Olahraga sebagai ruang kebersamaan
NasDem Bugar adalah kegiatan olahraga bersama yang mengajak warga bergerak, menjaga kebugaran, dan bertemu dalam suasana terbuka, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-15 Partai NasDem. Digelar di Ternate dan Gorontalo pada Minggu, 1 November 2026, kegiatan ini menunjukkan bahwa ajakan hidup sehat lebih terasa ketika warga dapat ikut serta, bukan hanya menyaksikan acara seremonial. Dua kota menghadirkan bentuk partisipasi yang selaras dengan kebiasaan olahraga setempat: kelompok senam dan masyarakat di Ternate, serta senam zumba bersama ratusan peserta di Gorontalo. Nilai terpentingnya bukan pada atribut partai, melainkan pada kesempatan untuk bergerak bersama. Ketika kegiatan warga membuka ruang bagi banyak orang, olahraga menjadi pintu masuk yang sederhana menuju kebersamaan dan kebiasaan hidup sehat.

Ternate: kelompok senam dan warga bergerak bersama
Di Ternate, DPW Partai NasDem Maluku Utara bersama DPD Partai NasDem Kota Ternate menggelar NasDem Bugar sebagai bagian dari peringatan HUT ke-15. Sejumlah kelompok senam dan warga mengikuti kegiatan yang ditujukan untuk mengampanyekan pola hidup sehat. Ketua DPW, Husni Bopeng, mengapresiasi peserta dan menekankan bahwa aktivitas fisik dapat membantu membangun kesadaran tentang kesehatan serta kebugaran. Ketua DPD Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, juga melihat olahraga rutin setiap Minggu sebagai ruang interaksi sosial yang dapat memberi peluang bagi pelaku UMKM. Ia mencatat peserta senam didominasi kaum perempuan dan berharap keterlibatan laki-laki meningkat pada kegiatan berikutnya. Perhatian pada partisipasi yang lebih merata penting: komunitas olahraga akan lebih kuat bila kegiatan terbuka bagi semua warga, bukan hanya kelompok yang sudah terbiasa hadir.
Gorontalo: zumba merangkul ratusan peserta
Menjelang puncak peringatan HUT ke-15 pada 11 November 2026, NasDem Gorontalo mengadakan senam zumba di halaman Kantor DPW Partai NasDem Provinsi Gorontalo. Ratusan peserta—pengurus, kader, simpatisan, dan masyarakat umum—mengikuti gerakan instruktur dengan iringan musik. Sekretaris DPW, Ridwan Monoarfa, menyebut kegiatan ini sebagai ruang kebersamaan dengan masyarakat dan cara mendorong budaya hidup sehat. Pilihan zumba memberi acara bentuk yang mudah dikenali sebagai olahraga kelompok, sementara keterlibatan warga umum membuatnya lebih dari agenda internal partai. Ridwan juga menilai perayaan sebaiknya menyediakan ruang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan positif. Pesan itu tepat: kedekatan komunitas tidak dibangun lewat seremoni saja, tetapi lewat kegiatan bersama yang bisa diikuti warga dalam kehidupan sehari-hari.
Ajakan sehat yang terasa dalam praktik
Ternate dan Gorontalo memperlihatkan dua cara menjalankan gagasan yang sama: menghubungkan olahraga dengan interaksi sosial. Di Ternate, kelompok senam dan warga berkumpul dalam kegiatan yang juga dikaitkan dengan aktivitas Mingguan masyarakat; di Gorontalo, zumba menghimpun ratusan peserta dari beragam latar dalam satu sesi. Keduanya memberi warga kesempatan bergerak bersama tanpa harus menjadikan olahraga sebagai urusan atlet atau kelompok khusus. Agar dampaknya bertahan, kegiatan semacam ini perlu dipandang sebagai ajakan yang dapat diteruskan, bukan sekadar penanda hari jadi. NasDem Bugar berhasil menempatkan hidup sehat dan kebersamaan di pusat perayaan. Kesimpulannya, olahraga bersama paling berarti ketika pintunya terbuka lebar dan warga menjadi peserta aktif, bukan penonton.






