Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Jutaan Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Siapa yang Diuntungkan?

Jutaan Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Siapa yang Diuntungkan?
Minat|Asia Tenggara

Rokok ilegal: bisnis gelap yang menggigit penerimaan cukai

Rokok ilegal adalah produk tembakau yang diproduksi dan didistribusikan tanpa memenuhi kewajiban cukai, izin, dan pelabelan resmi, sehingga dijual jauh lebih murah, menggerus penerimaan negara dari cukai, merusak persaingan usaha yang sehat, dan membuka celah akses rokok bagi kelompok rentan, termasuk anak di bawah umur. Dalam beberapa bulan terakhir, skala penindakan terhadap rokok ilegal Indonesia melonjak, menandakan bahwa jaringan distribusi gelap tidak lagi bergerak kecil-kecilan, tetapi sudah beroperasi lintas daerah dengan pola logistik yang terstruktur. Bea Cukai memilih merespons lewat operasi pengawasan terpadu dari hulu ke hilir, bukan sekadar razia simbolis, karena taruhannya menyangkut miliaran rupiah penerimaan negara cukai yang seharusnya kembali ke masyarakat dalam bentuk layanan publik.

Kanwil DJBC Provinsi Banten memberi gambaran nyata tentang bobot masalah ini: lebih dari 41 juta batang rokok dan ribuan minuman beralkohol ilegal diamankan sepanjang Januari hingga Agustus dan dimusnahkan dengan taksiran nilai barang lebih dari Rp60 miliar. Pemusnahan di Serpong Utara mencakup 41,28 juta batang rokok ilegal dan 1.739,1 liter minuman mengandung etil alkohol dengan total nilai sekitar Rp62,27 miliar, serta potensi kerugian cukai Rp39,95 miliar. Angka-angka ini menunjukkan bahwa setiap truk rokok tanpa pita cukai yang lolos bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan kebocoran fiskal yang setara dengan anggaran banyak program sosial di tingkat daerah.

Jutaan Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Siapa yang Diuntungkan?

Operasi bea cukai: dari Tangsel hingga Surabaya, angka besar dan efek fiskal

Operasi bea cukai terhadap rokok ilegal Indonesia sudah bergerak ke fase ofensif. Di Banten, pemusnahan 41,28 juta batang rokok ilegal di Tangsel bukan acara seremonial, melainkan ujung dari rangkaian penindakan lintas wilayah yang menjadikan barang hasil sitaan sebagai milik negara sebelum dihancurkan. Ambang Priyonggo menegaskan bahwa jika seluruh barang itu legal dan membayar cukai serta pajak lain, potensi penerimaan mencapai hampir Rp40 miliar. Kutipan ini menohok: tiap batang rokok ilegal yang beredar berarti rupiah yang tidak pernah masuk ke kas publik. Di balik operasi ini juga ada sembilan proses penyidikan, lima di antaranya sudah berstatus P21 dan masuk tahap dua, menunjukkan bahwa penegakan hukum diarahkan sampai meja peradilan, bukan berhenti di tumpukan barang bakar.

Di Jawa Timur, skala penindakan bahkan sedikit lebih tinggi. Kantor Wilayah DJBC Jawa Timur I bersama Bea Cukai Sidoarjo dan Pemkot Surabaya memusnahkan 43.248.147 batang rokok ilegal hasil penindakan selama semester pertama, dengan nilai barang sekitar Rp64,22 miliar dan potensi cukai yang diselamatkan Rp36,03 miliar. Barang bukti dihancurkan permanen menggunakan insinerator agar tidak kembali ke pasar. Pernyataan Rusman Hadi bahwa pemberantasan rokok ilegal adalah upaya vital menjaga penerimaan negara dan iklim usaha yang adil menunjukkan arah kebijakan: ini bukan perang moral terhadap rokok, tetapi perang fiskal dan persaingan usaha terhadap sindikat rokok tanpa cukai yang memanfaatkan lemahnya pengawasan.

Jutaan Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Siapa yang Diuntungkan?

Modus paket kilat: wajah baru pengiriman rokok tanpa cukai

Jika dulu rokok ilegal lebih identik dengan truk dan gudang tersembunyi, kini wajahnya berubah mengikuti perkembangan logistik. Bea Cukai Jember mengungkap bahwa angkutan barang dan jasa paket kilat adalah modus yang paling banyak ditemukan dalam pengiriman rokok polos tanpa pita cukai di wilayah pengawasannya. Artinya, jaringan pelaku sengaja bersembunyi di balik arus rutin pengiriman e-commerce dan layanan ekspedisi, memecah muatan dalam paket-paket kecil yang sulit dibedakan dari kiriman sah. Dari hasil penindakan di Jember, Bondowoso, dan Situbondo, 7.425.928 batang rokok ilegal dimusnahkan sebagai bagian penegakan hukum di bidang cukai.

