Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Selebriti Ikuti Tren Edit Foto 80-an dengan Jaket Denim Washed dan Efek Analog

Selebriti Ikuti Tren Edit Foto 80-an dengan Jaket Denim Washed dan Efek Analog
Minat|Tren Fashion

Tren Edit Foto 80-an: Nostalgia yang Mendadak Jadi Viral

Tren edit foto 80-an adalah gaya pengolahan foto digital yang meniru estetika dekade 1980-an, dengan palet warna cerah, tekstur foto usang, efek analog, serta styling busana retro vintage yang menggabungkan jaket denim washed, jaket warna-warni, dan rambut bervolume ke dalam satu tampilan yang terasa jadul namun tetap playful di media sosial masa kini. Dalam beberapa pekan terakhir, tren ini meledak di lini masa dan selebriti lokal ikut mendorongnya agar jadi arus utama. Ini bukan nostalgia pasif, melainkan permainan identitas visual: orang-orang memotret diri hari ini, lalu “mengirimnya” ke masa lalu lewat sentuhan digital. Alih-alih sekadar ikut-ikutan, banyak figur publik menggunakan tren edit foto 80-an sebagai cara ringan menunjukkan sisi humor, kedekatan dengan penggemar, dan selera gaya yang berani warna.

Selebriti Ikuti Tren Edit Foto 80-an dengan Jaket Denim Washed dan Efek Analog

Glitter: Retro 80-an yang Ceria, Penuh Warna, dan Playful

Grup Glitter menjadi contoh bagaimana tren edit foto 80-an bisa terasa segar dan ramah anak. Keempat anggotanya, Callista, Luna, Mia, dan Kimmy, berfoto bersama layaknya grup perempuan era 80-an dengan gaya retro penuh warna. Mereka tidak menyalin masa lalu mentah-mentah; setiap anggota membawa detail berbeda sehingga nuansa 80-an muncul lewat kolase karakter. Ada jaket colorful, denim ungu, hingga windbreaker turquoise yang berpadu dengan aksesori dan rambut bervolume sebagai elemen saling melengkapi. Alih-alih kaku, styling 80-an selebriti muda ini terasa seperti permainan kostum: ceria, ekspresif, dan sangat fotogenik. “Dengan gaya yang ceria dan penuh warna, keempatnya berhasil memberikan sentuhan nostalgia era 80-an dengan versi yang tetap playful dan sesuai untuk anak-anak.” Inilah kekuatan tren: retro boleh jadul, tapi tidak harus terasa tua.

D'Squad: Boyband Retro dengan Jaket Denim Washed dan Nuansa Analog

Jika Glitter membawa sisi ceria, D'Squad menghadirkan wajah lain dari tren edit foto 80-an: nuansa boyband lawas yang lebih studio dan maskulin. Dalam editan yang dibagikan, empat personel Valen DA7, Arbil DA7, Afan DA5, dan Eby DA5 tampil kompak bak grup vokal era lama. Styling 80-an selebriti ini ditandai rambut bervolume, jaket denim washed, serta jaket warna-warni bernuansa kolase yang langsung mengingatkan pada poster kaset jadul. Di sini gaya retro vintage tidak berhenti di pakaian. Nuansa foto sengaja dibuat tampak usang, menyerupai hasil jepretan kamera analog jadul, dengan latar bertekstur usang dan rona kecoklatan yang membuatnya tampak seperti diambil puluhan tahun lalu. D'Squad, grup vokal pria bentukan Indosiar yang diperkenalkan pada 31 Maret 2026 dan beranggotakan Eby DA5, Afan DA5, Valen DA7, serta Arbil DA7, memanfaatkan tren ini untuk menegaskan identitas boyband dangdut dengan sentuhan nostalgia.

Mengapa Tren Edit Foto 80-an Meledak di Media Sosial

Meledaknya tren edit foto 80-an tidak lepas dari kombinasi faktor teknologi dan budaya pop. Tren foto bergaya jadul ala 1980-an sedang digemari pengguna media sosial, termasuk sejumlah figur publik Tanah Air. Foto-foto tersebut bukan arsip lama, melainkan hasil pengolahan kecerdasan buatan di platform seperti ChatGPT dan Gemini yang mampu mengubah foto biasa menjadi bernuansa vintage, lengkap dengan efek warna film analog, gaya rambut, hingga busana. Efek analog foto yang tampak usang, butiran tekstur, sampai warna yang menguning memberi rasa “otentik”, meski semuanya lahir dari kode. Ketika tren ini diikuti nama besar seperti Raffi Ahmad sekeluarga serta pasangan Omesh dan Dian Ayu, lalu diterapkan pada D'Squad oleh akun resmi sebuah stasiun televisi, dampaknya jelas: estetika 80-an berubah dari niche menjadi arus utama, dan feed media sosial penuh palet cerah, noise halus, dan pose jadul.

Elemen Kunci Gaya Retro Vintage yang Mudah Ditiru

Daya tarik tren edit foto 80-an terletak pada kombinasi elemen visual yang sederhana namun kuat. Palet warna cerah adalah fondasinya: jaket colorful, denim ungu, dan windbreaker turquoise langsung memberi sinyal retro begitu tampil dalam satu frame. Tekstur vintage hadir lewat latar bertekstur usang dengan rona kecoklatan, yang membuat foto seolah diambil puluhan tahun lalu meski baru dibuat hari ini. Efek analog foto—grain halus, sedikit blur, dan warna film yang memudar—menjadi “bumbu” penutup yang memperkuat gaya retro vintage tanpa perlu peralatan kamera jadul. Intinya, styling 80-an selebriti yang kini viral berangkat dari formula yang bisa ditiru siapa pun: pakaian warna-warni, rambut bervolume, pose santai, plus filter analog. Ketika semua disusun dengan cara ceria dan playful seperti yang dilakukan Glitter dan D'Squad, hasilnya bukan sekadar editan, tetapi perayaan nostalgia yang terasa hangat.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!