Atto 1 Generasi Kedua: Dari City EV Imut ke Hatchback Serius
BYD Atto 1 generasi kedua adalah evolusi besar dari city EV mungil bernama Seagull menjadi sebuah desain hatchback lima penumpang serba listrik dengan penggerak roda belakang RWD, motor listrik 95 kW, bodi membesar, dan kabin interior minimalis yang dirancang ulang untuk menawarkan ruang lebih lega, teknologi lebih canggih, dan karakter berkendara yang lebih matang untuk penggunaan harian perkotaan dan sekitarnya.
Inti ceritanya bukan sekadar facelift. BYD memutuskan mengubah arsitektur Atto 1 dari ujung ke ujung. Motor yang semula di depan kini pindah ke poros belakang, menjadikannya penggerak roda belakang RWD dan membebaskan ruang di bawah kap untuk front trunk. Pada saat yang sama, dimensi membengkak: panjang 4.205 mm, lebar 1.810 mm, tinggi 1.570 mm, dengan wheelbase 2.650 mm. Ini berarti Atto 1 keluar dari kategori mungil dan masuk ke ranah hatchback kompak.
Langkah agresif ini muncul di tengah penurunan pengiriman Seagull menjadi 74.087 unit selama Januari–Agustus, turun sekitar 66,5% dibanding periode sebelumnya. Dengan kata lain, BYD tidak lagi sekadar menyegarkan produk; mereka merombak total konsep agar Atto 1 mampu naik kelas dan kembali relevan di pasar yang kian penuh rival.
Desain Eksterior: Lebih Panjang, Lebih Sporty, Kurang "Imut"
Perubahan paling kentara dari BYD Atto 1 generasi kedua ada pada tampilan luar. Sketsa resmi memperlihatkan bahasa desain futuristik dengan garis lekukan tajam, fender lebar, dan lampu utama berbentuk trisula yang memberi wajah jauh lebih agresif dibanding generasi pertama. Atap floating roof dan pelek 16 inci delapan palang menegaskan ambisi sporty-nya. Ini bukan lagi citycar lucu; ini hatchback lima penumpang yang berani tampil menonjol di jalan.
Menurut laporan yang mengutip data regulator, bodi Great Seagull bertambah 425 mm dibanding pendahulunya dan hanya 65 mm lebih pendek dari saudaranya, Dolphin. Kutipan yang patut dicatat: “Dibandingkan versi pendahulunya, bodi Great Seagull ini tercatat lebih panjang 425 mm dan hanya selisih lebih pendek 65 mm dari saudaranya, BYD Dolphin”. Konsekuensinya, karakter lincah ala mobil superkompak kemungkinan bergeser ke arah stabil dan dewasa.
Bagian belakang juga ikut diperkuat dengan lampu tipis memanjang yang terintegrasi elegan, spoiler atap besar, dan diffuser bawah terintegrasi. Secara visual, Atto 1 kini mengirim pesan jelas: ini EV perkotaan yang ingin diakui sebagai mobil utama keluarga kecil, bukan hanya kendaraan kedua atau komuter jarak pendek.
Penggerak Roda Belakang dan Motor 95 kW: Karakter Berkendara Berubah
Keputusan mengubah Atto 1 menjadi penggerak roda belakang RWD adalah langkah teknis paling penting di generasi kedua. Motor yang sebelumnya ditempatkan di depan untuk menggerakkan roda depan kini dipindah ke poros belakang, mengubahnya dari FWD menjadi RWD. Pergeseran layout ini memungkinkan distribusi bobot yang lebih seimbang dan membuka ruang yang tadinya tersita di bagian depan. Bagi penggemar mengemudi, RWD di hatchback kompak listrik adalah nilai jual emosional yang tidak bisa diabaikan.
Tidak berhenti di layout, BYD juga meng-upgrade performa. Generasi pertama memakai motor 55 kW di depan, sementara Atto 1 generasi kedua mengandalkan motor TZ164XYB buatan Zhengzhou BYD Auto dengan daya 95 kW (127 hp), meningkatkan kecepatan maksimum hingga 150 km/jam. Lonjakan tenaga ini seharusnya membuat akselerasi lebih sigap dan respons pedal lebih meyakinkan dalam berbagai situasi berkendara.
