Definisi Singkat: Flagship Kamera yang Kalah di Meja Skor
OPPO Find X9 Ultra adalah smartphone flagship yang berfokus pada fotografi, membawa dua kamera Hasselblad 200MP, zoom optis 10x, dan desain ala kamera profesional, namun tetap gagal menduduki posisi teratas dalam DxOMark ranking kamera meski spesifikasinya tampak superior di atas kertas. Persaingan HP flagship di 2026 semakin panas, dan OPPO memilih bertarung lewat sektor kamera serta pengalaman kreatif, bukan sekadar performa chipset. Di sinilah paradoks muncul: di dunia nyata, Find X9 Ultra terasa seperti alat kerja fotografer dan kreator konten; di dunia skor sintetis, ia masih dianggap belum paling konsisten. Menurut saya, ini bukan kegagalan teknologi, melainkan benturan antara visi kreatif dan metodologi benchmark yang sangat terstandar.
Dua Kamera 200MP Hasselblad: Kekuatan Optik yang Belum Terukur Sempurna
Secara hardware, OPPO Find X9 Ultra hampir agresif: dua sensor 200MP hasil kolaborasi Hasselblad di belakang menjadikannya salah satu konfigurasi kamera paling ambisius di pasar. Kamera utama memakai sensor 200 MP Sony Lytia 901, didampingi telefoto 200MP dan ultrawide 50MP. Rentang focal length dari 14 mm hingga 230 mm membuatnya menyerupai kamera dengan teleconverter built-in, memberi fleksibilitas dari landscape hingga telemacro tanpa lensa tambahan. Dalam praktik, hasil foto cenderung tajam dengan warna kontras kuat, dan reproduksi warna zoom yang impresif. Namun HDR yang kadang terasa berlebihan dan pilihan tonal kontras tinggi bisa berbenturan dengan preferensi "natural" yang sering dihargai dalam pengujian standar. Menurut saya, OPPO sengaja mengarahkan karakter gambar ke gaya kreator konten yang butuh output dramatis, bukan sekadar netral dan klinis.
Zoom 10x dan Desain Ala Kamera Profesional: Menang di Tangan, Bukan di Grafik
Keunggulan paling terasa bagi pengguna adalah kamera telefoto kedua dengan zoom optis hingga 10x, yang jarang ada di zoom 10x smartphone lain karena banyak flagship masih berhenti di 5x optical. Telefoto hingga 230 mm membuat pengambilan subjek jauh jadi masuk akal untuk pekerjaan dokumenter, liputan acara, atau konten travel tanpa harus membawa kamera besar. Di luar modul kamera, desain belakang dengan vegan leather dan frame bergaya gunmetal yang terinspirasi kamera medium format Hasselblad membuat Find X9 Ultra terasa seperti alat fotografi serius, bukan ponsel biasa. Tombol Quick Button khusus kamera, IP69, hingga kemampuan memotret di bawah air menguatkan identitas perangkat sebagai “tool” kreatif, bukan sekadar gadget lifestyle. Menurut saya, aspek ergonomi, kenyamanan grip saat mengatur framing, dan kemudahan akses fitur kamera memiliki dampak besar bagi kreator konten, tetapi belum tercakup utuh oleh skor DxOMark yang lebih fokus pada output akhir daripada pengalaman kerja.
Mengapa DxOMark Tidak Takluk: Konsistensi vs Karakter
DxOMark menilai kualitas foto, video, zoom, eksposur, warna, dan terutama konsistensi performa kamera secara menyeluruh. Di sinilah OPPO Find X9 Ultra tersandung: meski mampu menghasilkan foto sangat baik dalam banyak kondisi, pengujian menemukan inkonsistensi kualitas gambar pada situasi tertentu, sehingga skor keseluruhan tertahan. Menurut saya, OPPO memprioritaskan karakter gambar dan fleksibilitas kreatif, yang kadang berarti algoritma berani mengambil keputusan agresif terhadap kontras, saturasi, dan HDR. Dari sudut pandang kreator, hal ini memberi ruang eksplorasi; dari sisi benchmark, ini dibaca sebagai kurang stabil. Kutipan yang paling mencerminkan paradoks ini adalah: "spesifikasi tinggi di atas kertas belum otomatis menghasilkan skor terbaik". Dengan kata lain, DxOMark ranking kamera menghargai keandalan yang tenang, sementara Find X9 Ultra memihak pada hasil yang ekspresif.
Kesimpulan: Smartphone untuk Kreator, Bukan Sekadar Juara Skor
Meski gagal merebut takhta DxOMark, OPPO Find X9 Ultra tetap diposisikan sebagai salah satu smartphone fotografi terbaik di kelas flagship dan menjadi pesaing kuat bagi perangkat premium lain yang berfokus pada kamera. Menurut saya, target utama OPPO jelas: kreator konten dan pengguna modern yang mengutamakan fleksibilitas optik, estetika desain, dan fitur praktis dibanding skor benchmark semata. Perangkat ini tidak sempurna—konsistensi gambar dan HDR agresif adalah kompromi yang perlu disadari. Namun bila Anda adalah fotografer mobile, videografer, atau pembuat konten yang sering mengandalkan zoom 10x, rentang focal panjang, dan desain yang terasa seperti kamera profesional, Find X9 Ultra menawarkan nilai yang tidak tercermin penuh di grafik DxOMark. Pada akhirnya, saya berpendapat kemenangan paling penting bukan di papan skor, tetapi pada kualitas karya yang bisa Anda hasilkan dengan perangkat di tangan.





