Temukan minat Anda, bersama

Promo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Temukan minat Anda, bersamaPromo pilihan, ulasan jujur, dan cerita belanja dari mereka yang seminat dengan Anda — setiap hari di Kuybeli.

Dari ZEROBASEONE ke DEAD:ALIVE: Lahirnya Sung Han Bin sebagai Artis Solo

Dari ZEROBASEONE ke DEAD:ALIVE: Lahirnya Sung Han Bin sebagai Artis Solo
Minat|Penyanyi/Band Pop

DEAD:ALIVE: Saat Leader Grup Memilih Berjalan Sendiri

Sung Han Bin solo debut lewat mini album DEAD:ALIVE adalah momen ketika seorang idol yang dikenal sebagai anggota grup K-pop ZEROBASEONE memilih menantang ketakutannya sendiri, menguji batas vokal dan emosinya, lalu menampilkan versi diri yang lebih rapuh sekaligus lebih kuat dalam satu karya yang padat dan personal.

Pada 12 Oktober 2026, Sung Han Bin menggelar jumpa pers untuk mini album solo pertamanya DEAD:ALIVE di Layer Studio 11 Mapo-gu, Seoul. Bukan sekadar rilis formal, momen ini menandai garis baru dalam kariernya: ia menjadi anggota pertama ZEROBASEONE yang debut solo. Langkah ini berani, karena setiap gerak dan nada tidak lagi bisa dibagi rata dengan delapan member lain—semua sorot tertuju padanya. DEAD:ALIVE hadir dengan lagu utama “UNDEAD” dan deretan b-side seperti “Killin’ Me”, “Insidious”, “3AM”, “Bloody Gravity”, “Other Side”, “Sumkwang”, dan “Steal the Thunder”. Ini bukan sekadar mini album; ini pernyataan bahwa Han Bin siap berdiri sendiri, tanpa kehilangan identitas sebagai bagian dari ZEROBASEONE.

Dari ZEROBASEONE ke DEAD:ALIVE: Lahirnya Sung Han Bin sebagai Artis Solo

UNDEAD dan Narasi Lahir Kembali dalam DEAD:ALIVE

Keberanian Sung Han Bin sebagai artis K-pop solo terasa paling jelas lewat cara ia memosisikan DEAD:ALIVE sebagai kisah menolak menyerah di hadapan rasa takut. Mini album ini digambarkan sebagai perjalanan menerobos batas diri dengan menanggung rasa sakit dan kesulitan, bukan menghindarinya. Di tengah narasi itu, “UNDEAD” berdiri sebagai pusat gravitasi: lagu utama yang memadukan petikan gitar kuat, paduan suara merdu, dan ketukan drum megah. Alih-alih memilih warna aman, Han Bin memilih sound yang besar dan menuntut, seolah ingin memaksa dirinya keluar dari zona nyaman.

DEAD:ALIVE sendiri didefinisikan sebagai cerita perjuangan melawan rasa takut untuk terus berkembang, hingga momen ketika seseorang berhasil mendobrak batasan dan lahir kembali sebagai sosok baru, sebuah “kehancuran yang indah”. Di sini, Han Bin tidak menempatkan diri sebagai pahlawan yang sempurna, melainkan sebagai seseorang yang berantakan tapi bersikeras bangkit. Pilihan tema ini membuat DEAD:ALIVE terasa lebih seperti catatan harian emosional daripada sekadar proyek solo debut. Ia mengundang pendengar menyaksikan proses jatuh-bangun, bukan hanya hasil akhir yang rapi.

Tekanan Studio: Saat Ingin Kabur tapi Memilih Bertahan

Di balik kemegahan “UNDEAD”, ada cerita yang jauh lebih manusiawi: Sung Han Bin mengaku untuk pertama kalinya ia merasa ingin kabur dari studio rekaman saat mempersiapkan album ini. Pengakuan ini penting, karena membongkar ilusi bahwa solo debut selalu glamor. Ia menjelaskan bahwa banyak bagian baru dan sulit dalam proses produksi, namun alih-alih mengambil jalan mudah, ia memilih pola pikir untuk berkembang lewat promosi ini.

Han Bin menyebut lagu utama ini bertenaga dan bernada tinggi, berbeda dari lagu-lagu hangat dengan suara lembut yang selama ini lebih identik dengannya. Saat rekaman, ia terus meminta ulang empat hingga lima kali sebelum akhirnya mulai percaya diri. Kalimat itu layak dikutip: “Saat rekaman, saya terus meminta ulang empat hingga lima kali sebelum akhirnya mulai percaya diri.” Di sini, tekanan psikologis bukan sekadar drama; ia menjadi bagian dari konsep DEAD:ALIVE itu sendiri. Rasa ingin kabur dari studio adalah “dead”-nya, sementara keberaniannya bertahan dan menyelesaikan rekaman adalah “alive”-nya.

Fan Song, Janji Baru, dan Posisi Han Bin di ZEROBASEONE

Di antara deretan track DEAD:ALIVE, “Sumkwang” menempati ruang emosional yang berbeda. Lagu ini adalah fan song yang ia tulis liriknya sendiri sebagai bentuk ketulusan kepada ZEROSE. Liriknya berisi janji pada awal baru ini kepada penggemar yang menjadi cahaya yang tidak padam di tengah kegelapan yang panjang. Di titik ini, Sung Han Bin tidak hanya memotret perjuangan pribadi, tetapi juga mengakui peran fandom sebagai sumber terang yang membuatnya berani mengambil langkah solo.

Fakta bahwa ia menjadi anggota pertama ZEROBASEONE yang debut solo otomatis menggeser posisinya dalam narasi grup. Solo debut ini bukan tanda menjauh dari aktivitas grup, melainkan fase baru yang memperkaya identitas ZEROBASEONE secara keseluruhan. DEAD:ALIVE menunjukkan bahwa seorang leader bisa rentan, takut, bahkan ingin kabur, namun tetap memilih kembali ke mikrofon. Pada akhirnya, perjalanan emosional Sung Han Bin dalam album DEAD:ALIVE mengajarkan satu hal: artis K-pop solo yang kuat bukan yang tidak pernah runtuh, melainkan yang berani mengakui runtuhnya dan mengubahnya menjadi musik.

Kuybeli memperoleh komisi saat Anda berbelanja melalui tautan kami, tanpa biaya tambahan untuk Anda.

You May Also Like

Comments
Tulis sesuatu...
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berbagi pendapat!