Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

The Scandal Mengguncang Sageuk: Cinta, Kuasa, dan Taruhan Berbahaya

The Scandal Mengguncang Sageuk: Cinta, Kuasa, dan Taruhan Berbahaya
Minat|Drama Korea

The Scandal: Definisi Baru Drama Joseon Terbaru di Netflix

The Scandal adalah drama Joseon terbaru di Netflix yang mengisahkan romance berbahaya antara tiga bangsawan lewat sebuah taruhan rahasia, menggabungkan intrik kelas atas, tekanan norma sosial, dan konsekuensi emosional yang menggerus batas antara permainan dan perasaan hingga menjadi drama karakter yang gelap, sensual, dan penuh manipulasi psikologis.

The Scandal Netflix resmi tayang 18 September 2026 dengan latar Dinasti Joseon dan langsung hadir lengkap delapan episode untuk penonton global. Keputusan merilis sekaligus delapan episode—dengan durasi sekitar 48 menit hingga episode terakhir sepanjang kurang lebih 1 jam 20 menit—jelas menunjukkan ambisi: ini bukan sekadar suguhan santai akhir pekan, melainkan satu paket kisah yang mengundang maraton dan diskusi. Dengan format terbatas namun padat, serial ini di posisi ideal untuk mengeksplorasi karakter tanpa berlarut-larut seperti makjang panjang, tapi juga tidak sepadat film dua jam yang sering terasa menyesakkan untuk cerita penuh tipu daya.

Yang membuatnya langsung mencuri perhatian adalah kombinasi nama besar di depan kamera: Son Ye-jin, Ji Chang-wook, dan Nana memimpin sebagai tiga tokoh utama dalam permainan cinta berbahaya. Trio ini menjadikan The Scandal bukan sekadar drama Joseon terbaru, tetapi eksperimen genre berprofil tinggi yang memadukan estetika sageuk dengan nafas melodrama modern.

The Scandal Mengguncang Sageuk: Cinta, Kuasa, dan Taruhan Berbahaya

Taruhan Cinta Lady Cho: Dari Sageuk Klasik ke Drama Moral Modern

Jantung The Scandal bukan perang istana skala besar, melainkan perang batin tiga orang: Lady Cho, Cho Won, dan Hui-yeon. Cerita berpusat pada Lady Cho, perempuan bangsawan berbakat yang merasa kehidupannya dibatasi aturan sosial masyarakat Joseon. Alih-alih pasrah, ia mengubah keterkungkungan menjadi permainan, mengajukan taruhan asmara kepada Cho Won, perayu ulung di kalangan bangsawan. Di titik ini, drama langsung menggeser sageuk dari ranah ritual dan politik ke arena psikologis dan seksual—keputusan berani yang membuatnya terasa lebih dekat dengan drama modern.

Ketika Cho Won menerima tantangan itu dan mulai mendekati Hui-yeon, janda muda yang berusaha mempertahankan kesetiaannya kepada mendiang suami, segitiga ini menjelma laboratorium moral: sejauh apa seseorang rela mengkhianati nilai yang dipegang demi keinginan pribadi? Hui-yeon tidak sekadar "korban manis"; ia masuk ke permainan tanpa tahu aturannya, dan di situlah kekejaman sekaligus daya tarik cerita. The Scandal menolak formula cinta lurus: taruhan rahasia, keinginan tersembunyi, dan hubungan yang kian rumit menjadi motor utama konflik.

Di era ketika banyak sageuk terjebak repetisi perebutan tahta, The Scandal memilih fokus ke intrik kelas privat: ranjang, reputasi, dan rasa bersalah. Pilihan ini membuatnya jauh lebih dekat dengan penonton masa kini yang terbiasa dengan drama karakter abu-abu, sekaligus memaksakan kita untuk mengakui bahwa kekuasaan tidak hanya dipertarungkan di ruang takhta, tetapi juga di kamar tidur dan bisik-bisik taruhan.

The Scandal Mengguncang Sageuk: Cinta, Kuasa, dan Taruhan Berbahaya

Chemistry Son Ye-jin, Ji Chang-wook, dan Nana: Cinta Segitiga yang Tajam

Daya dobrak terbesar The Scandal Netflix ada pada cara ia menulis dan memerankan tiga karakter utamanya. Son Ye-jin sebagai Lady Cho bukan bangsawan pasif; ia digambarkan sebagai perempuan dengan kemampuan luar biasa dan pemikiran yang melampaui batasan sosial, serta aktif memainkan permainan di dalam cerita. Karakter ini memutarbalikkan ekspektasi penonton terhadap sosok wanita di drama Joseon: ia bukan korban sistem, tetapi manipulator yang mendesain sistem kecilnya sendiri melalui taruhan.

