar, pekerjaan belum selesai

Investasi Jawa Tengah adalah penanaman modal dari pelaku usaha dalam negeri maupun luar negeri yang membiayai kegiatan ekonomi dan berpotensi membuka pekerjaan di provinsi tersebut. Pada Januari–September 2026, realisasinya mencapai Rp72,54 triliun dan menyerap 340.334 tenaga kerja. Angka ini patut dibaca sebagai kemajuan nyata, bukan bukti bahwa sasaran akhir tahun sudah aman: pemerintah masih harus mengubah minat investor menjadi proyek yang terlaksana.

Realisasi itu tumbuh 9,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penanaman modal dalam negeri menyumbang Rp31,77 triliun, sedangkan penanaman modal asing mencapai Rp40,77 triliun. Porsi PMA yang lebih besar memperlihatkan daya tarik Jawa Tengah bagi modal internasional, tetapi juga membuat kesinambungan arus investasi asing penting bagi capaian berikutnya. Kualitas keberhasilan pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh nilai rupiah yang tercatat, melainkan oleh proyek yang beroperasi dan manfaatnya bagi pekerja serta daerah.

Target Rp110 triliun perlu dibaca dengan cermat

Gubernur Ahmad Luthfi optimistis investasi dapat mencapai Rp110 triliun pada akhir 2026. Namun, angka resmi target tahunan yang dirujuk DPMPTSP dari BKPM adalah Rp99,09 triliun; realisasi sampai September setara 73,21 persen dari sasaran resmi tersebut. Perbedaan ini bukan perkara kecil: pemerintah perlu menjelaskan dasar penghitungan kedua angka agar publik dapat menilai kemajuan secara tepat. Capaian Rp110 triliun tahun sebelumnya, menurut penjelasan pejabat DPMPTSP, memasukkan realisasi UMK yang belum tercakup dalam penghitungan saat itu.

Momentum triwulanan memberi alasan untuk optimistis, tetapi bukan jaminan. Investasi pada triwulan III 2026 tercatat Rp24 triliun, naik 16,78 persen dari Rp20,55 triliun pada triwulan III 2025. Pemerintah kini harus mendorong proyek pada triwulan IV agar target investasi Jateng lebih dari sekadar proyeksi. Ukuran yang layak dipantau adalah realisasi yang tercatat, konsistensi definisi target, dan apakah modal yang masuk membawa kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.

Serapan kerja menjadi ukuran yang dekat dengan warga

Dari 82.420 proyek, investasi selama Januari–September menghasilkan 340.334 kesempatan kerja, meningkat 4,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Inilah sisi capaian yang paling langsung dirasakan masyarakat: peluang kerja yang dapat memperluas pendapatan rumah tangga. Namun, jumlah saja belum menjawab mutu pekerjaan, kestabilannya, atau seberapa luas manfaatnya tersebar. Pemerintah sebaiknya mengiringi laporan investasi dengan informasi tentang jenis pekerjaan dan kesinambungan proyek, supaya angka serapan tenaga kerja lebih bermakna daripada sekadar indikator keberhasilan.

Industri barang dari kulit dan alas kaki menjadi penyerap terbesar, dengan 77.330 pekerja. Industri tekstil menyusul dengan 69.422 pekerja, sementara industri lainnya menyerap 30.132 orang. Konsentrasi ini menegaskan peran industri padat karya, sekaligus mengingatkan bahwa basis pekerjaan perlu beragam agar peluang tidak bergantung pada beberapa sektor saja. Pertumbuhan investasi akan lebih bernilai bila pekerja lokal dapat mengakses pekerjaan tersebut dan memperoleh manfaat yang bertahan, sejalan dengan harapan pemerintah bahwa investasi mendorong kesempatan kerja serta kesejahteraan masyarakat.

Kawasan industri dan investor asing: peluang yang harus dibuktikan

Pemerintah menyiapkan 12 kawasan industri baru di sejumlah kabupaten dan kota untuk memperluas pusat pertumbuhan serta menarik proyek. Langkah ini masuk akal: lahan dan infrastruktur yang siap dapat memudahkan investor bergerak. Namun kawasan baru bukan hasil dengan sendirinya. Ia hanya akan mendukung target jika dilengkapi layanan perizinan yang terjaga, kesiapan infrastruktur, dan keterhubungan dengan tenaga kerja serta usaha setempat. Jawa Tengah juga telah memiliki kawasan industri di Semarang, Demak, Kendal, Batang, dan Brebes; pengembangan baru sebaiknya memperluas manfaat ke wilayah, bukan sekadar menambah daftar lokasi.

Luthfi menyebut peluang masuknya perusahaan dari Vietnam dan berharap kerja sama internasional, termasuk kemitraan antardaerah, memperkuat investasi. Pemerintah juga mengandalkan forum bisnis untuk mempertemukan investor, pengelola kawasan, dan pemerintah; CJIBF disebut mampu menghasilkan potensi investasi hingga Rp19 triliun dalam satu hari. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan perdagangan global, promosi harus disertai kepastian layanan dan keamanan. Pemerintah daerah berencana memperkuat promosi, kerja sama, pengembangan kawasan, serta keamanan wilayah; Polda Jawa Tengah juga merencanakan polsek atau subsektor khusus di kawasan industri.

Investasi Jawa Tengah Menguat, Kawasan Baru Jadi Ujian Target

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!