Sasis ikut naik kelas. Suspensi belakang torsion beam yang sederhana digantikan suspensi independen multi-link, ditemani ban lebih lebar 205/60 R16 dibanding 165–175 mm di model lama. Kombinasi RWD, tenaga lebih besar, dan multi-link menunjukkan niat BYD memoles rasa berkendara, bukan hanya mengejar angka spesifikasi di brosur. Atto 1 baru ingin terasa lebih matang di jalan, bukan sekadar irit dan kompak.
Kabin Interior Minimalis: Ruang, Layar, dan Logika Tata Letak Baru
Melebar di luar, meluas di dalam. Dimensi 4.205 mm dengan jarak sumbu roda 2.650 mm dimanfaatkan untuk memperbesar ruang penumpang dan menjadikannya desain hatchback lima penumpang yang lebih layak sebagai mobil keluarga kecil. Tata letak kabin internal dirombak total untuk mengoptimalkan kenyamanan, dari posisi duduk hingga ruang kepala dan kaki. Hasilnya adalah kabin interior minimalis yang tetap fungsional, dengan fokus pada kesan lapang dan pandangan yang lebih terbuka.
Sketsa resmi menunjukkan dashboard yang dirancang ulang total: panel instrumen terpisah di balik kemudi dihilangkan, semua informasi berkendara dipusatkan ke layar sentuh tengah mengambang. Steering wheel dua palang flat-bottom memberi sentuhan modern sekaligus menghemat ruang visual. Tuas transmisi dipindahkan ke batang kemudi, sementara konsol tengah diisi deretan tombol fisik horizontal, dua cupholder, dan bantalan pengisi daya nirkabel dengan kompartemen terbuka di bawahnya.
Pendekatan ini menciptakan kokpit yang lebih rapi dan mudah dibaca, meski sebagian pengemudi mungkin merindukan cluster instrumen di depan mata. Opsi pod LiDAR di atap yang mendukung paket bantuan berkendara Level 2 DiPilot 300 God’s Eye B menambah dimensi teknologi yang sebelumnya tidak dikaitkan dengan Atto 1 sebagai EV terjangkau. BYD jelas ingin menggeser persepsi: Atto 1 bukan lagi sekadar mobil murah, tetapi pintu masuk ke ekosistem teknologi mereka.
Frunk dan Reposisi Pasar: Atto 1 Naik Kelas, Siap Bersaing Lebih Serius
Dampak praktis dari penggerak roda belakang RWD di Atto 1 generasi kedua terasa jelas pada ruang simpan. Memindahkan rakitan penggerak ke belakang menyisakan ruang di kompartemen depan untuk front trunk, fitur yang masih jarang di segmen EV kecil di bawah 100.000 yuan. Kehadiran frunk ini menegaskan orientasi baru Atto 1 sebagai mobil yang lebih serbaguna, bukan sekadar alat transportasi titik A ke B. Ini keputusan desain yang menunjukkan bahwa efisiensi ruang kini sama pentingnya dengan efisiensi energi.
Sketsa eksterior dan interior, serta dokumen regulasi MIIT, menandai Atto 1 generasi kedua sebagai contoh bagaimana pembaruan generasi dapat menyentuh arsitektur paling dasar sebuah produk, bukan hanya kosmetik. Sementara itu, sketsa tersebut pertama kali diungkap oleh Zhang Zhuo selaku General Manager Divisi Penjualan Jaringan Ocean, yang membagikan desain resmi hatchback ini dan kemudian diikuti pengumuman sketsa interior oleh BYD sendiri. Model ini dipastikan akan masuk pasar domestik pada tahun ini, meski harga dan jadwal peluncuran global belum diumumkan.
Kesimpulannya, BYD Atto 1 generasi kedua adalah reposisi, bukan penyegaran: penggerak roda belakang, motor listrik 95 kW, suspensi multi-link, desain hatchback lima penumpang yang lebih besar, kabin interior minimalis dengan opsi LiDAR, plus frunk di depan. Semua ini menyiratkan satu pesan: era Atto 1 sebagai EV mungil nan imut sudah selesai; yang hadir kini adalah Atto 1 yang siap diambil serius sebagai mobil utama di garasi, bukan sekadar pelengkap.






