Keterampilan AI kini bagian dari kesiapan tendik
Pelatihan AI bagi tenaga kependidikan adalah pembelajaran terarah untuk menggunakan kecerdasan buatan dalam tugas administrasi, komunikasi, dan pengolahan data kampus secara lebih efektif. UIN KHAS Jember menyelenggarakan pelatihan dan sertifikasi kompetensi AI bagi 50 tenaga kependidikan pada Senin, 26 Oktober 2026, di Gedung BEC International Class. Program bersama IBLU Academy ini merupakan langkah yang tepat: transformasi digital tidak akan berjalan hanya dengan memperbarui sistem, jika pegawai yang mengoperasikannya belum memiliki keterampilan yang sesuai. Peserta dipilih dari 157 tendik, sehingga gelombang ini menjangkau sebagian pegawai, bukan keseluruhan. Wakil Rektor I Prof. M. Khusna Amal menyebut program tersebut sebagai bagian dari agenda prioritas Kementerian Agama untuk membekali pegawai dengan kecakapan digital. Tantangannya kini adalah mengubah pelatihan menjadi kemampuan kerja yang terpakai sehari-hari.
Dua jalur kompetensi dengan dampak berbeda
Pelatihan AI tendik ini membagi peserta ke dalam dua jalur yang menyasar kebutuhan nyata kampus. Digital Marketing membekali peserta untuk menyusun strategi komunikasi digital, memublikasikan kegiatan kehumasan, dan memperkuat citra institusi. Sementara itu, Data Management Staff berfokus pada pemanfaatan AI untuk mengolah dan menganalisis data secara presisi. Keduanya dapat membantu pekerjaan tenaga kependidikan: informasi kegiatan lebih terarah kepada publik, sedangkan data yang lebih tertata dapat mendukung penyusunan laporan dan keputusan. Inilah bentuk AI di perguruan tinggi yang bernilai praktis—bukan sekadar mengikuti tren, melainkan mendukung fungsi layanan dan tata kelola. Namun, manfaatnya bergantung pada penerapan yang cermat. Hasil olahan AI tetap perlu diperiksa pegawai agar informasi yang disampaikan akurat dan keputusan tidak bertumpu pada data keliru.
Sertifikasi perlu diikuti pemerataan kesempatan
Pelatihan berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, pukul 08.00–15.00 WIB. Setelah pembelajaran, peserta dijadwalkan mengikuti ujian sertifikasi kompetensi AI oleh asesor Badan Nasional Sertifikasi Profesi pada Kamis, 29 Oktober 2026. Sertifikasi memberi tolok ukur kompetensi yang lebih jelas daripada sekadar keikutsertaan, tetapi nilainya akan terasa jika keterampilan tersebut diterapkan dalam pekerjaan dan dievaluasi secara berkelanjutan. Sebanyak 107 tendik yang belum terpilih juga perlu mendapat perhatian. Kampus menyatakan telah merancang pelatihan serupa pada agenda berikutnya agar kesempatan peningkatan kompetensi dapat diperluas. Langkah ini penting agar tenaga kependidikan digital tidak hanya terbentuk di antara kelompok peserta pertama. Pemerataan akses akan membuat perubahan layanan lebih konsisten lintas unit, bukan bergantung pada segelintir pegawai yang sudah mengikuti pelatihan.
Ukuran keberhasilan ada pada layanan kampus
Alasan utama mengembangkan keterampilan AI ialah manfaat yang dirasakan pengguna layanan: proses yang lebih cepat, data yang lebih akurat, dan administrasi akademik yang lebih berkualitas. Pegawai yang mampu memakai alat digital dengan tepat dapat mengurangi pekerjaan berulang dan membantu pimpinan memperoleh informasi untuk mengambil keputusan. Karena itu, UIN KHAS Jember perlu menilai program ini bukan hanya dari jumlah peserta atau kelulusan ujian, tetapi juga dari perubahan nyata dalam alur kerja dan mutu layanan. Pelatihan dan sertifikasi merupakan awal yang menjanjikan, bukan hasil akhir transformasi digital. Kesimpulannya, upaya membekali 50 tendik dengan kompetensi AI patut diapresiasi, tetapi keberhasilan jangka panjang ditentukan oleh tindak lanjut, penerapan yang bertanggung jawab, dan akses pelatihan yang lebih merata bagi seluruh pegawai.






