Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Warga Langkaplancar Menempuh Puluhan Kilometer untuk BBM

Warga Langkaplancar Menempuh Puluhan Kilometer untuk BBM
Minat|Memilih Mobil Bensin

Jarak SPBU membebani kebutuhan sehari-hari

Akses BBM Langkaplancar adalah kemudahan warga Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, untuk menjangkau penyalur bahan bakar bagi keperluan transportasi dan kegiatan ekonomi sehari-hari. Bagi banyak warga, kemudahan itu belum tersedia: jarak menuju SPBU dan kondisi jalan membuat pengisian BBM menyita waktu serta perjalanan.

Keluhan tersebut disuarakan Aliansi Masyarakat Peduli Langkaplancar (AMPEL) dalam aksi di Lapangan Desa Bangunjaya pada Rabu, 28 Oktober 2026. Warga menyoroti sulitnya menjangkau lembaga penyalur BBM. Ini bukan sekadar urusan kenyamanan: ketika bahan bakar jauh dari permukiman, perjalanan untuk mendapatkannya ikut membebani aktivitas harian dan usaha warga.

Jarak yang disebut menunjukkan skala persoalan. SPBU Cineam berjarak sekitar 22 kilometer, Kertahayu Pamarican 27 kilometer, dan Parigi 35 kilometer dari wilayah yang dilayani. Banjarsari berjarak sekitar 36 kilometer, sedangkan Cijulang sekitar 38 kilometer. Pertashop Sidamulih, alternatif yang lebih dekat, tetap berjarak sekitar 13 kilometer. Angka-angka ini menjelaskan mengapa layanan yang lebih dekat layak menjadi prioritas.

Medan perbukitan membuat distribusi lebih rumit

Jarak di peta belum menggambarkan seluruh beban perjalanan. Langkaplancar didominasi perbukitan dan memiliki akses jalan yang cukup ekstrem, sehingga distribusi BBM tak bisa diputuskan hanya dengan memilih lokasi terdekat. Kendaraan pengangkut harus sesuai dengan jalur, sementara keselamatan perjalanan dan kelayakan armada juga perlu diperhitungkan.

Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat menyatakan karakter geografis tersebut memerlukan kajian khusus sebelum menentukan lokasi penyalur dan pola distribusi. Sikap berhati-hati ini masuk akal, tetapi tidak boleh menjadi alasan bagi proses yang tanpa kejelasan. Warga membutuhkan solusi yang aman sekaligus nyata, bukan sekadar pengakuan bahwa akses sulit.

Karena itu, evaluasi seharusnya mengukur apakah skema yang dipilih benar-benar dapat menembus medan dan memangkas perjalanan warga. Tanpa kecocokan armada, lokasi, dan jalur pasokan, penambahan titik layanan berisiko tidak menjawab hambatan utama.

SPBU Kompak masih berupa kajian

Sebagai tanggapan atas aspirasi warga, Pertamina mengkaji opsi SPBU Kompak Pangandaran untuk mendekatkan layanan energi ke Langkaplancar. Rencana ini mencakup dukungan distribusi menggunakan armada mobil tangki berkapasitas 5 kiloliter (KL), yang disesuaikan dengan kondisi medan. Gagasan tersebut menjanjikan, tetapi statusnya tetap kajian—belum ada kepastian lokasi ataupun waktu realisasi.

Tindak lanjutnya melibatkan koordinasi Pertamina dengan Hiswana Migas, Pemerintah Kabupaten Pangandaran, DPRD Pangandaran, serta pihak kecamatan dan kelurahan setempat. Langkah berikut yang patut ditunggu adalah hasil kajian yang menjelaskan kelayakan armada, pilihan lokasi, dan pola distribusi BBM. Keterbukaan mengenai proses ini penting agar warga dapat menilai kemajuan, bukan hanya mendengar rencana.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukanlah pengumuman pembangunan, melainkan apakah warga benar-benar bisa memperoleh BBM dengan perjalanan yang lebih dekat dan aman. Keluhan AMPEL telah memperjelas kebutuhan itu; kini koordinasi dan kajian perlu menghasilkan keputusan yang dapat diuji di lapangan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!