Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mengapa The Scandal Jadi Drakor Paling Kontroversial di Netflix

Mengapa The Scandal Jadi Drakor Paling Kontroversial di Netflix
Minat|Drama Korea

Fenomena The Scandal: Kontroversi yang Mengundang Jutaan Tontonan

The Scandal Netflix adalah drakor terbaru Netflix berlatar era Joseon yang menggabungkan ambiguitas moral drama dengan kritik tajam terhadap representasi perempuan Joseon, sehingga memantik kontroversi global sekaligus menarik jutaan penonton dalam waktu singkat. Serial ini bukan sekadar K-drama dewasa yang ramai diperbincangkan karena adegan intim, melainkan fenomena budaya pop yang memaksa penonton menatap langsung bagaimana tubuh dan hasrat perempuan dijadikan alat tawar-menawar sosial. Fakta bahwa The Scandal memuncaki daftar serial non-Inggris terpopuler di sejumlah negara dan mengumpulkan 1,9 juta views hanya dalam tiga hari pertama penayangan menegaskan bahwa kontroversi bisa menjadi bahan bakar kuat bagi rasa ingin tahu publik. Ketika drama lain turun dari chart, The Scandal justru naik dari posisi #7 ke #3 secara global, menunjukkan daya tahan yang tak bisa dijelaskan hanya oleh sensasi sesaat.

Mengapa The Scandal Jadi Drakor Paling Kontroversial di Netflix

Ambiguitas Moral: Lady Cho, Cho Won, dan Hui-yeon sebagai Cermin Masyarakat

Inti kekuatan The Scandal terletak pada keberaniannya menempatkan karakter utama di wilayah moral yang abu-abu. Lady Cho bukan villain kartun; ia adalah perempuan pintar yang frustrasi karena terjebak dalam struktur patriarki era Joseon yang menilai perempuan dari kemampuan memberi keturunan, bukan kecerdasan atau agensinya. Untuk menyelamatkan reputasi pernikahan tanpa anak, Lady Cho meminta sepupunya, Cho Won, mendekati dan menggoda janda muda Hui-yeon demi menghamilinya. Cho Won yang dicap playboy ternyata digerakkan oleh hasrat mendapatkan pengakuan dari Lady Cho, bukan sekadar kenikmatan sesaat. Hui-yeon, yang bertekad menjaga kesucian sebagai bentuk bakti kepada suami yang sudah meninggal, justru menjadi korban paling tersiksa dari permainan taruhan ini. Ambiguitas moral drama ini memaksa penonton bertanya: siapa sebenarnya penjahat, dan siapa yang sedang bertahan hidup dalam sistem yang kejam?

Mengapa The Scandal Jadi Drakor Paling Kontroversial di Netflix

Keterasingan dan Tubuh Perempuan di Era Joseon

The Scandal menggarisbawahi bagaimana perempuan di era Joseon didorong menjadi “villain” hanya agar bisa mendapatkan sedikit kendali atas hidup mereka. Lady Cho dan Hui-yeon sama-sama digambarkan sebagai perempuan yang dinilai sebelah mata: dipandang sebagai pabrik anak, dikontrol pernikahan, pendidikan, masa depan, hingga seksualitasnya. Dorongan sosial untuk menyembunyikan hasrat seksual perempuan membuat setiap keputusan mereka tampak menyimpang, padahal yang mereka lakukan sering kali sekadar strategi bertahan di dunia yang menindas. Kritikan terhadap masyarakat Joseon terasa tajam karena drama ini menunjukkan bagaimana stigma kesuburan dan kehormatan ditempelkan hampir sepenuhnya pada tubuh perempuan, sementara laki-laki tetap terlindungi oleh struktur sosial. Alur cerita yang provokatif dan hubungan rumit antar tokoh menjadi magnet bagi penonton yang lelah dengan narasi hitam-putih dan menginginkan karakter yang kompleks, rapuh, dan sekaligus manipulatif.

Mengapa The Scandal Jadi Drakor Paling Kontroversial di Netflix

Kontroversi Filler Bibir Nana: Standar Kecantikan vs Karya Seni

Kesuksesan The Scandal ironisnya dibarengi salah satu kontroversi paling nyaring: filler bibir Nana sebagai pemeran Hui-yeon. Penonton menilai penampilannya terlalu modern untuk drama sejarah, menyebutnya punya “wajah iPhone” dan menganggap bibirnya mengganggu nuansa tradisional yang diharapkan dari drakor berlatar Joseon. Tekanan publik begitu kuat hingga Nana meminta maaf, menyebut pilihan prosedur filler sebagai keputusan pribadi yang tidak tepat bagi seorang aktris dalam proyek sageuk. Menariknya, seorang profesor bedah plastik menilai masalah utama bukan bibir Nana semata, melainkan ketegangan antara prosedur kosmetik modern dan ekspektasi visual terhadap masa lalu, sambil mengingatkan bahwa bibir tebal bukan hal mustahil di era Joseon. Kontroversi The Scandal ini membuka diskusi lebih luas: apakah standar kecantikan tradisional boleh mengatur tubuh aktris, atau apakah kritik artistik sedang menyamar sebagai penghakiman terhadap pilihan personal?

Mengapa The Scandal Jadi Drakor Paling Kontroversial di Netflix

The Scandal di Chart Global: Bukti Daya Tarik Narasi Kompleks

Di tengah perdebatan moral dan kosmetik, fakta komersialnya jelas: The Scandal adalah drakor terbaru Netflix yang mendominasi chart global. Dalam tiga hari sejak penayangan, drama ini meraih 1,9 juta views dan memuncaki daftar serial non-Inggris terpopuler di berbagai wilayah. Pekan berikutnya, menurut data resmi, serial yang dibintangi Son Ye-jin, Ji Chang-wook, dan Nana itu naik dari posisi #7 ke #3 di Netflix global. Pada periode yang sama, drama lain tersingkir dari daftar terlaris, menjadikan The Scandal satu-satunya drakor yang bertahan di chart global. Angka ini menguatkan satu kesimpulan: penonton tertarik pada alur cerita yang provokatif dan karakter kompleks yang menantang norma sosial, bukan hanya kostum sejarah dan romansa manis. The Scandal membuktikan bahwa drama yang berani menguliti moral abu-abu dan politik tubuh perempuan bisa menyatu dengan selera massa, sembari memicu percakapan yang tak nyaman namun perlu.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!