Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Konser Tenor Legendaris di Borobudur: Mesin Baru Ekonomi Kreatif dan Pariwisata

Konser Tenor Legendaris di Borobudur: Mesin Baru Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
Minat|Maestro Klasik

Konser Andrea Bocelli sebagai Simbol Strategi Baru Ekonomi Kreatif

Konser Andrea Bocelli: Romanza 30th Anniversary di Borobudur dan Jakarta adalah pertunjukan musik klasik berskala internasional yang dijadikan pemerintah sebagai alat diplomasi budaya sekaligus penggerak ekonomi kreatif, dengan melibatkan musisi lokal, pelaku usaha kreatif, dan sektor pariwisata dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Dukungan penuh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif terhadap konser Andrea Bocelli bukan sekadar soal menghadirkan tenor legendaris ke panggung lokal, melainkan langkah politik kebudayaan yang sangat sadar konteks. Ketika Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menghadiri konferensi pers konser di JIExpo Kemayoran pada 19 Agustus 2026, pesan yang ditegaskan adalah jelas: musik, termasuk musik klasik, diperlakukan sebagai subsektor prioritas ekonomi kreatif dengan efek berganda bagi tenaga kerja, investasi, ekspor, dan kontribusi terhadap PDB. Ini bukan hiburan elitis, tetapi bagian dari masterplan ekonomi kreatif Indonesia.

Borobudur sebagai Panggung Pariwisata Budaya Klasik dan Nation Branding

Pemilihan Candi Borobudur sebagai lokasi konser Andrea Bocelli adalah keputusan strategis yang mengangkat pariwisata budaya klasik sekaligus nation branding. Borobudur bukan hanya latar eksotis; ia diubah menjadi Borobudur pertunjukan musik yang mengawinkan warisan budaya dengan kelas produksi konser global. Konser pada 31 Oktober di Borobudur dan 3 November di JIExpo memposisikan negeri ini sebagai destinasi acara berkelas internasional, mengirim sinyal ke dunia bahwa infrastruktur budaya siap menampung agenda besar. Direktur Utama InJourney, Maya Watono, melihat langsung bagaimana penayangan konser dan dokumenter melalui platform digital bisa mengenalkan Borobudur kepada audiens global, menjadikan konser Andrea Bocelli bukan hanya tontonan, melainkan kampanye pariwisata budaya klasik yang cerdas. Di sini, tempat bersejarah berubah menjadi panggung narasi baru tentang identitas dan daya tarik negeri.

Musik sebagai Lokomotif Ekonomi Kreatif Indonesia

Kunci penting dari konser Andrea Bocelli adalah cara pemerintah memposisikan musik sebagai lokomotif ekonomi kreatif Indonesia. Menteri Ekraf menegaskan bahwa satu konser mampu menarik banyak subsektor: fesyen, kuliner, kriya, seni pertunjukan, desain, fotografi, videografi, periklanan, hingga konten digital ikut bergerak dalam aktivitas ekonomi yang tercipta. Rangkaian Kampung Budaya di sekitar konser Borobudur dirancang sebagai ruang kurasi produk kreatif lokal Magelang dan Jawa Tengah—dari kuliner sampai kriya—agar dampak konser terasa di lapisan pelaku usaha kecil dan menengah. Founder Shoemaker Studios, Prajna Murdaya, mengapresiasi dukungan terhadap Kampung Budaya karena membukakan panggung bagi pelaku kreatif skala mikro dan menengah. Ini menunjukkan konser kelas dunia dapat menjadi generator permintaan bagi banyak sektor, bukan hanya penjualan tiket.

Transfer Pengetahuan dan Penguatan Infrastruktur Budaya

Dampak konser Andrea Bocelli tidak berhenti pada perputaran uang di sekitar acara; ada transfer pengetahuan yang langsung menyentuh jantung industri musik. Pemerintah secara eksplisit menyorot bahwa konser berskala global mempertemukan musisi lokal dan internasional dalam satu panggung, membuka ruang pertukaran pengalaman dan jejaring yang selama ini sulit diakses. Di balik panggung, profesional seperti tim produksi, stage management, artist management, audio dan lighting engineer dipaksa bekerja dengan standar produksi internasional, memperkuat kapasitas dan daya saing mereka. Ini bukan detail teknis sepele, melainkan investasi kompetensi yang bisa mengangkat kualitas pertunjukan lain di masa depan. Kolaborasi lintas kementerian, InJourney, dan studio produksi menunjukkan bahwa ekosistem budaya sedang dibangun dari hulu ke hilir, menjadikan konser klasik internasional sebagai laboratorium hidup bagi penguatan infrastruktur budaya.

Menuju Gelombang Baru Pertunjukan Musik Klasik Berkelanjutan

Konser Andrea Bocelli di Borobudur dan Jakarta jelas dimaksudkan sebagai permulaan, bukan puncak. Dengan Perpres Rindekraf yang menetapkan musik sebagai subsektor prioritas karena efek bergandanya terhadap tenaga kerja, investasi, ekspor, dan PDB, pemerintah mengirim sinyal bahwa konser semacam ini akan dijadikan pola, bukan pengecualian. Teuku Riefky Harsya bahkan berharap konser Andrea Bocelli menginspirasi penyelenggaraan lebih banyak pertunjukan internasional yang memanfaatkan landmark dan ikon daerah di berbagai wilayah. Jika konsisten, strategi ini akan memposisikan musik klasik dan pertunjukan berkelas global sebagai katalis pertumbuhan budaya dan ekonomi yang berkelanjutan, dari pariwisata, hospitality, hingga bisnis lokal. Tantangannya sekarang adalah menjaga agar pendekatan ini tidak berubah menjadi proyek seremonial, melainkan agenda jangka panjang yang terus menghubungkan kelas dunia dengan akar budaya lokal.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!