Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Maggot untuk Pakan Ikan: Dari Pelatihan Warga hingga Transfer Teknologi

Maggot untuk Pakan Ikan: Dari Pelatihan Warga hingga Transfer Teknologi
Minat|Makanan Hewan Peliharaan

Maggot membuka pilihan pakan yang lebih dekat dengan warga

Maggot adalah larva lalat tentara hitam yang dapat dibudidayakan dari bahan organik dan dimanfaatkan sebagai sumber protein dalam pakan ikan, sehingga menawarkan pilihan yang menghubungkan pengelolaan sampah dengan kebutuhan budidaya. Potensi ini penting ketika pembudidaya ingin mengurangi ketergantungan pada pakan komersial yang harganya relatif tinggi, tanpa mengabaikan keseimbangan nutrisi ikan. Di Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan, Program Studi Teknologi dan Manajemen Pembenihan Ikan, Sekolah Vokasi IPB University, mengadakan pelatihan bagi warga untuk meningkatkan keterampilan budidaya maggot sebagai pakan ikan alternatif. Menurut dosen IPB Dr. Andri Hendriana, kandungan protein maggot membuatnya berpotensi menjadi pakan alternatif, tetapi porsi pemberian tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan ikan. Itu batas penting: maggot bukan pengganti serba guna, melainkan bahan yang dapat membantu menekan biaya bila digunakan secara tepat.

Maggot untuk Pakan Ikan: Dari Pelatihan Warga hingga Transfer Teknologi

Dari limbah organik menjadi bahan pakan

Nilai inisiatif Mulyaharja terletak pada dua sasaran yang berjalan bersamaan: mengurangi ketergantungan pada pakan komersial dan mengubah limbah organik yang tersedia di sekitar menjadi sumber daya. Sisa sayuran, buah, serta limbah organik pertanian dapat digunakan sebagai media atau pakan larva, sehingga budidaya maggot berpeluang dijalankan dengan biaya relatif terjangkau dan tanpa selalu membutuhkan modal besar. Pelatihan juga membahas proses praktis, bukan hanya manfaatnya. Budidaya dimulai dari penetasan telur Black Soldier Fly di media seperti dedak atau bekatul, lalu larva yang menetas diberi pakan bertekstur halus. Setelah cukup besar, larva dipindahkan ke wadah pembesaran dan diberi bahan organik yang telah dicacah. Namun, kemudahan bahan baku tidak menghapus kebutuhan pengelolaan yang cermat. Kualitas dan keseimbangan pakan tetap memengaruhi pertumbuhan ikan; maggot perlu dipadukan dengan bahan lain sesuai kebutuhan tiap tahap pemeliharaan.

Dari pendampingan lokal ke transfer teknologi

Pendekatan Unram memperlihatkan sisi lain dari gagasan yang sama: teknologi maggot dapat dibawa melampaui pelatihan komunitas setempat dan disesuaikan dengan sumber daya lokal di wilayah pesisir. Pada April 2026, Wastu Ayu Diamahesa, dosen Budidaya Perairan Universitas Mataram, mengenalkan teknologi pakan akuakultur berbasis maggot dalam kegiatan pengabdian masyarakat di Mindanao State University at Naawan, Filipina. Program itu mengangkat pemanfaatan limbah organik pesisir sebagai bahan pakan alternatif. Kegiatan tersebut mencakup kuliah tamu tentang formulasi pakan berbahan lokal, sumber protein alternatif, dan efisiensi pakan untuk kepiting bakau serta ikan nila. Sebanyak 35 mahasiswa dan dosen mengikuti kuliah tamu itu, sementara 20 anggota kelompok masyarakat KAAGAP CLA dan mahasiswa akuakultur mengikuti transfer teknologi biokonversi limbah pesisir menjadi pakan berbasis maggot. Skala ini menandai perbedaan penekanan: IPB melatih warga menerapkan budidaya, sedangkan Unram membawa pengetahuan teknis ke komunitas dan lingkungan akademik di luar negeri.

Maggot untuk Pakan Ikan: Dari Pelatihan Warga hingga Transfer Teknologi

Keberhasilan ditentukan oleh penerapan, bukan gagasan saja

Kedua inisiatif sama-sama menawarkan pakan ikan alternatif, tetapi manfaatnya tidak otomatis muncul hanya karena larva dapat tumbuh dari limbah. Warga perlu mampu menjaga proses budidaya dan menyesuaikan pemanfaatan maggot dengan kebutuhan nutrisi ikan. Di Mulyaharja, peserta diharapkan dapat menerapkan teknik secara mandiri di rumah atau melalui kelompok pembudidaya, sekaligus menjajaki peluang usaha. Pendampingan lanjutan dan penerapan teknik yang tepat juga dipandang penting untuk memperoleh manfaat ekonomi serta mendukung pengelolaan limbah organik. Sementara itu, kegiatan Unram memperluas pertukaran pengetahuan melalui kuliah tamu dan transfer teknologi di MSU at Naawan. Perbandingannya menegaskan bahwa maggot pakan ikan akan bernilai ketika pengetahuan dapat diterapkan sesuai konteks: warga membutuhkan keterampilan dan pendampingan, sedangkan transfer teknologi membutuhkan materi yang relevan dengan bahan lokal. Kesimpulannya, maggot bukan solusi tunggal bagi biaya pakan, tetapi pendekatan yang menjanjikan ketika pengolahan limbah, budidaya larva, dan formulasi pakan berjalan beriringan.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!