Strategi paket kilat ilegal ini cerdik tapi berisiko besar bagi penerimaan negara cukai. Ketika jutaan batang dikirim lewat kanal yang seharusnya netral, pengawasan tradisional di jalan raya menjadi kurang efektif. Bea Cukai Jember tidak bekerja sendirian: penindakan dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Jember, aparat penegak hukum, serta unsur TNI dan Polri. Kolaborasi ini memberi sinyal bahwa pengiriman paket kilat ilegal tidak lagi dipandang sebagai pelanggaran kecil, tetapi bagian dari pola peredaran hasil tembakau ilegal yang terorganisasi. Tanpa adaptasi pengawasan terhadap pola logistik modern, program seperti Operasi ASAP berisiko menjadi tameng di hulu, namun bocor di jalur last-mile.

Jutaan Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan, Siapa yang Diuntungkan?

Operasi ASAP dan sinergi lintas lembaga: menutup celah dari hulu ke hilir

Mengapa sekarang penindakan terasa lebih intens? Jawabannya ada pada Operasi ASAP, singkatan dari Amankan Sumber Asal Penerimaan. Pengawasan di Banten disebut kini diperkuat melalui operasi ini yang dilaksanakan di seluruh wilayah, menyasar peredaran rokok dan barang kena cukai ilegal sejak titik produksi hingga ke tangan konsumen. Di Jawa Timur, sinergi penegakan hukum memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH CHT) untuk membiayai razia darat dan pengawasan berbasis teknologi seperti cybercrawling di platform e-commerce. Pendekatan ini penting: rokok ilegal Indonesia sudah memanfaatkan ruang digital, sehingga aparat tidak bisa hanya mengandalkan pendekatan fisik berupa patroli dan razia konvensional.

Pola kerja yang muncul adalah koordinasi lintas lembaga. Di Surabaya, pemusnahan rokok ilegal dipimpin bersama jajaran Forkopimda dan aparat penegak hukum, dengan pengawasan yang mencakup Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, hingga Madura. Di Jember, penindakan melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan Polri. Kanwil DJBC Jawa Timur I bahkan menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi ini agar penerimaan cukai terjaga dan manfaatnya kembali ke masyarakat dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Di Banten, sembilan penyidikan yang terus bergulir menunjukkan bahwa sinergi ini berlanjut ke proses hukum, bukan berhenti di konferensi pers.

Dampak bagi warga: harga murah, risiko sosial, dan tanggung jawab kolektif

Di tingkat warga, rokok ilegal sering tampak menggoda: harga lebih murah, kemasan mirip produk resmi. Namun di balik itu ada risiko sosial yang tidak kecil. Wakil Wali Kota Tangsel mengimbau warung dan toko kelontong untuk tidak menjual rokok maupun minuman keras ilegal karena barang tersebut tidak terkontrol dan berpotensi menimbulkan persoalan sosial, termasuk memudahkan anak di bawah umur mendapatkan rokok. Pemilihan balai kota sebagai lokasi pemusnahan simbolis di Surabaya juga bertujuan memperluas edukasi publik, mengajak pedagang dan konsumen agar tidak membeli atau menjual produk tanpa pita cukai resmi.

Pada akhirnya, perang terhadap rokok ilegal tidak bisa dimenangkan hanya oleh aparat. Operasi bea cukai yang semakin gencar, dari Operasi ASAP hingga kampanye “Gempur Rokok Ilegal”, baru efektif jika ada penolakan di level konsumen terhadap rokok tanpa cukai. Bea Cukai mengajak masyarakat untuk tidak membeli, menjual, memproduksi, maupun mengedarkan rokok ilegal. Sikap ini bukan soal patuh aturan semata, tetapi kesadaran bahwa setiap bungkus rokok tanpa pita cukai yang kita biarkan beredar ikut mengurangi dana publik untuk infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan. Pertanyaannya sekarang bukan apakah aparat cukup keras, melainkan apakah kita cukup berani menolak keuntungan sesaat dari harga murah demi penerimaan negara cukai yang kuat dan akses rokok yang tidak lagi longgar bagi anak-anak.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!