Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dua Dekade Kreativitas Fashion di Senayan City

Dua Dekade Kreativitas Fashion di Senayan City
Minat|Rilis Tren

Dua Dekade yang Dirayakan di Atas Runway, Halaman Buku, dan Instalasi Seni

Perayaan 20 tahun Senayan City adalah rangkaian program fashion, buku, dan instalasi seni yang dirancang sebagai refleksi perjalanan kreatif selama dua dekade, menjadikannya momen kuratorial yang menyatukan desainer, pelaku industri, dan penikmat fashion dalam satu pengalaman gaya hidup yang saling terhubung dan berlapis makna.

Inti perayaan Senayan City anniversary bukan sekadar nostalgia, melainkan pernyataan sikap: pusat belanja ini ingin diakui sebagai ekosistem fashion, bukan hanya lokasi belanja. Dengan mengemas ulang sejarahnya melalui Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, buku coffee table Essence & Presence, dan instalasi The Passage of Presence, Senayan City menunjukkan bahwa mal dapat berperan sebagai ruang budaya yang hidup, bukan ruang komersial pasif.

Dua puluh tahun diartikulasikan sebagai “milestone yang menyimpan begitu banyak cerita, hubungan, kolaborasi, dan pengalaman”, sehingga perayaan terasa lebih seperti penghormatan bagi komunitas kreatif yang tumbuh bersama, daripada pesta ulang tahun yang seremonial belaka.

Dua Dekade Kreativitas Fashion di Senayan City

Fashion Nation 20th Edition: Runway sebagai Cermin Evolusi Gaya

Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit berlangsung pada 18–26 September 2026 dan kembali diposisikan sebagai ruang temu desainer, institusi fashion, media, komunitas kreatif, dan fashion enthusiasts untuk merayakan perkembangan fashion Indonesia. Ini bukan ajang satu arah; ini forum dialog visual tentang ke mana arah mode bergerak. Dengan tema The Icon Edit, kurasi program menonjolkan figur-figur kunci sekaligus suara generasi baru, menegaskan bahwa ikon bukan hanya nama besar, tetapi juga gagasan yang relevan.

Rangkaian acara dibuka lewat The Era Runways yang menghadirkan Mel Ahyar Archipelago dan TOTON sebagai opening designers Fashion Nation 20th Edition. Kehadiran dua desainer lokal Jakarta dengan jejak kuat di kancah nasional ini mengirim pesan jelas: identitas budaya dan kepekaan terhadap isu masa kini bisa berjalan beriringan di atas runway. Fashion Nation di sini berfungsi sebagai cermin: memperlihatkan seberapa jauh panggung lokal berani mengolah tradisi dan waktu menjadi bahasa visual baru.

Wastra, Waktu, dan Ketekunan: Narasi Kuat dari Mel Ahyar dan TOTON

Opening show menjadi titik paling artikulatif dari agenda ini. Mel Ahyar Archipelago menghadirkan Wastra Modern Couture bertajuk Tanö Niha, koleksi yang terinspirasi adat dan tradisi Pulau Nias di Sumatra Utara, menerjemahkan arsitektur, ornamen, serta busana upacara menjadi siluet kontemporer dengan palet warna kayu dan tekstur tenun yang menghormati akar budaya. Di sini, pakaian berfungsi sebagai arsip bergerak: warisan yang bisa berjalan di runway tanpa kehilangan martabatnya.

Sebagai kontras yang harmonis, TOTON merilis TEMPAAN KALA, lanjutan dari koleksi KALA, dalam kolaborasi bersama JEUMPA yang memberi sentuhan floral artistik pada tiap tampilan. Koleksi Wastra Modern Couture ini hampir seluruhnya dikerjakan dengan tangan, menghidupkan teknik kriya sebagai jawaban terhadap laju fast fashion. Pesannya tegas: di tengah industri yang serba cepat, ketekunan dan proses lambat justru menjadi nilai tambah. Runway di Senayan City berubah menjadi pernyataan etis sekaligus estetis tentang cara berpakaian hari ini.

GAYA dan Jejaring Desainer: Mal sebagai Laboratorium Kreatif

Sebagai bagian dari rangkaian Fashion Nation 20th Edition: The Icon Edit, Senayan City kembali berkolaborasi dengan Indonesian Fashion Designers Council (IFDC) melalui exhibition bertajuk GAYA. Pameran ini meneguhkan posisi mal sebagai laboratorium kreatif, tempat desainer, label, media, institusi fashion, dan komunitas bertemu dalam satu lanskap. Alih-alih hanya menjual produk, ruang ini mendorong eksplorasi fashion, identitas, dan ekspresi kreatif khas Indonesia.

Sebanyak 22 perancang IFDC—mulai dari Sebastian Gunawan, Rinaldy A Yunardi, Denny Wirawan, Mel Ahyar, Ivan Gunawan, Rama Dauhan, Wilsen Willim, Eddy Betty, Didi Budiardjo, Hian Tjen, hingga Yosafat Dwi Kurniawan—memasarkan karya mereka di Main Atrium Senayan City pada 18–26 September 2026. Kehadiran nama-nama besar dan desainer lokal Jakarta lain dalam satu exhibition memvisualkan betapa luasnya ekosistem fashion yang selama ini dibangun bersama. Fashion, dalam format ini, bukan lagi tren musiman, tetapi medium kolaborasi dan kontribusi lintas disiplin.

Essence & Presence dan The Passage of Presence: Mengarsipkan Waktu, Mengundang Publik

Dimensi reflektif perayaan ini hadir melalui buku coffee table Essence & Presence, yang merangkum perjalanan Senayan City selama 20 tahun melalui beragam cerita, tonggak pencapaian, dan kontribusi tenants, designers, creative partners, media, hingga collaborators. Lebih dari dokumentasi, buku ini adalah gestur penghormatan: 20 eksemplar dipersembahkan untuk VIP tenants dan partners sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka. Di sini, arsip tidak disimpan diam, tetapi dikembalikan kepada para pelakunya.

Untuk membawa semangat tersebut lebih dekat ke publik, hadir instalasi The Passage of Presence di Ground Floor. Terinspirasi angka 20, instalasi abstrak ini merepresentasikan dua dekade perjalanan Senayan City—dari dinamika, perubahan, hingga momen yang membentuk ceritanya. Meski tidak diiklankan sebagai instalasi fashion interaktif, karya ini memperluas definisi pengalaman fashion: pengunjung diajak menyusuri ruang yang menceritakan waktu, bukan sekadar melihat koleksi. Pada titik ini, Senayan City berhasil menjahit ulang masa lalu dan masa depan dalam satu narasi: fashion sebagai pengalaman menyeluruh, bukan hanya pakaian.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!