UniPin Gaming Pavilion: Gerbang Pertama ke Game Lokal Indonesia
UniPin Gaming Pavilion adalah area khusus di ajang Indonesia Comic Con yang dirancang sebagai ruang pertemuan langsung antara game lokal Indonesia, para pemain, komunitas, dan pelaku industri, di mana pengunjung dapat mencoba judul-judul baru, mengikuti aktivitas interaktif, serta mengenal lebih dekat para kreator gim yang berkarya di Nusantara.
Di Indonesia Comic Con 2026 yang digelar 3–4 Oktober di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, UniPin kembali hadir dengan paviliun gaming yang tahun ini terasa lebih terarah: mengangkat game lokal ke panggung utama. Bukan sekadar sudut sampingan, area ini menjadi magnet bagi mobile gamer yang ingin merasakan karya baru sebelum rilis luas. UniPin menggandeng RedBull, Rabit, HyperX, dan JBL Quantum dengan dukungan Tokopedia dan H3RO by Tri, memperjelas satu sikap: game buatan developer game Nusantara pantas mendapat dukungan yang sama seriusnya dengan judul internasional. Jika selama ini kita mengeluh “kurang ruang” untuk talenta lokal, paviliun ini adalah jawaban konkret, bukan slogan kosong.

Empat Game Lokal, Empat Wajah Kreativitas Studio Nusantara
Nilai utama UniPin Gaming Pavilion terletak pada keberanian membawa karya dalam bentuk paling jujur: game yang bisa langsung dimainkan. Empat judul tampil sebagai garda depan game lokal Indonesia: 101 Forgotten dari Lentera Nusantara, Khuga Bash dari Khuga Labs, Asbak dari Team Fossil, serta Type Caster dari Yellow Hearts. Setiap judul berasal dari studio berbeda, menunjukkan bahwa ekosistem Nusantara tidak lagi bertumpu pada satu dua nama saja, melainkan pada jaringan kreator yang semakin beragam dan mandiri.
Format hands-on seperti ini lebih penting daripada sekadar poster dan trailer. Pengunjung bisa merasakan langsung kontrol, ritme, dan karakter game, lalu menyampaikan komentar dan antusiasme di tempat. Poeti Fatima, General Manager Business UniPin Global, menegaskan: “industri game Indonesia terus menghadirkan talenta, kreativitas, dan karya yang semakin beragam.” Pernyataan itu menemukan buktinya di paviliun ini. Bagi mobile gamer, kesempatan mencoba game seperti ini di awal siklus pengembangan berarti satu hal: suara mereka ikut membentuk arah akhir produk, bukan datang terlambat saat semua sudah selesai.
Stamp Rally Card: Gamifikasi Pengalaman, Bukan Sekadar Pameran
UniPin paham bahwa gamer tidak hanya datang untuk melihat; mereka ingin terlibat. Itulah mengapa UniPin Gaming Pavilion menambahkan lapisan gamifikasi melalui Stamp Rally Card. Pengunjung diajak mengikuti beragam aktivitas, mengumpulkan cap, lalu berpeluang membawa pulang hadiah mulai dari kursi gaming, Trading Card Game (TCG), hingga UniPin Credits yang dapat digunakan untuk membeli produk digital.
Pendekatan ini cerdas karena mengubah paviliun menjadi permainan besar di dalam acara. Alih-alih “mengantre, main, lalu pulang”, pengunjung terdorong berkeliling, mencoba lebih banyak game, dan berinteraksi dengan tim studio maupun brand pendukung. Area tersebut sekaligus menjadi titik pertemuan antara game lokal, pemain, komunitas, dan pelaku industri. Di sinilah peran mobile gamer menjadi nyata: dengan mengikuti aktivitas, mengisi Stamp Rally Card, dan memberi umpan balik langsung, mereka berkontribusi pada kenaikan pamor developer game Nusantara yang hadir di acara.
GameHers dan Komunitas: Ekosistem Tidak Tumbuh Sendiri
Kekuatan sebuah ekosistem game lokal Indonesia tidak hanya di jumlah judul, tetapi pada jaringan komunitas yang menyokongnya. Di Indonesia Comic Con 2026, UniPin mendukung berbagai aktivitas komunitas, termasuk GameHers yang menggelar talkshow bertajuk “Beyond the Screen: Gaming, Creativity & Finding Yourself”. Talkshow ini menjadi bagian dari rangkaian menuju puncak GameHers pada 5 Desember 2026, menjembatani diskusi tentang identitas, kreativitas, dan peran gamer di luar layar.
Dengan memberi ruang kepada komunitas seperti GameHers, UniPin menunjukkan bahwa dukungan terhadap developer game Nusantara harus berjalan seiring dengan dukungan pada beragam kelompok pemain. Melalui kehadirannya di Indonesia Comic Con 2026, UniPin menghadirkan karya lokal, pengalaman interaktif, dan ruang temu bagi komunitas serta pelaku industri dengan masyarakat luas. Ini bukan sekadar soal promosi game; ini tentang membangun kultur bermain yang inklusif, di mana suara gamer perempuan, kreator muda, dan komunitas niche mendapat tempat setara dengan arus utama.

Dari Pameran ke Gerakan: Mengapa Paviliun Ini Penting untuk Masa Depan
UniPin menyebut kehadiran mereka di Indonesia Comic Con 2026 sebagai bagian dari dukungan terhadap perkembangan ekosistem game Indonesia. Namun jika dilihat lebih dalam, UniPin Gaming Pavilion bukan hanya sebuah booth besar; ia adalah prototipe bagaimana ekosistem ideal seharusnya bekerja: studio lokal diberi panggung, gamer diberi ruang suara, dan komunitas diberi mikrofon. Kampanye “Bangga Main Lokal” yang menyelimuti acara ini mengajak masyarakat untuk mengenal, mencoba, dan mengapresiasi karya game Indonesia, bukan sekadar mengonsumsi judul global.
Konkretnya, paviliun ini mendekatkan studio game lokal dengan audiens luas melalui ruang tatap muka yang selama ini sering hilang dalam ekosistem digital. UniPin ingin memberikan ruang bagi studio game lokal untuk memperkenalkan karya mereka sekaligus mendekatkannya kepada masyarakat. Artinya, setiap mobile gamer yang menyempatkan diri datang, mencoba, dan memberi dukungan, sedang ikut menggeser peta kekuatan industri. Jika gerakan seperti ini konsisten dilakukan di lebih banyak acara, “Bangga Main Lokal” bukan lagi slogan kampanye, melainkan kebiasaan baru dalam cara kita bermain dan mendukung kreator.