Di sisi lain, Ji Chang-wook sebagai Cho Won bukan sekadar "oppa romantis"; ia diperkenalkan sebagai playboy terbesar di Joseon dengan status bangsawan dan hubungan dekat dengan Lady Cho. Dinamika mereka terasa seperti dua partner in crime yang saling memahami bahasa sinis dan godaan, yang membuat setiap adegan bersama sarat lapisan: siapa memegang kendali, siapa sekadar berpura-pura. Ketika Cho Won berhadapan dengan Hui-yeon, nafas cerita berubah—playboy ini dipaksa berhadapan dengan konsekuensi emosional dari rayuannya sendiri.

Nana sebagai Hui-yeon menambah kedalaman. Sebagai janda muda dengan latar tragis—kehilangan suami sebelum upacara pernikahan—yang berusaha menjaga kehormatan, ia menolak disederhanakan sebagai "perempuan ketiga". Hubungannya dengan Cho Won tidak sekadar objek taruhan, melainkan cermin yang memantulkan sisi rapuh Lady Cho dan Cho Won sekaligus. Dengan Son Ye-jin, Ji Chang-wook, dan Nana sebagai tiga karakter utama, The Scandal menawarkan kisah cinta yang tidak sesederhana kelihatannya, penuh rahasia, taruhan, dan keinginan yang menggerus mereka sedikit demi sedikit.

The Scandal Mengguncang Sageuk: Cinta, Kuasa, dan Taruhan Berbahaya

Dari Dangerous Liaisons ke The Scandal: Tradisi, Remake, dan Sensualitas

The Scandal tidak lahir dari ruang hampa. Serial ini dikembangkan sebagai interpretasi baru terhadap kisah klasik Dangerous Liaisons karya Pierre Choderlos de Laclos, yang sebelumnya telah diadaptasi ke dalam film Korea Untold Scandal pada 2003. Artinya, fondasi cerita—taruhan erotis, manipulasi, dan kehancuran moral—sudah teruji. Tantangannya: bagaimana membuat versi baru ini relevan bagi penonton hari ini yang sudah kenyang plot licik dan antihero.

Jawabannya adalah kombinasi unik antara sageuk tradisional dan drama modern. Latar Joseon tetap dihadirkan lengkap dengan hierarki bangsawan dan etika ketat, tetapi pendekatannya lebih modern, baik dari cara kamera mendekati tubuh dan ekspresi, maupun dari keberanian menampilkan adegan intim dan permainan hasrat yang gamblang. Menurut salah satu laporan, semua delapan episode The Scandal dirilis sekaligus di Netflix, memberi kebebasan pada penonton untuk mengurai naik-turun emosi karakter dalam sekali duduk tanpa menunggu mingguan.

Keputusan menjadikannya serial terbatas delapan episode romantis berlatar sejarah untuk penonton global adalah pernyataan bahwa konten berbahasa asing dengan nuansa sageuk masih bisa terasa segar jika berani mengambil risiko. The Scandal tidak takut mengotori kimono keanggunan drama sejarah dengan noda hasrat dan manipulasi; di situlah ia menemukan identitasnya sendiri, terpisah dari Untold Scandal maupun adaptasi Dangerous Liaisons lainnya.

The Scandal Mengguncang Sageuk: Cinta, Kuasa, dan Taruhan Berbahaya

Apa yang Ditawarkan The Scandal bagi Penonton Hari Ini?

Untuk penonton yang bosan dengan kisah cinta manis, The Scandal Netflix menawarkan romance berbahaya yang konsekuensial. Di sini, ciuman bukan klimaks bahagia, melainkan awal dari rangkaian kehancuran perlahan. Permainan yang awalnya hanya taruhan membawa konsekuensi bagi ketiga karakter utama, memaksa mereka menghadapi perbedaan antara keinginan, gengsi, dan nilai moral yang dulu mereka klaim pegang teguh. Segitiga Lady Cho–Cho Won–Hui-yeon berubah menjadi studi tentang bagaimana kekuasaan bekerja dalam relasi intim.

Dari sisi praktis, semua episode The Scandal sudah bisa ditonton sekaligus di Netflix, yang artinya penonton tidak perlu menunggu pekanan, dan bisa mengikuti alur manipulasi tanpa kehilangan tensi. Menurut salah satu ulasan, "The Scandal tayang perdana di Netflix pada 18 September 2026 dan hadir sebagai serial dengan total 8 episode," sebuah format yang memudahkan maraton tanpa berlarut. Bagi penikmat sageuk yang ingin sesuatu yang lebih gelap dan berlapis, ini adalah paket lengkap: visual era Joseon, melodrama intens, dan reinterpretasi klasik yang tidak takut tampak kejam terhadap karakter-karakternya.

Pada akhirnya, The Scandal adalah uji selera sekaligus uji batas empati. Jika penonton siap menyaksikan tokoh favoritnya kotor oleh pilihan egois, drama ini akan terasa memuaskan. Jika tidak, kegetiran akhir ceritanya akan terasa seperti tamparan. Dan mungkin, di tengah banjir drama aman, tamparan seperti ini adalah yang kita perlukan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!