Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Tren Soft Living: Mengubah Rumah Menjadi Sanctuary Anti Stress

Tren Soft Living: Mengubah Rumah Menjadi Sanctuary Anti Stress
Minat|Rumah Nyaman

Soft Living: Saat Hunian Menjadi Perpanjangan Self-care

Tren soft living adalah pergeseran gaya hidup anak muda dari budaya produktivitas tanpa henti menuju lifestyle istirahat yang menempatkan kenyamanan, minim stres, dan ruang recharge sebagai prioritas utama, sehingga hunian dirancang bukan sekadar fungsional, tetapi juga mendukung ketenangan emosional dan mental sehari-hari. Soft living muncul sebagai respons langsung terhadap hustle culture yang mengikat nilai diri pada kesibukan. Bedanya dengan konsep slow living yang fokus memperlambat ritme, soft living tidak menolak produktivitas, melainkan menata ulang cara bekerja agar energi tidak habis di tengah tuntutan urban. Buat pekerja urban yang menjadikan rumah sebagai kantor, ruang makan, sekaligus tempat istirahat, pendekatan ini terasa relevan karena batas antara waktu kerja dan waktu pulang makin kabur. Dalam konteks itu, hunian nyaman dan santai bukan lagi bonus, melainkan kebutuhan kesehatan mental.

Tren Soft Living: Mengubah Rumah Menjadi Sanctuary Anti Stress

Hunian Nyaman dan Santai: Dari Kasur Empuk ke Rumah Anti Stress

Soft living mengubah definisi rumah ideal menjadi rumah anti stress yang bekerja sebagai safe haven untuk melepas penat. Bentuk soft living paling sederhana adalah punya tempat tinggal yang membuat seseorang tidak perlu memikirkan rumitnya urusan domestik setelah lelah bekerja. Di sini, kenyamanan bukan hanya soal kasur empuk atau dekorasi estetik, tetapi bagaimana rutinitas sehari-hari terasa lebih ringan sehingga waktu pulang tidak dihabiskan untuk berurusan dengan cucian, dapur, dan pekerjaan rumah yang menumpuk. Rukita Deluxe, lini hunian coliving eksklusif dengan konsep fully furnished yang dirancang menyerupai apartemen modern, lahir dari kebutuhan itu. Seperti disampaikan VP Marketing Lika Aprilia Samiadi, Rukita Deluxe hadir untuk memastikan penghuni menikmati hidup yang lebih berkualitas lewat fasilitas terintegrasi dan personal yang memangkas kerepotan domestik. Hunian pun naik kelas dari sekadar tempat pulang menjadi mesin pemulihan energi.

Tren Soft Living: Mengubah Rumah Menjadi Sanctuary Anti Stress

Ruang Istirahat, Zona Main, dan Healing Space: Arsitektur Lifestyle Istirahat

Tren soft living terlihat jelas ketika hunian mulai menyediakan ruang istirahat, area bermain santai, dan zona relaksasi tanpa tekanan sebagai bagian inti, bukan pelengkap dekorasi. Di beberapa hunian coliving, konsep ini diwujudkan lewat Introvert Corner dengan koleksi buku sebagai tempat melipir dari keramaian, Extrovert Zone dengan aneka board game untuk yang mengisi baterai lewat interaksi sosial, serta Soul Kitchen dengan peralatan masak premium sebagai ruang berkumpul sambil memasak. Ada juga Healing Space yang dilengkapi matras yoga dan tenis meja untuk mereka yang ingin bergerak atau sekadar recharge setelah hari yang padat. Konsep tersebut menunjukkan bahwa kenyamanan hunian sekarang tidak selalu berarti ruang yang semakin besar; yang lebih penting adalah seberapa relevan ruang tersebut dengan gaya hidup penghuninya. Hunian soft living, singkatnya, adalah arsitektur yang dirancang menghormati ritme tubuh dan pikiran.

Tren Soft Living: Mengubah Rumah Menjadi Sanctuary Anti Stress

Dari Sewa Murah ke Well-being: Cara Anak Muda Menghitung Hunian

Tren soft living menggeser cara anak muda menilai hunian dari sekadar fungsionalitas ke emotional well-being. Bukan hanya soal berapa harga sewanya, tetapi apa yang didapat sebagai imbalannya: waktu yang bisa dihemat, akses transportasi publik, fasilitas yang tersedia, hingga berkurangnya pekerjaan domestik sekarang ikut masuk kalkulasi. Logikanya tegas: kalau hunian bisa memangkas kerepotan sehari-hari, sisa waktu bisa dialihkan ke hal yang lebih personal, mulai dari olahraga, membaca buku, memasak, hangout, sampai rebahan tanpa dihantui daftar pekerjaan rumah. Rukita Deluxe di kawasan Cipete dan Cilandak, Jakarta Selatan, serta di Harmoni, Jakarta Pusat, misalnya, dirancang menyerupai apartemen modern yang menyeimbangkan mobilitas cepat dengan ruang recharge yang layak. Di balik pilihan hunian seperti ini, ada sikap baru: ambisi tetap ada, tetapi energi dijaga, bukan dihabiskan.

Somerset Berlian dan Lahirnya Hunian sebagai Sanctuary Keseimbangan

Tren soft living tidak berhenti di hunian coliving; serviced residence seperti Somerset Berlian Jakarta memperlihatkan versi lain dari rumah anti stress yang fleksibel. Berlokasi di kawasan Permata Hijau, properti ini menawarkan unit dua dan tiga kamar tidur dengan area living dan dining yang luas, lengkap dengan kitchen, TV, dan Wi-Fi untuk bekerja, berkumpul, dan bersantai dalam satu ritme yang lebih tenang. Ruang terbuka hijau, jogging track, outdoor swimming pool, gym, dan sauna memberi ruang bernapas sekaligus menjaga rutinitas aktif tanpa meninggalkan kota. Somerset sendiri dirancang untuk keluarga, pebisnis, dan wisatawan modern yang butuh "home away from home" alih-alih sekadar kamar tidur. Dengan pendekatan mindful dan sustainable seperti ruang hijau dan EV charging station, hunian semacam ini menegaskan bahwa lifestyle istirahat bukan tren manja, melainkan kebutuhan generasi yang lelah ngebut terus dan ingin hidup dengan ritme yang lebih seimbang.

Tren Soft Living: Mengubah Rumah Menjadi Sanctuary Anti Stress

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!