Find X10 Series: Flagship Dimensity yang Mengincar Puncak Performa
OPPO Find X10 dan Find X10 Pro Max adalah smartphone flagship yang mengandalkan chip Dimensity terbaru, RAM 16GB, dan Android 17 untuk menawarkan performa tinggi, skor Geekbench impresif, serta kesiapan meluncur ke pasar global berkat sertifikasi di berbagai otoritas, termasuk TKDN untuk kehadiran resmi di pasar lokal. Dari awal, seri ini jelas ditargetkan sebagai penantang serius di kelas flagship, bukan sekadar pembaruan tahunan. OPPO tidak hanya mengulang formula lama, tetapi memecah line-up menjadi dua karakter berbeda: Find X10 dengan fokus keseimbangan efisiensi dan performa, dan Find X10 Pro Max dengan ambisi mengejar puncak benchmark. Langkah ini menunjukkan kepercayaan OPPO pada ekosistem MediaTek Dimensity sebagai tulang punggung seri Find X generasi baru, sekaligus mengirim pesan bahwa era flagship yang didominasi satu vendor chipset mulai bergeser. Pertanyaannya: apakah kombinasi spesifikasi di atas cukup untuk membentuk standar baru di kelas atas?

Dua Chip Dimensity Berbeda: Strategi OPPO Menggoyang Hierarki Flagship
Inti cerita OPPO Find X10 spesifikasi ada pada keputusan berani memakai dua varian chip Dimensity terbaru dengan arsitektur yang jelas berbeda. Model standar, berkode PMW110, menggunakan MediaTek MT6993 yang sangat dekat dengan Dimensity 9500 dengan konfigurasi 8-core: empat core 2,70GHz, tiga core 3,50GHz, dan satu ultra core 4,21GHz, dipadu GPU Mali-G1-Ultra MC12. Sementara Find X10 Pro Max (PMX110) naik kelas ke MT6995 yang dikaitkan dengan Dimensity 9600 atau 9600 Pro, menawarkan tiga core 3,10GHz, tiga core 4,35GHz, dan dua core 4,55GHz, plus GPU Mali-G2-Ultra-NX MC12. Perbedaan ini bukan kosmetik; OPPO secara terang membelah segmen flagship-nya menjadi “kencang dan efisien” versus “secepat mungkin” agar pengguna punya pilihan jelas. Dengan proses produksi 3nm di Dimensity 9500 dan dugaan 2nm untuk MT6995, OPPO ikut mendorong narasi bahwa flagship masa depan akan lebih ditentukan oleh efisiensi fabrikasi daripada sekadar angka clock speed.
| Spec | Find X10 (PMW110) | Find X10 Pro Max (PMX110) |
|---|---|---|
| Chip Dimensity terbaru | MediaTek MT6993 (Dimensity 9500, 3nm) | MediaTek MT6995 (diduga Dimensity 9600/Pro, 2nm) |
| CPU core & clock | 4×2,70GHz + 3×3,50GHz + 1×4,21GHz | 3×3,10GHz + 3×4,35GHz + 2×4,55GHz |
| GPU | Mali-G1-Ultra MC12 | Mali-G2-Ultra-NX MC12 |
| RAM 16GB flagship | 16GB | 16GB |
| Sistem operasi | Android 17 | Android 17 |

Skor Geekbench: Sinyal Serius Soal Performa Dimensity di Kelas Atas
Performa di atas kertas selalu bisa diperdebatkan, tetapi skor Geekbench OPPO Find X10 series memberi indikasi kuat bahwa MediaTek sudah siap main di liga teratas flagship. Pengujian awal menunjukkan skor single-core sekitar 3.400 dan multi-core sekitar 11.000 untuk seri ini, dengan salah satu sesi benchmark PMW110 mencatat 3.380 single-core dan 9.792 multi-core. Di sisi lain, PMX110 sebagai kandidat Find X10 Pro Max sempat menyentuh 3.691 poin single-core dan 11.093 poin multi-core. "Salah satu pengujian mencatat skor single-core 3.691 dan multi-core 11.093," menjadi kutipan yang cukup keras untuk menggambarkan ambisi OPPO di ranah performa murni. Memang, semua ini masih status pra-rilis, sehingga optimasi software dan tuning termal belum final. Namun, justru di titik ini kita melihat potensial: jika versi uji saja sudah mendekati atau menyalip banyak flagship lain, versi komersial berpeluang mengubah persepsi lama bahwa Dimensity adalah pilihan “alternatif murah”.

RAM 16GB dan Android 17: Overkill atau Standar Baru Flagship?
Di luar chipset, keputusan OPPO membekali kedua model dengan RAM 16GB flagship dan Android 17 menunjukkan pendekatan yang agresif terhadap future-proofing. Untuk saat ini, 16GB mungkin terdengar berlebihan bagi pengguna umum, tetapi di kelas flagship ia semakin mendekati batas minimal jika kita bicara multitasking berat, gaming dengan aset besar, dan siklus pemakaian beberapa tahun. OPPO tampaknya mengantisipasi ekosistem aplikasi yang kian rakus memori. Dengan Android 17 sebagai basis, seri Find X10 berada di posisi strategis untuk memanfaatkan fitur sistem terbaru tanpa menunggu update panjang. Secara opini, langkah ini patut diapresiasi: daripada menahan diri dengan konfigurasi konservatif, OPPO memilih menempatkan Find X10 sebagai perangkat yang siap menghadapi tuntutan software masa depan. Namun, tanpa informasi harga, kita masih belum bisa menilai apakah RAM besar ini akan terasa sebagai nilai tambah atau sekadar gimmick di brosur.
Sertifikasi TKDN dan Jadwal Peluncuran: Pintu Masuk ke Pasar Lokal Sudah Terbuka
Di atas kertas, OPPO Find X10 sudah merapikan satu langkah krusial untuk hadir resmi di pasar lokal: sertifikasi TKDN. Perangkat dengan nomor model CPH2911 tercatat atas nama PT Bright Mobile Telecommunication dan mengantongi nilai TKDN 46,44 persen. Sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri ini adalah gerbang wajib sebelum sebuah smartphone flagship bisa dipasarkan secara legal, dan kehadirannya menegaskan bahwa Find X10 sedang dipersiapkan untuk dipasarkan di berbagai negara, termasuk pasar lokal. "Perangkat yang masuk kategori telepon seluler tersebut memiliki nilai TKDN sebesar 46,44 persen," menegaskan komitmen OPPO memenuhi regulasi yang berlaku. Dari sisi timeline, seri Find X10 diperkirakan debut di pasar China pada September 2026, lalu masuk ke pasar global pada akhir Oktober 2026. Bersamaan dengan kabar akan hadirnya varian lebih terjangkau Find X10E, jelas bahwa OPPO tidak hanya ingin menjual satu model mahal, tetapi membangun portofolio yang mencakup beberapa titik harga di segmen menengah ke atas.







