Luxeed RX: Definisi Baru SUV Listrik Premium ala Chery
Luxeed RX adalah sebuah coupe-SUV listrik sepanjang 5.020 mm dengan output hingga 437 kW (sekitar 586 hp), dirancang oleh mantan desainer Ferrari dan dipersenjatai teknologi Huawei DriveOne serta empat sensor LiDAR untuk menyasar segmen SUV listrik premium dengan fokus pada performa, desain, dan kemampuan bantuan mengemudi tingkat lanjut.
Kehadiran Luxeed RX bukan sekadar peluncuran model baru; ini adalah pernyataan strategi Chery memasuki ranah luxury EV dengan brand Luxeed yang punya positioning berbeda dari lini mobil listrik Chery lain. Dengan submerek ini, Chery ingin bermain di atas, bukan di tengah. Luxeed RX diperkenalkan sebagai all‑electric coupe-SUV hasil kolaborasi Chery dan Harmony Intelligent Mobility Alliance (HIMA), aliansi mobilitas cerdas yang menggandeng teknologi Huawei. Pemesanan resmi dibuka pada 20 Agustus 2026, menandai langkah agresif Chery di kelas atas sebelum pasar premium SUV listrik premium terlalu padat.

Desain Warisan Ferrari: Fastback Rendah, Bodi Panjang
Luxeed RX meminjam bahasa desain supercar ke dalam format SUV listrik premium. Desain fastback berpostur rendah digarap oleh Werner Gruber, desainer yang sebelumnya bekerja untuk Ferrari, sesuatu yang langsung mengangkat citra Luxeed ke wilayah eksklusif. Dimensi panjang 5.020 mm, lebar sekitar 2.007 mm, dan wheelbase 3.000 mm membuat RX bukan sekadar SUV besar, tetapi juga proporsional dan mendekati siluet grand tourer.
Secara dimensi, RX bahkan lebih panjang dari Ferrari Purosangue dan ditempatkan sejajar dengan rival seperti Xiaomi YU7 dan Voyah Passion S yang sama‑sama berada di kelas SUV listrik berpostur rendah. "RX memiliki wheelbase 3.000 mm dengan tinggi 1.585 mm, lebih rendah dari YU7 (1.600 mm) dan Passion S (1.656 mm)." Keberanian menjaga profil rendah ini menunjukkan Luxeed ingin bermain di rasa berkendara sporty, bukan sekadar praktis. Di sinilah diferensiasi strategisnya: RX dijual sebagai SUV listrik premium yang tampil seperti coupe eksotik, bukan MPV tinggi berkostum EV.
Teknologi Huawei Automotive: LiDAR, DriveOne, dan Otak Cerdas
Di balik desain emosional, Luxeed RX memanfaatkan teknologi Huawei automotive sebagai mesin rasionalnya. Sistem penggerak listrik Huawei DriveOne generasi terbaru digunakan untuk seluruh lini RX, dengan klaim respons torsi motor hanya 1 milidetik. Platform Turing Huawei digabungkan dengan arsitektur kompak “343” milik Chery, serta struktur cor aluminium besar dan material ringan, untuk menekan bobot sekaligus menjaga kekakuan bodi. Ini bukan sekadar jargon; kombinasi tersebut adalah fondasi agar SUV besar tetap lincah dan efisien.
RX juga mengadopsi konfigurasi empat sensor LiDAR, yang jelas diposisikan sebagai tulang punggung kemampuan autonomous driving dan fitur bantuan pengemudi tingkat lanjut. Meski detail perangkat lunak untuk tiap varian belum diumumkan, kehadiran empat LiDAR di satu SUV listrik premium menunjukkan Luxeed ingin mengasosiasikan diri dengan teknologi tingkat atas, bukan sekadar EV bertenaga besar. Strateginya jelas: jadikan teknologi Huawei sebagai nilai jual utama, agar nama Luxeed punya diferensiasi kuat dibanding mobil listrik Chery lain yang lebih konvensional.
Suspensi Udara, Torsi Instan, dan Performa 437 kW
Di ranah mekanis, Luxeed RX tidak bermain aman. Varian rear‑wheel drive memakai motor tunggal 277 kW, sementara konfigurasi all‑wheel drive memadukan motor depan 160 kW dan motor belakang 277 kW, menghasilkan total 437 kW (sekitar 586 hp). Tenaga sebesar itu ditemani sistem penggerak Huawei DriveOne dengan respons torsi 1 ms, yang berarti torsi instan bukan sekadar slogan pemasaran. Tombol boost fisik di setir berbentuk D memungkinkan peningkatan torsi sementara 10% melalui koordinasi powertrain, sasis, dan kokpit.
Di bawahnya, RX menggunakan suspensi depan double‑wishbone aluminium dengan virtual kingpin dan empat ball‑joint, sementara belakang memakai suspensi independen five‑link. Air spring dual‑chamber dipadukan dengan kontrol peredam variabel kontinu dual‑valve, ditambah kaliper tetap enam piston di depan dan ban staggered untuk stabilitas kecepatan tinggi. Dalam pengujian internal, RX diklaim mampu menyelesaikan manuver perubahan jalur darurat di atas 250 km/jam dengan akselerasi lateral mendekati 1G, dengan sistem powertrain, sasis, dan body‑control bekerja terkoordinasi. Untuk sebuah SUV listrik premium, kombinasi ini menempatkan RX lebih dekat ke dunia super‑SUV daripada sekadar crossover keluarga.
Strategi Luxeed: Menyelamatkan Penjualan, Menyerang Segmen Premium
Luxeed RX lahir dalam konteks tekanan bisnis yang nyata. Pengiriman domestik model R7 turun tajam dari 10.006 unit pada November 2025 menjadi 772 unit pada Juli 2026, anjlok 80,5% year‑on‑year dan hanya menyumbang 7,8% volume domestik bulanan merek Luxeed. Pada puncaknya, R7 sempat menyumbang 86,4% volume bulanan. Menambah SUV listrik premium baru seperti RX bukan pilihan opsional; ini cara Luxeed mengubah komposisi portofolio saat model lama kehilangan momentum.
Pemesanan Luxeed RX dibuka pada 20 Agustus 2026, dengan HIMA dan Chery belum mengungkap harga resmi, sinyal bahwa mereka masih mengunci strategi value dan melihat respon pasar terlebih dahulu. Konfigurasi baterai mulai 81,1 kWh hingga sekitar 100 kWh, dengan klaim jarak hingga 852 km menurut standar CLTC, memperkuat narasi jarak tempuh panjang di kelasnya. Namun jarak itu tetap perlu dibaca kritis karena tidak mencerminkan kondisi berkendara riil. Kesimpulannya, Luxeed RX adalah taruhan besar Chery: SUV listrik premium dengan desain ala Ferrari, otak Huawei, dan performa 437 kW yang diposisikan untuk merebut kembali pangsa di segmen luxury EV. Jika klaim performa dan teknologi terbukti, RX berpotensi menggeser peta persaingan di kelas coupe‑SUV listrik berpostur rendah.






