Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Denza Z9 GT dan God's Eye: Cara Baru Mengemudi di Kota

Denza Z9 GT dan God's Eye: Cara Baru Mengemudi di Kota
Minat|Memilih Kendaraan Energi Baru

Apa Itu God's Eye dan Mengapa Denza Z9 GT Penting

God's Eye City Navigation Driving Assistant (CNOA) adalah teknologi asisten pengemudi Level 2 yang memungkinkan mobil menavigasi perjalanan antarlokasi di area perkotaan secara semi-otomatis, sambil tetap mengharuskan pengemudi mengawasi kondisi jalan dan siap mengambil alih kendali kapan saja demi keselamatan dan kepatuhan regulasi berkendara modern.

Denza Z9 GT akan menjadi mobil pertama BYD di Eropa yang membawa teknologi God's Eye CNOA, diumumkan di ajang Paris Auto Show. Ini bukan sekadar penambahan fitur, tetapi pernyataan sikap: BYD ingin mengubah cara orang berinteraksi dengan mobil listrik mewah di lingkungan kota yang padat. Dengan kemampuan menavigasi dari satu alamat ke alamat lain dengan pengawasan pengemudi, God's Eye memindahkan peran pengemudi dari “tukang setir” menjadi “manajer perjalanan”. Peluncuran yang dijadwalkan pada 2027 menandai langkah agresif BYD masuk ke arena teknologi autonomous city navigation yang selama ini didominasi nama-nama lain.

Denza Z9 GT dan God's Eye: Cara Baru Mengemudi di Kota

Bagaimana God's Eye Mengubah Rutinitas Mengemudi di Kota

Inti daya tarik God's Eye technology bukan pada janji mobil tanpa sopir, melainkan pada cara ia mengurangi beban mental pengemudi di lalu lintas kota. Sistem ini dirancang membantu perjalanan dari alamat awal ke tujuan secara mandiri di kawasan perkotaan, termasuk menghadapi kemacetan, persimpangan padat, dan bundaran yang menuntut manuver presisi. Executive Vice President BYD, Stella Li, menyebut fitur ini dibuat untuk menurunkan stres saat berkendara di area perkotaan yang kompleks.

Secara praktis, pengemudi Denza Z9 GT akan lebih banyak memantau daripada terus-menerus mengoreksi setir dan pedal. Mobil dapat berkendara di dalam kota secara otomatis dengan pengawasan pengemudi aktif, tetapi tetap berada di Level 2: bukan autopilot penuh, dan pengemudi wajib siap mengambil alih kapan saja. Kombinasi navigasi semi-otomatis dan kewajiban pengawasan real-time ini menciptakan kompromi menarik: perjalanan lebih rileks dan efisien, tanpa ilusi bahwa mobil sudah sepenuhnya otonom.

Denza Z9 GT dan God's Eye: Cara Baru Mengemudi di Kota

Otak di Balik CNOA: Chip 4 nm dan Sensor Berlapis

Di pasar domestik, Denza Z9 GT sudah memakai sistem ADAS God’s Eye 5.0 dengan System on Chip (SoC) Xuanji A3 berarsitektur 4 nm yang dikembangkan di China. Chip ini punya kemampuan komputasi puncak hingga sekitar 700 TOPS, angka yang menunjukkan ambisi BYD untuk bermain di liga teratas komputasi otomotif. Dengan daya hitung setinggi itu, mobil tidak sekadar mengikuti garis jalan, tetapi menganalisis lingkungan sekitar secara terus-menerus.

Kekuatan komputasi tersebut dipadukan dengan paket sensor: LiDAR, radar gelombang milimeter, sensor ultrasonik, dan kamera untuk mendeteksi kondisi sekitar kendaraan. Di atas kertas, kombinasi ini adalah fondasi yang masuk akal untuk autonomous city navigation yang aman: sistem punya “mata” berlapis dan “otak” yang cukup cepat untuk memproses data dalam hitungan milidetik. Pertanyaannya bukan lagi apakah mobil bisa membaca situasi jalan, melainkan seberapa jauh regulasi dan penerimaan pengguna siap mengizinkan sistem mengambil keputusan.

Persaingan dengan Xpeng dan Tesla: Mengapa BYD Tidak Bisa Menunggu

Kehadiran driving assistant CNOA di Denza Z9 GT adalah langkah strategis BYD untuk memperkuat posisi di pasar kendaraan listrik premium, dengan menempatkan teknologi berkendara cerdas sebagai keunggulan utama, bukan pelengkap. Di Eropa, BYD tidak melaju sendirian. Xpeng menyiapkan Navigation Guided Pilot (NGP) untuk pasar yang sama, dengan rencana peluncuran kuartal pertama 2027 dan dukungan chip kecerdasan buatan Turing.

Persaingan antar produsen asal China ini terjadi di atas panggung yang selama ini didominasi Tesla, yang sudah lebih dulu dikenal dengan sistem bantuan mengemudi pintar. Dalam konteks ini, Denza Z9 GT bukan sekadar model baru, melainkan pintu masuk BYD ke segmen smart driving global. BYD juga menargetkan God’s Eye CNOA hadir tepat waktu dan kemudian menyebar ke model lain, memperluas basis kendaraan yang siap bersaing di Eropa. Siapa yang lebih dulu membuktikan keandalan di jalan kota nyata akan punya keunggulan narasi dan kepercayaan konsumen.

Menuju Masa Depan: Pengemudi Sebagai Pengawas, Bukan Korban Teknologi

God's Eye CNOA dengan jelas diposisikan sebagai sistem Level 2: bukan autopilot penuh, dan BYD menegaskan pengemudi tetap harus memperhatikan jalan serta siap mengambil alih kendali kapan saja. Ini penting, karena hype seputar “mobil otonom” sering membuat pengguna lupa bahwa sistem bantuan mengemudi masih punya batas. Pendekatan BYD yang menekankan pengawasan aktif adalah pengingat bahwa teknologi seharusnya membantu, bukan menggantikan tanggung jawab.

Dari sudut pandang pengalaman, Denza Z9 GT menawarkan gambaran masa depan mobil listrik mewah di kota: mobil yang mengurus detail navigasi, sementara pengemudi fokus pada keputusan besar dan keselamatan. Dengan rencana peluncuran di Eropa pada 2027 dan potensi penerapan ke model lain, God's Eye technology berpeluang menggeser standar kenyamanan dan keamanan di lalu lintas perkotaan. Jika berhasil, perdebatan ke depan bukan lagi “perlu atau tidak perlu fitur ini”, tetapi “mengapa mobil mahal belum punya sistem sekelas ini”.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda. Artikel ini dibuat dengan AI dari sumber yang dipublikasikan dan data produk.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!