Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Squat pakai sepatu lari? Pantas terasa goyah

Squat pakai sepatu lari? Pantas terasa goyah
Minat|Fitness

Aku pernah hampir setahun squat pakai sepatu lari bekas dari acara kantor. Rasanya aneh tapi waktu itu aku kira wajar: tiap beban naik, tumit seperti tenggelam sedikit dan badanku ikut menyesuaikan supaya tidak jatuh. Baru setelah pindah ke sepatu sol datar aku sadar, selama ini aku buang tenaga cuma untuk menjaga keseimbangan.

Kalau kamu baru mulai gym dan masih pakai sepatu lari lama untuk semua menu, artikel ini buat kamu. Bukan berarti sepatu larimu jelek. Tapi tiap sepatu punya pekerjaan masing-masing, dan memakai sepatu di luar pekerjaannya itu bayarannya terasa di stabilitas.

Kenapa sepatu lari bikin goyah di rack squat

Saat angkat beban, tugas kaki cuma satu: menjejak lantai sekuat dan serata mungkin. Sepatu lari dirancang sebaliknya. Busanya tebal dan empuk supaya langkah lari terasa ringan, dan bentuk solnya biasanya miring dari tumit ke ujung supaya mendorong kamu ke depan.

Kaki bersepatu training sol datar warna krem menjejak footplate mesin di gym

Dipakai squat, busa empuk itu kompres tidak rata. Beban yang harusnya menyebar ke seluruh telapak kaki jadi berpindah-pindah, lutut dan pergelangan kaki ikut mengoreksi arah, dan di situ risiko cedera masuk. Sol yang sudah miring karena pemakaian bikin efeknya lebih parah lagi. Untuk latihan kaki dan angkatan berat, sol datar yang firm bukan soal selera, tapi kebutuhan.

Coba tes sederhana di rumah: berdiri posisi squat tanpa sepatu, rasakan bagaimana telapak kaki menempel penuh. Lalu ulangi pakai sepatu larimu. Kalau terasa seperti berdiri di atas kasur tipis dan badan mikro-adjust terus, berarti sepatumu memang bukan untuk rack.

Kabar baiknya, sepatu gym yang benar tidak harus mahal. Patokanku cuma tiga: sol datar, tumit lebar yang tidak empuk, dan bagian tengah kaki yang mengunci saat dipakai gerakan jinjit seperti lunge.

Mulai dari yang datar dan murah: Converse

Ini jawaban paling klasik dan sampai sekarang masih benar. Converse Chuck Taylor All Star Low dijual Rp 899.000 di situs resmi Converse Indonesia, dan sol karetnya datar tanpa bantalan macam-macam. Untuk squat, deadlift, sampai latihan mesin, itu sudah lebih dari cukup untuk pemula sampai level menengah.

Seseorang dari leher ke bawah memegang sepatu Converse Chuck Taylor high top hitam bersama jaket dan topi

Model Converse lain juga banyak dipakai anak leg day, misalnya varian trainer bersol gum yang bentuknya memang lebih stabil untuk latihan. Kalau budget kamu benar-benar tipis, merek lokal seperti SHOEAI punya sepatu gym di kisaran Rp 190.000 sampai Rp 214.000 di marketplace. Cuma kalau pilih jalur ini, cek dulu foto solnya datar atau tidak sebelum checkout, karena tidak semua sepatu berlabel sport murah benar-benar rata.

Yang kusuka dari Converse buat gym

  • Sol karet datar dan tipis, jejak ke lantai terasa langsung
  • Harganya jauh di bawah sepatu training khusus
  • Awet dan masih pantas dipakai keluar gym

Yang perlu kamu tahu

  • Hampir tidak ada bantalan, kaki cepat pegal kalau menu banyak berdiri dan berjalan
  • Bahan kanvas terasa pengap di cuaca lembap kalau kakimu mudah berkeringat
  • Bukan untuk sesi treadmill lebih dari beberapa kilometer

Kalau beban sudah mulai berat: kelas Metcon

Ada titik di mana Converse terasa kurang: saat angkatan sudah berat dan kamu butuh tumit yang benar-benar lebar plus sisi kaki yang mengunci saat split squat atau lunge berat. Di situ sepatu training serius seperti Nike Metcon 9, Rp 2.199.000 di situs Nike Indonesia, mulai masuk akal. Sepatu kelas ini biasanya investasi tahunan: dipakai rutin empat sampai lima kali seminggu pun umurnya bisa lebih dari dua tahun sebelum grip-nya habis.

Sepasang sepatu training Nike Metcon putih dipakai dengan kaus kaki putih di lantai gym

Yang bikin kelas ini beda adalah bagian tengah kaki yang menggigit. Saat kamu melakukan gerakan jinjit seperti lunge atau naik turun box, kaki tidak slip di dalam sepatu. Kalau sesi kamu campur, angkat beban lalu lanjut treadmill beberapa kilometer, lihat Nike Free Metcon 6 di Rp 1.909.000. Sol depannya lebih fleksibel sehingga masih enak dipakai lari pendek, tapi tumitnya tetap stabil untuk angkatan. Untuk hari upper body atau sirkuit ringan, sneakers bersol relatif datar seperti New Balance 740 juga aman dipakai.

Satu sepatu untuk gym dan lari: era hybrid

Format latihan campur makin ramai di Indonesia setahun terakhir, puncaknya saat HYROX Jakarta 2026 digelar perdana di NICE PIK 2 dan lebih dari sepertiga pesertanya datang dari luar negeri. Format race seperti ini menuntut sepatu yang enak dipakai lari satu kilometer berulang kali, tapi tetap stabil untuk sled push, lunges, dan wall ball.

Kaki memakai sepatu training adidas Dropset Pro putih biru berdiri di lantai gym gelap

adidas Adizero Dropset Pro, Rp 2.500.000 di situs adidas Indonesia, contoh paling rapi dari kategori hybrid trainer. Busanya responsif untuk tempo run tapi tetap dekat dengan tanah, kunci kakinya rapat untuk gerakan lateral, dan grip-nya menahan saat burpee broad jump. Ukurannya true to size dan bobotnya ringan untuk sepatu sestabil ini.

Dua catatan penting sebelum kamu checkout: bagian depannya agak sempit sehingga kaki lebar mungkin terasa ketat, dan ini bukan sepatu untuk long run maupun angkatan maksimal. Hybrid trainer memang serba bisa, tapi bukan pengganti sepatu lifting saat beban kamu sudah benar-benar berat.

Jadi ambil yang mana

Tanya dulu menu kamu seminggu itu apa. Patokan yang kupakai sendiri sederhana:

  • Menu mayoritas barbell dan mesin: Converse Chuck Taylor, atau sepatu sol datar mana pun yang sudah kamu punya di rumah
  • Angkatan makin berat dan latihan empat sampai lima kali seminggu: Nike Metcon 9, anggap investasi tahunan
  • Sesi campur beban, sirkuit, dan lari pendek dalam satu jam: hybrid trainer seperti Dropset Pro
  • Hari treadmill atau long run: tetap pakai sepatu lari, jangan dipaksakan ke sepatu gym

Momen sale tanggal kembar seperti 11.11 besok lumayan buat menekan harga, terutama di toko resmi brand di marketplace. Saat barang datang, letakkan sepatu di meja rata dan lihat dari belakang: kalau solnya miring atau tumitnya empuk seperti bantal, simpan untuk jalan-jalan, bukan untuk rack. Aku sendiri sampai sekarang masih menyimpan satu pasang sepatu lari khusus hari treadmill, dan itu bukan kesalahan yang sama.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

Related Products

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!