Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Mahasiswa Farmasi Ajak Remaja Jadi Konsumen Kosmetik Cerdas

Mahasiswa Farmasi Ajak Remaja Jadi Konsumen Kosmetik Cerdas
Minat|Alat Kecantikan

Kosmetik Aman untuk Remaja Bukan Soal Tren, Tapi Soal Hak atas Keamanan

Kosmetik aman untuk remaja adalah semua produk perawatan diri dan kecantikan yang terdaftar resmi, berkomposisi jelas, sesuai usia dan kebutuhan kulit, digunakan dengan cara yang tepat, serta dipahami risikonya oleh penggunanya melalui edukasi yang memadai, bukan hanya diikuti karena tren atau tekanan sosial di lingkungan sebaya.

Jika remaja dibiarkan belajar kosmetik dari iklan dan media sosial, kita sedang menyiapkan generasi yang rawan menjadi korban produk berbahaya. Di Semarang, tujuh mahasiswa Program Studi Farmasi Universitas Negeri Semarang angkatan 2024 turun langsung ke SMP Negeri 7 pada Rabu, 9 September 2026 untuk mengubah arah itu melalui program Farmasi Unnes Berdampak (FUB). Pada hari yang sama, empat rekan seangkatan mereka mengedukasi siswa SMP Negeri 13 mengenai keamanan kosmetik. Ini bukan sekadar kegiatan pengabdian, tetapi pernyataan sikap: literasi kosmetik harus dimulai sejak bangku SMP, ketika rasa ingin tampil menarik mulai kuat, namun bekal pengetahuan masih lemah.

Mahasiswa Farmasi Ajak Remaja Jadi Konsumen Kosmetik Cerdas

Dari Kelas Teori ke Games: Cara Baru Mengajarkan Edukasi Produk Kecantikan

Program FUB menolak model ceramah satu arah yang membuat remaja mengantuk. Di SMP Negeri 7 Semarang, materi tentang kosmetik dan pangan aman dikemas lewat pendekatan interaktif: poster, media belajar, permainan edukatif, kuis kelompok, hingga simulasi “Konsumen Cerdas”. Di SMP Negeri 13, suasana dibuat santai, penuh aktivitas dan permainan agar siswa lebih mudah memahami cara memilih dan menggunakan kosmetik secara tepat. Inilah bentuk edukasi produk kecantikan yang menghargai cara belajar generasi muda: singkat, visual, dan mengajak mereka bergerak, bukan hanya mencatat.

Pilihan metode ini penting karena pengetahuan yang tidak melekat dalam ingatan tidak akan mengubah perilaku belanja. Saat siswa diajak langsung mengidentifikasi contoh kemasan kosmetik, mencari nomor izin edar, komposisi, serta tanggal kedaluwarsa, mereka berlatih memilih skincare yang aman dalam situasi yang mirip dengan kehidupan nyata. Pesan moralnya jelas: menjadi konsumen cerdas kosmetik adalah keterampilan yang bisa dipraktikkan, bukan teori di buku pelajaran.

Membaca Label, Menghindari Risiko: Pondasi Memilih Skincare yang Aman

Di balik kemasan lucu dan klaim “instan glowing”, tersembunyi risiko nyata: infeksi kulit akibat penggunaan kosmetik sembarangan. Remaja sering kali tidak diajari membaca label, sementara pasar dibanjiri produk tanpa kejelasan legalitas. Di FUB, siswa SMP diperkenalkan pengertian kosmetik, fungsi, serta contoh produk sehari-hari seperti sabun, sampo, pelembap, tabir surya, dan produk perawatan kulit lain. Mereka tidak diminta menghafal istilah rumit, tapi diajak membangun kebiasaan sederhana: membaca label, mengecek nomor izin edar, memperhatikan komposisi dan masa kedaluwarsa, serta mempertanyakan klaim produk yang terlalu muluk.

Skincare aman untuk remaja bukan hanya yang “viral”, tetapi yang legal, sesuai kebutuhan, dan digunakan secara bijak. Siswa juga diberi tips menjaga kesehatan kulit: gunakan kosmetik sesuai kebutuhan, cukup minum air, dan tidak mudah terpengaruh iklan. Di SMP Negeri 13, mereka ditegaskan untuk tidak mudah tergiur klaim produk dan menjadikan membaca label sebagai rutinitas sebelum membeli. Kebiasaan-kebiasaan kecil ini adalah pagar pertama yang melindungi kulit muda dari kerusakan jangka panjang.

Belajar Sekaligus Waspada: Kosmetik, Jajanan, dan Bahan Berbahaya

Kekuatan program ini terletak pada cara melihat tubuh remaja secara utuh: apa yang mereka oleskan ke kulit sama pentingnya dengan apa yang mereka makan. Di SMP Negeri 7, selain soal kosmetik aman untuk remaja, siswa juga diajak membaca label pangan: nomor izin edar, kode produksi, dan tanggal kedaluwarsa, serta mengenali bahaya Bahan Tambahan Pangan seperti formalin, pewarna tekstil, dan boraks yang kerap disalahgunakan pada makanan. Pesannya tegas: kulit sehat dan tubuh sehat saling berkaitan; percuma rutin skincare jika jajanan harian penuh zat berbahaya.

Sesi praktik identifikasi produk membuat siswa menyadari betapa sering mereka mengabaikan informasi penting di kemasan. Melalui simulasi “Konsumen Cerdas”, mereka diminta memilih produk berdasarkan keamanan, legalitas, dan informasi label, lalu menjelaskan alasannya. Di sini, edukasi berubah menjadi latihan keberanian mengambil keputusan. Remaja belajar berkata “tidak” pada produk meragukan, meski dikemas menarik atau sedang tren di lingkungan pertemanan.

Menuai Dampak: Dari Pre-test, Post-test, ke Generasi Konsumen Kritis

Yang membedakan program ini dari sekadar sosialisasi adalah keberanian mengukur dampak. Di kedua SMP, rangkaian kegiatan ditutup dengan pre-test dan post-test untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan siswa tentang keamanan kosmetik. Sesi refleksi di SMP Negeri 7 mendorong siswa menyebut hal baru yang mereka pelajari dan membuat komitmen pribadi untuk selalu cerdas dan aman dalam memilih kosmetik maupun pangan. Salah satu pesan kuat dari kegiatan itu dapat diringkas begini: “Siswa diharapkan dapat tumbuh menjadi konsumen yang lebih cerdas, kritis, dan peduli terhadap keamanan produk yang digunakan sehari-hari.”

Inisiatif mahasiswa farmasi ini patut dibaca sebagai kritik halus terhadap cara kita mendidik remaja. Kurikulum sering mengejar nilai ujian, tetapi melupakan literasi konsumen yang menyentuh kehidupan sehari-hari. Dengan mengajarkan memilih skincare yang aman dan mengenali kosmetik ilegal, mereka sedang membangun generasi yang tidak mudah dimanipulasi iklan. Program seperti FUB menunjukkan bahwa konsumen cerdas kosmetik bukan mimpi abstrak: ia lahir dari pertemuan ilmu farmasi, empati, dan ruang kelas yang berani mengangkat persoalan nyata anak muda.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!