Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Posyandu Tak Hanya untuk Balita: Layanan Kesehatan Lintas Generasi

Posyandu Tak Hanya untuk Balita: Layanan Kesehatan Lintas Generasi
Minat|Pengetahuan Parenting

Posyandu sebagai layanan kesehatan sepanjang usia

Posyandu adalah layanan kesehatan berbasis masyarakat yang mendekatkan pemantauan, edukasi, dan dukungan dasar kepada warga pada berbagai tahap kehidupan. Karena itu, posyandu tidak semestinya dipandang hanya sebagai tempat menimbang balita: perannya juga penting bagi ibu, remaja, dan lansia. Posyandu Seruni di lingkungan Pondok Pesantren Wali Barokah, Kelurahan Burengan, Kota Kediri, melayani ibu hamil, ibu menyusui, balita, remaja, hingga lansia. Cakupan ini menjadikan layanan posyandu lebih relevan bagi keluarga secara utuh, bukan hanya pada masa awal anak. Pada 29 Oktober 2026, penilaian lapangan lomba Posyandu Integrasi Layanan Primer meninjau langsung pelayanan dan kompetensi kader di Seruni. Posyandu ini masuk enam besar setelah seleksi awal yang melibatkan 27 dari total 307 posyandu, lalu mengerucut melalui tahapan administrasi dan video. Capaian itu layak dibaca sebagai kesempatan menguji mutu layanan, bukan sekadar penghargaan.

Pemantauan rutin memberi manfaat nyata

Kekuatan posyandu terletak pada kedekatannya dengan warga. Pemeriksaan berkala dan pendampingan di lingkungan sendiri dapat membantu mengenali perubahan kesehatan lebih awal, memudahkan keluarga mencari tindak lanjut, serta menjaga kelompok rentan tetap terpantau. Namun, manfaat itu bergantung pada ketepatan prosedur, pencatatan yang konsisten, dan kemampuan kader mengenali risiko—bukan pada kegiatan ukur dan timbang semata. Di Seruni, lansia mendapat kegiatan khusus setiap bulan, termasuk pemeriksaan kesehatan serta pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat secara gratis. Pelayanan anak juga terhubung dengan pendidikan anak usia dini, sehingga pemantauan perkembangan dapat berjalan berdampingan dengan kegiatan belajar. Bagi kesehatan ibu anak, pendekatan yang berkelanjutan membantu menghubungkan edukasi, pemeriksaan, dan kebutuhan rujukan. Makanan tambahan pun perlu dipilih dengan memperhatikan kandungan gizi, cara pengolahan, dan kemasannya; bantuan yang tidak sesuai kebutuhan akan kehilangan sebagian manfaatnya.

Kader menjadi penghubung yang menentukan

Perluasan layanan hanya berarti jika ada orang yang mampu menjalankannya dengan cermat. Kader posyandu menjadi penghubung antara warga dan tenaga kesehatan: mereka membantu pelayanan, mencatat hasil, memberi edukasi, dan mengenali kondisi yang perlu ditindaklanjuti. Di Seruni, sebagian kader berasal dari lingkungan pesantren, sementara warga pondok dan masyarakat sekitar sama-sama menjadi sasaran layanan. Kolaborasi dengan puskesmas, dinas kesehatan, PKK, konselor ASI, dan pegiat lingkungan juga penting agar kader tidak bekerja sendirian. Peran ini mendapat sorotan dalam program Desa BRILiaN 1.000 Hari Pertama Kehidupan yang dijalankan melalui BRI Peduli. Hingga Oktober 2026, dua posyandu di Hargobinangun, Sleman, direvitalisasi dan puluhan kader dari 13 posyandu mendapat pelatihan. Program tersebut menjangkau 141 balita untuk pemantauan pertumbuhan dan deteksi dini risiko tumbuh kembang. Angka itu menunjukkan bahwa penguatan kader dan fasilitas dapat memperluas pemantauan, tetapi kualitas pendampingan tetap perlu dijaga setelah pelatihan selesai.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menekankan bahwa kader berperan menjaga kesehatan ibu dan anak, memantau pertumbuhan balita, serta memberi edukasi gizi dan kesehatan keluarga.

Dari ibu hamil hingga lansia, layanan harus berlanjut

Program Desa BRILiaN juga menyertakan 21 ibu hamil dan 27 peserta kelas gizi dalam edukasi kehamilan serta pemenuhan nutrisi. Dukungan makanan tambahan diberikan kepada 23 ibu hamil dan 24 balita dengan kondisi gizi kurang. BRI meresmikan Posyandu Lili di Dusun Purworejo pada 21 Oktober 2026; revitalisasi juga mencakup Posyandu Matahari di Dusun Kaliurang Barat. Fokus pada 1.000 hari pertama kehidupan penting, tetapi tidak seharusnya membuat layanan berhenti setelah anak melewati masa balita. Posyandu lintas generasi seperti Seruni memberi contoh cakupan yang lebih menyeluruh, sementara program Desa BRILiaN memperlihatkan manfaat investasi pada fasilitas, kader, dan edukasi ibu-anak. Keduanya mengingatkan bahwa pemantauan kesehatan berbasis komunitas bekerja paling baik ketika rutin, tercatat, dan terhubung dengan tenaga profesional. Penilaian lapangan Seruni diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelayanan berikutnya. Kesimpulannya, posyandu bukan layanan khusus balita, melainkan fondasi kesehatan warga sepanjang usia—dan kader yang terlatih adalah kunci agar perhatian itu tidak terputus.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!