Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Astra Bawa 30 Produk UMKM ke Trade Expo: Jalan Pintas Menuju Pasar Ekspor

Astra Bawa 30 Produk UMKM ke Trade Expo: Jalan Pintas Menuju Pasar Ekspor
Minat|Asia Tenggara

Trade Expo sebagai Jalan Tol UMKM Menuju Ekspor

UMKM ekspor internasional adalah usaha mikro, kecil, dan menengah yang produknya telah memenuhi standar kualitas, volume, dan kepatuhan sehingga mampu menembus pasar luar negeri melalui kontrak dagang jangka menengah hingga panjang dengan mitra global yang terkurasi. Di titik inilah Trade Expo Indonesia 2026 membuktikan diri sebagai jalan tol bagi UMKM menuju pasar ekspor. PT Astra International Tbk membawa 30 produk unggulan desa dan UMKM binaan ke pameran yang digelar 14–18 Oktober di ICE BSD, Tangerang, dan menjadikannya arena negosiasi bisnis, bukan sekadar ajang pamer produk. Potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp104,9 miliar, terdiri dari peluang ekspor dan kerja sama dengan jaringan ritel domestik. Angka ini menunjukkan bahwa ketika UMKM datang ke pameran dengan persiapan serius dan dukungan korporat, expo berubah dari etalase menjadi mesin transaksi.

30 Produk Unggulan Desa: Dari Bajawa ke Pasar Global

Keberanian Astra membawa 30 peserta—20 Desa Sejahtera Astra dan 10 UMKM binaan—ke Trade Expo Indonesia 2026 bukan hanya soal jumlah, tetapi kurasi produk unggulan desa yang tepat. Di stan Astra, kopi green bean dan kopi bubuk dari Bajawa, Cikoneng, Takengon, Cikajang, hingga Lampung Barat berdampingan dengan teh artisan, kakao fermentasi dari Tabanan dan Sikka, gula kelapa, minuman herbal, gelato, hingga aneka makanan olahan. Produk-produk ini disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar global mulai dari Singapura, Jepang, Belanda, hingga Amerika Serikat dan Prancis. Salah satu capaian konkret adalah MoU pembelian ikan teri dari Desa Sejahtera Astra Jepara senilai Rp2 miliar dengan pembeli dari Jepang. Kutipan yang layak dicatat: “Produk tersebut disiapkan untuk memenuhi permintaan pasar global…”, menegaskan bahwa orientasi ekspor sudah menjadi desain sejak awal, bukan bonus di akhir pameran.

Potensi Transaksi Rp104,9 Miliar: Bukti Nyata, Bukan Sekadar Janji

Angka Rp104,9 miliar sebagai potensi transaksi UMKM bukan sekadar klaim optimistis; ia dipecah jelas menjadi Rp103,14 miliar dari potensi ekspor dan Rp1,76 miliar dari peluang kerja sama dengan jaringan ritel domestik. Capaian ini lahir dari 12 MoU dan 19 letter of intent yang menandai keseriusan kedua belah pihak. Di balik angka, ada cerita konkret: kakao dari Desa Sejahtera Astra Sikka membidik pasar Australia, teri nasi dari Jepara masuk radar Jepang, pinang Jambi menuju India, kopi green bean Cikoneng ke Inggris, ekstrak bunga telang ke Korea, dan herbs and spices Banyuwangi ke Pakistan. Menariknya, program binaan korporat ini tidak hanya mengejar ekspor; gula aren mini cube dari Temon Agro Lestari dan minuman rempah Sekar Jawi juga mengamankan kesepakatan dengan jaringan ritel domestik. Inilah wajah UMKM ekspor internasional yang bertumpu pada data, bukan slogan.

Model Kolaborasi Korporat–UMKM: Dari Pelatihan ke Business Matching

Keberhasilan di Trade Expo Indonesia 2026 tidak berdiri sendiri; ia bertumpu pada program binaan korporat yang sistematis. Astra, melalui Desa Sejahtera Astra dan UMKM binaan yayasan, membangun rantai pendampingan mulai dari peningkatan kualitas produk, penguatan usaha, hingga pembukaan akses ke calon mitra bisnis. Program Desa Sejahtera Astra Export Champion yang dijalankan bersama Kementerian Perdagangan dan Kadin dirancang sebagai jalur lengkap: pelatihan ekspor, kurasi produk, matrikulasi, lalu business pitching dan business matching. Executive in Charge Astra, Boy Gemino Kalauserang, menegaskan bahwa capaian ini adalah “wujud nyata kolaborasi multipihak dalam memperluas jangkauan produk UMKM ke pasar global”. Sejak 2018, Astra telah melibatkan lebih dari 50 pelaku usaha dengan total nilai kontrak dan transaksi Rp400 miliar dalam partisipasinya di TEI. Artinya, model ini bukan eksperimen sesaat, melainkan pola yang sudah teruji lintas tahun.

Menuju UMKM Go Global: Expo Bukan Akhir, Tapi Titik Berangkat

Trade Expo Indonesia 2026 di ICE BSD membuktikan diri sebagai platform strategis untuk memperluas jangkauan bisnis UMKM, terutama ketika mereka datang sebagai bagian dari ekosistem binaan korporat yang matang. Perluasan pasar dan peningkatan kemampuan ekspor sudah ditempatkan Astra sebagai bagian dari kontribusi sosialnya dalam pengembangan usaha masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan perjalanan perusahaan yang akan memasuki usia ke-70 dengan tema “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” pada 20 Februari 2027. Namun pelajaran terpentingnya melampaui satu pameran: expo hanyalah titik berangkat. Tanpa kurasi produk unggulan desa, pelatihan ekspor, dan jaringan business matching, potensi transaksi UMKM akan berhenti di brosur. Model kolaborasi korporat–UMKM yang ditunjukkan Astra memberi sinyal kuat: untuk go global, UMKM butuh lebih dari niat; mereka butuh mitra besar yang siap berjalan bersama dari desa hingga pasar internasional.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!