Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Osteoporosis Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Osteoporosis Bukan Alasan Berhenti Bergerak
Minat|Olahraga untuk Kesehatan

Osteoporosis bukan larangan berolahraga

Osteoporosis adalah kondisi tulang yang lebih rapuh sehingga aktivitas fisik perlu dipilih dengan cermat, tetapi bukan berarti semua olahraga harus dihindari. Anggapan bahwa penderita osteoporosis tidak boleh bergerak muncul karena kekhawatiran terjatuh dan mengalami patah tulang. Kekhawatiran itu patut diperhitungkan, namun larangan total juga bisa membuat seseorang melewatkan kegiatan yang membantu menjaga kekuatan tulang. Dokter spesialis bedah ortopedi dan traumatologi subspesialis cedera olahraga Henry Suhendra menjelaskan bahwa olahraga justru dianjurkan, dengan jenis dan intensitas yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing. Jadi, pertanyaan yang lebih berguna bukan apakah penderita boleh berolahraga, melainkan aktivitas apa yang sesuai dan bagaimana melakukannya dengan lebih aman. Bagi orang dengan tulang keropos, bergerak terencana lebih masuk akal daripada menghindari seluruh aktivitas fisik tanpa arahan.

Osteoporosis Bukan Alasan Berhenti Bergerak

Mengapa latihan beban bisa membantu

Tulang merespons tekanan yang diterimanya. Dalam latihan beban, otot bekerja melawan beban; ketika otot menguat, tarikan pada tulang juga meningkat. Rangsangan ini dapat membantu tulang mempertahankan atau meningkatkan kekuatannya. Henry Suhendra menekankan bahwa tekanan dari aktivitas seperti latihan beban berperan dalam proses tersebut. Ini bukan alasan untuk langsung mengangkat beban berat atau meniru program orang lain. Tujuannya adalah memberi rangsangan yang sesuai kemampuan, bukan memaksakan tubuh. Olahraga penderita osteoporosis dapat mencakup latihan beban dan kardio, tetapi porsi, pilihan gerakan, serta intensitasnya perlu mengikuti keadaan fisik dan arahan tenaga kesehatan. Dengan begitu, manfaat gerak tidak dipisahkan dari pertimbangan keselamatan.

Pilih aktivitas dengan risiko yang terkendali

Risiko patah tulang akibat jatuh memang menjadi alasan utama orang takut berolahraga. Karena itu, pilihan aktivitas sebaiknya mempertimbangkan keseimbangan, kemampuan bergerak, dan kondisi tubuh, terutama pada lansia. Olahraga aman osteoporosis tidak harus berintensitas tinggi. Jalan kaki atau berjalan santai dapat menjadi pilihan kardio ringan; berenang, bersepeda, dan aerobik juga disebut sebagai alternatif. Untuk lansia, berlari tidak disarankan karena dapat berdampak pada kondisi lutut. Kardio mendukung kebugaran, tetapi tidak menggantikan latihan beban bila tujuan latihan mencakup rangsangan pada tulang. Hindari menganggap satu jenis olahraga cocok bagi semua orang. Jika suatu gerakan terasa tidak aman atau kemampuan berubah, jangan memaksakan diri; mintalah tenaga kesehatan membantu menentukan pilihan yang lebih sesuai.

Mulai dengan arahan, bukan tebakan

Langkah paling bijak adalah membicarakan rencana olahraga dengan dokter atau tenaga kesehatan yang memahami kondisi Anda. Sampaikan aktivitas yang biasa dilakukan, keterbatasan gerak, dan kekhawatiran tentang jatuh agar jenis serta intensitas latihan dapat disesuaikan. Jangan menjadikan anjuran umum sebagai resep yang sama untuk setiap penderita: kebutuhan orang yang masih aktif tentu dapat berbeda dari lansia atau orang dengan kemampuan bergerak terbatas. Mulailah dari aktivitas yang terasa terkendali dan ikuti arahan profesional sebelum meningkatkan beban atau intensitas. Osteoporosis bukan alasan untuk berhenti bergerak, tetapi juga bukan kondisi yang boleh diabaikan saat memilih latihan. Kesimpulannya, olahraga dapat mendukung kekuatan tulang bila dipilih dengan cermat, dilakukan sesuai kemampuan, dan disertai perhatian pada keselamatan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!