Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Isyana Sarasvati Mengguncang JIS Sebagai Pembuka Avenged Sevenfold

Isyana Sarasvati Mengguncang JIS Sebagai Pembuka Avenged Sevenfold
Minat|Penyanyi/Band Pop

Pembuka yang Mengubah Cara Kita Memandang Konser Internasional

Isyana Sarasvati konser pembuka Avenged Sevenfold Jakarta di JIS Jakarta International Stadium adalah momen ketika kolaborasi rock pop progresif dari musisi lokal menghangatkan ribuan Deathbat sebelum band utama tampil, sekaligus menegaskan bahwa panggung kelas dunia layak diisi oleh eksplorasi lintas-genre yang berakar pada perjalanan kreatif skena musik setempat. Penampilannya bukan sekadar pemanasan; ini adalah pernyataan artistik. Ketika Avenged Sevenfold meminta langsung Isyana dan St. Loco sebagai opener, mereka mengirim pesan jelas: musik keras tidak dimonopoli satu gaya, dan musisi dari sini punya kapasitas dialog musikal dengan nama besar dunia. Konser di JIS pun berubah dari sekadar agenda tur menjadi etalase evolusi musik, di mana pop, rock, progressive, dan metal saling menyeberang tanpa rasa canggung.

Setlist Isyana: Dari LEXICON ke UNLOCK THE KEY, Menjahit Pop dan Progressive Metal

Begitu naik panggung sekitar pukul 19.15 WIB, Isyana langsung menegaskan arah malam itu dengan LEXICON sebagai pembuka, mengalir ke BURN dari album EKLEKTIKO untuk menaikkan tensi penonton yang sudah menunggu sejak pagi. Di tengah atmosfer Avenged Sevenfold Jakarta, pilihan lagu ini terasa strategis: cukup melodik untuk telinga pop, tapi penuh tekstur rock dan progresif untuk penikmat musik keras. Ia lalu menggeser mood lewat Ada-Ada Aja dan World On Fire, menunjukkan bahwa katalog pop lamanya masih relevan di panggung besar. Puncak kejutan datang saat ia mengabulkan permintaan penonton untuk membawakan UNLOCK THE KEY, trek metal operatik dari album ISYANA yang terkenal eksploratif. Di titik ini, batas antara penyanyi pop dan pengusung progressive metal runtuh; yang tersisa adalah seorang komposer yang nyaman menari di antara dua dunia.

IL SOGNO dan Burgerkill: Saat Vicky Mono Masuk, Panggung Benar-Benar Meledak

Menjelang akhir set, Isyana memilih IL SOGNO sebagai penutup—dan di sinilah konser Avenged Sevenfold Jakarta mendapat salah satu momen paling berat dan teatrikal malam itu. Mengundang Vicky Mono, vokalis band metal Burgerkill, ke atas panggung bukan sekadar gimmick; itu adalah pengakuan terbuka terhadap akar musik keras yang selama ini ia dekati lewat eksplorasi progresif. Kombinasi vokal operatik Isyana dengan growl dan karakter suara Vicky menciptakan benturan indah antara disiplin klasik dan agresi metal. IL SOGNO berubah menjadi perayaan kolaborasi rock pop yang tidak memaksa salah satu sisi mengalah, melainkan saling menguatkan. Di depan ribuan penonton di JIS Jakarta International Stadium, duet ini terasa seperti jembatan simbolik: musisi lintas genre bisa berdiri sejajar dengan ikon metal lokal, dan keduanya sama-sama layak mengisi panggung pembuka konser internasional.

Mengapa Musisi Lokal Dipilih? Jawabannya Ada pada Eksplorasi Genre

Fakta bahwa Isyana Sarasvati dan St. Loco diminta langsung oleh personel Avenged Sevenfold untuk membuka konser di JIS adalah bentuk apresiasi terang terhadap musik dari sini. Isyana membawa eksplorasi musik yang memadukan pop, rock, dan elemen progresif, sementara St. Loco hadir dengan rap-rock dan nuansa elektronik yang sudah mereka bangun sejak 2002. Kombinasi ini selaras dengan perjalanan Avenged Sevenfold sendiri yang bergerak dari metalcore ke hard rock dan progressive metal. Tanpa perlu pernyataan resmi, pilihan mereka menunjukkan bahwa yang dicari bukan sekadar nama besar, melainkan musisi yang berani mengutak-atik formula musik keras. Konser di JIS tidak hanya menjadi kesempatan penggemar menyaksikan band internasional, tetapi juga panggung besar bagi dua musisi dengan latar belakang berbeda untuk menunjukkan bahwa skena lokal kaya variasi dan siap berdialog dengan arus utama dunia.

Dampak Jangka Panjang: Dari JIS ke Cara Kita Menghargai Musisi Lokal

Penampilan Isyana Sarasvati konser pembuka di JIS Jakarta International Stadium seharusnya dibaca sebagai titik balik, bukan sekadar kebanggaan sesaat. Ketika seorang musisi yang berangkat dari pop lalu berani menempuh jalur progressive metal dan berdiri di panggung yang sama dengan Avenged Sevenfold, narasi lama bahwa pop dan metal saling meniadakan mulai kehilangan relevansi. Konser ini menunjukkan bahwa eksplorasi genre bukan pengkhianatan, melainkan evolusi. Bagi promotor, momen ini bisa menjadi referensi: memilih opener lokal bukan kompromi, tetapi nilai tambah artistik. Bagi musisi, ini adalah dorongan untuk mengasah identitas tanpa takut menyeberang genre. Dan bagi penonton, ini pengingat bahwa mendukung skena lokal berarti memberi ruang pada keberanian artistik, bukan hanya menghafal setlist band luar. Jika JIS bisa menjadi ruang pertemuan semua itu, tidak ada alasan panggung lain tidak mengikuti.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!