Kebakaran di SPBU: Bukan Sekadar Musibah, Tapi Cermin Kelalaian
Kebakaran di SPBU adalah peristiwa terbakarnya kendaraan atau fasilitas saat atau sesaat setelah pengisian bahan bakar minyak, yang biasanya dipicu kombinasi kebocoran BBM, sumber api, dan kelalaian prosedur keselamatan, sehingga menimbulkan luka bakar, kerusakan kendaraan, serta mengancam keselamatan pengemudi, penumpang, petugas, dan orang di sekitar area pengisian. Peristiwa seperti ini sering diperlakukan seolah musibah tak terduga, padahal sebagian besar merupakan konsekuensi dari praktik pengisian yang ceroboh dan pengawasan yang lemah. Di Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Kelumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, sebuah Daihatsu Xenia ludes terbakar di pintu keluar SPBU pada Kamis, 20 Agustus 2026 setelah pengisian BBM, mengakibatkan pengemudi dan satu penumpang mengalami luka bakar serta harus dilarikan ke rumah sakit swasta di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara. Kebakaran bensin seperti ini adalah alarm keras bahwa keselamatan SPBU belum menjadi budaya, hanya slogan di spanduk yang mudah diabaikan.

Risiko Pengisian BBM dan Praktik ‘Ngerit’ yang Mengundang Bahaya
Setiap kali kita masuk area SPBU, kita sedang memasuki ruang berisiko tinggi. BBM sangat mudah terbakar, dan risiko pengisian BBM meningkat tajam begitu prosedur standar diabaikan. Praktik pembelian BBM bersubsidi secara tak wajar, termasuk pengisian ke tangki atau wadah modifikasi, menyoroti lemahnya pengawasan di area SPBU. Dalam sebuah kejadian, operator diduga tetap melayani kendaraan bertangki modifikasi, padahal tindakan tersebut sangat berisiko memicu kecelakaan fatal yang dapat merugikan pengendara maupun warga sekitar. Ini esensi dari praktik "ngerit"—pengisian berlebih demi keuntungan instan, yang berujung pada ancaman keselamatan publik, bukan sekadar pelanggaran administrasi. Imbauan untuk tidak mengisi BBM bersubsidi ke wadah tak standar sebenarnya bukan basa-basi; pengelola yang mengabaikannya sedang berjudi dengan nyawa orang banyak demi beberapa liter tambahan.
Keselamatan SPBU Dimulai dari Pengemudi: Mesin, Ponsel, dan Penumpang Rentan
Budaya aman di SPBU tidak akan pernah terbentuk bila pengemudi memperlakukan pengisian bahan bakar seperti berhenti di lampu merah. Area SPBU menuntut disiplin ekstra: menjaga ketertiban, tidak merokok, tidak menyalakan sumber api, dan menghindari tindakan apa pun yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Etika di SPBU juga menyentuh cara kita memperlakukan penumpang. Anak-anak, lansia, atau orang yang membutuhkan pengawasan sebaiknya tidak ditinggalkan begitu saja saat pengisian berlangsung, karena mereka adalah kelompok paling rentan bila terjadi kebakaran bensin. Selain itu, tidak terlalu lama berhenti di dekat dispenser setelah pengisian selesai adalah bagian dari etika pengisian bahan bakar yang benar, yang melindungi keselamatan diri dan pengguna lain sekaligus menjaga kelancaran antrean. Mengabaikan hal-hal sederhana ini berarti menerima risiko tanpa alasan pintar apa pun.
Tanggung Jawab Pengelola dan Masyarakat: Etika, Informasi, dan Pengawasan
Insiden di SPBU selalu membuka dua sisi kegagalan: etika pengguna dan integritas pengelola. Ketika pengelola diduga menutup mata terhadap pengisian BBM bersubsidi ke wadah tak standar demi mengejar keuntungan instan, mereka sedang merusak fondasi keselamatan SPBU dan mengkhianati kepercayaan publik. Di sisi lain, masyarakat tidak boleh menambah kekacauan dengan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi tiap kali terjadi kebakaran bensin atau insiden lain; mereka diimbau menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti serta dampaknya. Etika di SPBU bukan hanya soal antre rapi atau turun dari mobil, tetapi tentang mengikuti prosedur keselamatan, mematuhi arahan petugas, dan memastikan setiap tindakan kita tidak mengganggu kelancaran maupun keamanan pengisian. Tanpa kedisiplinan kolektif ini, setiap SPBU berpotensi berubah menjadi titik rawan bencana berikutnya.
Kesimpulan: Jadikan Pengisian BBM sebagai Ritual Aman, Bukan Kebiasaan Biasa
Rangkaian kebakaran di SPBU menunjukkan satu pola yang sama: bukan teknologi yang gagal, melainkan manusia yang abai. Dari kendaraan yang ludes terbakar usai mengisi BBM di pintu keluar SPBU Jalan Perintis Kemerdekaan, Desa Kelumpang, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, yang membuat pengemudi dan penumpangnya mengalami luka bakar dan harus dirawat di rumah sakit swasta di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, hingga praktik pengisian ke tangki modifikasi yang sangat berisiko memicu kecelakaan fatal, pesan utamanya jelas: pengisian BBM harus diperlakukan sebagai ritual aman, bukan rutinitas santai. Menjaga ketertiban, tidak merokok, mengikuti prosedur keselamatan, dan mematuhi arahan petugas membuat baik turun dari mobil maupun menunggu di dalam dapat dilakukan secara tertib dan aman. Keselamatan SPBU bergantung pada pilihan kecil yang kita buat setiap kali memegang nozzle, bukan pada keberuntungan.






