Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Gelang Batik Sisa Produksi Ulur Wiji, Detail Lokal yang Gampang Dipakai Harian

Gelang Batik Sisa Produksi Ulur Wiji, Detail Lokal yang Gampang Dipakai Harian
Minat|Tren Fashion

Aku suka aksesori yang punya tekstur, tapi tetap gampang dipakai dengan baju biasa. Gelang Kain Batik Upcycle dari Ulur Wiji menarik perhatianku karena kain batik sisa produksi dijadikan gelang handmade. Karakternya beda dari rantai logam yang biasanya dipilih karena kilau atau klaim antikarat. Di sini yang jadi aksen justru motif kainnya.

Harganya juga masih ramah buat aksesori lokal. Di Shopee, kisarannya Rp20.000–Rp40.000, bergantung varian. Sebelum checkout, aku tetap akan melihat pilihan motif dan menanyakan ukuran. Untuk gelang kain, dua hal itu lebih penting daripada sekadar terpikat foto.

Sisa kain batik menjadi aksen yang santai

Anting berbahan kain ulos yang dirangkai menjadi perhiasan handmade

Nama produknya cukup terus terang, Gelang Kain Batik Upcycle – Ulur Wiji Circular Handmade Bracelet. Bahan utamanya disebut sebagai sisa produksi kain batik, dan pembuatannya dilakukan oleh perajin perempuan di Mojokerto. Jadi, ini bukan gelang logam yang dilapisi motif batik. Daya tariknya datang dari tekstil yang memang punya corak dan sentuhan kain.

Ulur Wiji berangkat dari Mojokerto sebagai brand eco-fashion sekaligus social enterprise. Brand ini berdiri pada 3 Januari 2020, dengan fokus membawa kerajinan tekstil Indonesia ke produk yang lebih dekat dengan pemakaian sehari-hari. Konteks itu terasa pas untuk gelang ini. Motif batik tidak harus menunggu acara resmi atau kebaya, karena ukurannya kecil dan bentuknya kasual.

Aku juga suka gagasan memakai sisa produksi, tetapi tetap membedakan ide upcycle dari janji kualitas yang belum dijelaskan. Kain sisa yang dipakai untuk aksesori tidak otomatis berarti gelangnya tahan air, warnanya pasti tidak luntur, atau semua potongannya punya motif yang sama. Informasi khusus tentang finishing, komponen pengait, dan cara pencuciannya belum tersedia dengan jelas, jadi aku tidak akan menyebutnya antikarat atau aman untuk semua kulit.

Ulur Wiji menjelaskan bahwa sisa kain produksi yang masih layak dapat dipilih kembali dan diolah menjadi aksesori. Untuk gelang ini, hal yang paling masuk akal adalah mengecek motif serta warna yang tersedia saat membeli. Sisa kain bisa membuat stok warna berubah, tetapi aku tidak akan berasumsi setiap gelang pasti one of a kind sebelum penjual mengonfirmasinya.

Di halaman Shopee ada beberapa pilihan warna tali atau kain, dengan rentang harga Rp20.000–Rp40.000. Perbedaan harganya mengikuti varian, jadi jangan berhenti di angka termurah yang muncul di halaman. Pilih opsi yang benar-benar ingin dibeli sebelum melihat total keranjang. Cek pilihan gelang batik Ulur Wiji di Shopee lalu pastikan motif dan warna yang dipilih masih sesuai foto varian.

Cara memakainya dan detail yang perlu ditanyakan

Pengumuman koleksi Ulur Wiji berlatar motif tekstil batik

Untuk styling, aku akan mulai dari satu gelang ini sebagai aksen, bukan menumpuk beberapa motif sekaligus. Kaos putih, kemeja polos, denim, atau atasan warna netral memberi ruang supaya corak batiknya kelihatan. Kalau atasanmu sudah bermotif, gelangnya masih bisa masuk, tapi pilih warna yang senada dan biarkan aksesori lain lebih sederhana.

Kalau ingin dipadukan dengan jam tangan atau gelang metal tipis, kontras bahannya justru bisa terasa menarik. Aku akan membiarkan gelang kain menjadi bagian yang paling bertekstur, lalu memilih satu aksesori logam yang bentuknya simpel. Ini saran styling, bukan klaim bahwa gelang Ulur Wiji punya komponen logam tertentu. Bahan pengait atau bagian penutupnya belum dijelaskan, jadi kalau kulitmu sensitif, tanyakan material bagian itu lebih dulu.

Ukuran adalah hal yang paling ingin aku pastikan sebelum membeli. Detail diameter atau keliling gelang belum tercantum, begitu juga keterangan apakah talinya bisa disesuaikan. Tanyakan ukuran pergelangan yang cocok, cara memakai atau mengencangkannya, dan apakah ada foto gelang saat dikenakan. Kalau pergelanganmu kecil atau lebih besar dari rata-rata, pertanyaan itu bisa menghindarkan gelang terasa terlalu longgar atau menekan.

Karena berbahan kain, aku juga tidak akan memperlakukannya seperti aksesori yang bisa dipakai mandi atau berenang. Bukan berarti gelang ini pasti rusak kalau terkena air, hanya saja tidak ada keterangan ketahanan air atau ketahanan warna yang bisa dijadikan pegangan. Aku akan melepasnya sebelum memakai parfum, sabun, atau beraktivitas yang membuat kain mudah basah, lalu menyimpannya dalam keadaan kering. Kalau ada instruksi perawatan dari penjual, ikuti yang itu.

Harga di kisaran Rp20.000–Rp40.000 membuatnya masuk sebagai aksesori kecil untuk dicoba, tetapi tetap cek ongkir, varian, dan ukuran sebelum membayar. Untuk hadiah, motif kainnya terasa lebih personal daripada gelang polos, meski ukuran yang belum dicantumkan membuatku ingin bertanya dulu daripada menebak-nebak.

Aku akan memilih motif yang paling sering kepakai

Kalau mencari detail lokal yang tidak terasa terlalu formal, gelang kain batik ini punya arah yang menarik: corak tekstil hadir dalam bentuk kecil yang mudah masuk ke outfit kuliah atau hangout. Aku akan memilih warna yang paling sering kupakai, memastikan ukuran dan cara pengencangannya, lalu baru memutuskan varian. Sesederhana itu, tanpa harus menganggap aksesori upcycle otomatis sempurna.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!